Hermawan Sulistyo Beberkan Analisis terkait Tujuan Kerusuhan 22 Mei Hingga Tewaskan 9 Korban | FKUB Batang Minta Para Tokoh Agama & Pemuda Ajak Warga Percaya Virus Corona Itu Ada | Ratusan Polisi Siap Amankan Malam Imlek di Solo | Polisi Tunda Pelaporan Allan Nairn, Pandaopotan Bandingkan dengan Hoaks Ratna Sarumpaet | Chord Gitar dan Lirik Lagu R U Mine? - Arctic Monkeys | Luhut: Pandemi COVID-19 di Tengah Momen Idul Fitri Terkendali | Niat Puasa Senin Kamis Lengkap dengan Tata Cara, Keutamaan dan Manfaatnya | Fabel Burung Udang dan Ikan Toman | Cara Cek Kuota Sekolah SNMPTN 2022 via ltmpt.ac.id, Registrasi Akun LTMPT Mulai 4 Januari 2022 | BUMN Tidak Sponsori Formula E, Komisi VI DPR: Tidak Ada Keharusan | Jateng Alami Inflasi 0,45 Persen pada Desember 2019 | Egy Maulana Vikri tak Diperjanjang Lechia Gdansk, Follower Instagram Lechia Gdansk Turun Dratis | Almarhum Yoshi Sempat Menolong 3 Pendaki Perempuan Sakit Sebelum Tewas Tertimpa Material Longsor | Jadwal Samsat Keliling Kota Tegal Jumat (3/9) Ini, Buka di Lapangan Sumurpanggang & 3 Tempat Lain  | Detik-detik Polisi Royadin Tilang Sultan HB IX di Semarang, Sempat Kaget saat Tahu Sosok Pengendara | Jalan Perintis Kemerdekaan Semarang Kawasan Menguntungkan Bagi Pedagang Durian, Segini Harganya | Via Vallen: Apakah Pelaku Perkosaan 9 Anak tak Melanggar HAM? Mohon Pencerahan | Dandim Tegal Geregetan di Sidang: Pak, Saya Lihat Postingan, Apa Betul Kodim Korupsi? | Tahu Caisar YKS Cerai Lagi, Indadari Sempat Bertemu Almaratu Intan hingga Beri Semangat | Perjalanan Kasus Pelawak Qomar, Pemalsuan Dokumen S2 & S3 untuk Jadi Rektor hingga Dipenjara | Dalam 5 Hari, Hampir 500 Orang di Kanada Tewas karena Gelombang Panas | Jadwal Samsat Keliling Kabupaten Tegal Hari Ini, Jumat 3 Januari 2020 | Jorge Martin Pole Position MotoGP Austria Hari Ini & Teror Marquez untuk Ducati di Red Bull Ring | Jelang Persipura vs Persita di Liga 1 2021, Mutiara Hitam Hanya Diperkuat 1 Pemain Asing | 8 Pebulutangkis Indonesia Dilarang Bermain 6 Tahun hingga Seumur Hidup karena Pengaturan Skor | Cristiano Ronaldo Diejek Pelatih Hongaria Setelah Portugal Tersingkir dari Euro 2020 | Striker Anyar Juventus Jadi Aktor Kemenangan Italia atas Lithuania, Moise Kean Bangga Cetak 2 Gol | Sebaran Kasus Covid-19 per 19 Agustus 2022: DKI Jakarta Tertinggi, 3 Wilayah Nihil Kasus | Berikut Prakiraan Cuaca Kudus Hari Ini, Senin 22 Maret 2021 | Chord Kunci Gitar Nandemonaiya RADWIMPS Ost Kimi No Nawa | Ronaldo Kembali ke Manchester United, Negosiasi Sedang Berlangsung untuk Kontrak Hingga 2023 | Peruntungan Shio Besok Senin 13 Januari 2020, Tahun Babi Tanah Imlek 2660 | Anggota Koperasi Sepakat Tegal Tiap Tahun Berkurang,Tercetus Usul ASN Baru Jadi Anggota | Chord Kunci Gitar Jangan Datang Near feat Yuyun | Muhasabah Watarbiyah Pertama Tahun Ajaran 2019-2020 Pondok Pesantren Askhabul Kahfi Semarang | Bocah 8 Tahun yang Tenggelam di Sungai Cacaban Tegal Ditemukan Meninggal Dunia | Chord Kunci Gitar Cinta Tak Mungkin Berhenti Tangga | Jokowi Berharap Prabowo-Sandiaga Hadiri Pelantikan Presiden-Wapres Terpilih | Chord Kunci Gitar Bersenyawa Dengarkan Dia | Karanganyar Diprediksi Berawan Siang hingga Malam, Berikut Prakiraan Cuaca BMKG Hari Ini | Terancam Hukuman 4 Tahun Penjara, Agus Mengaku Jadi Korban Makelar Proyek di Salatiga | Cerita Warga Karangmalang Sragen Nekat Gelar Hajatan: 32 Orang Positif, 6 Meninggal karena Covid-19 | Hasil Liga Inggris West Ham Vs Chelsea: The Blues Dipermalukan di Olympic Stadium | Unik, Bocah Asal Karanganyar Ini Bernama N, Sang Ayah Terinspirasi Bung Karno | Dinas Sosial Cilacap Akui Belum Sediakan Layanan Aduan Penyaluran Bansos | Cara Mengubah Listrik Nonsubsidi ke Bersubsidi | Kapolri akan Umumkan Tersangka Baru Kasus Tewasnya Brigadir J, Ini Tanggapan Samuel Hutabarat | Survei SMRC: Prabowo Masih Teratas tapi Dukungan Menurun, Sebaliknya Ganjar Terus Meningkat | Chord Kunci Gitar Nenekku Pahlawanku Wali Band | Libur Lebaran di Pantai Alam Indah Tegal, Ada Festival Lampion Hingga Air Mancur Menari | Bupati Mamberamo Raya Papua Tersangka Korupsi Dana Covid-19 Rp 3,1 M, Dipakai Biaya Pilkada | Terungkap! Pelaku Mutilasi di Sumbawa Adalah Suami Korban, Potongan Tubuh Ditemukan di Kulkas | Pengamat: Skenario Airlangga-Ganjar Lawan Prabowo-Puan di Pilpres 2024, Perang Bintang | Suharso Monoarfa Diganti, KPU Persilakan PPP Perbaiki Dokumen Parpol Peserta Pemilu 2024 | KPK Beri Kesempatan Rektor Universitas Lampung Karomani Ungkap Keterlibatan Pihak Lain | Ganjar Pranowo Minta Pendemo Daftar CPNS: Kemarin Nyinyir Terus, Masuk Bisa Nggak? | Berita Duka, F Idawati Chamdani (Yo May Hwa) Meninggal Dunia di Semarang | Jadwal Imsak dan Buka Puasa Hari Ini Solo, Ramadhan Hari ke-26, Selasa 19 Mei 2020 | Jadwal Liga Inggris: Crystal Palace vs Arsenal, The Gunners PD Sambut Musim 2022/2023 | Jadwal Siaran Langsung BRI Liga 1 2021: Duel Dua Tim Terluka & Misi Borneo FC, Tayang Hari Ini | BERITA LENGKAP PSIS Semarang Hari Ini : Bertolak ke Magelang Hadapi Arema FC Hingga 15 Ribu Tiket | Berita Duka, Dokter Rochman Arif Meninggal Dunia Terpapar Corona | MotoGP 2020 : Ducati Jadi Tim Paling Awal Luncurkan Skuad untuk Musim 2020 | Chord Kunci Gitar Indahnya Dunia Andien Aisyah | PSIS Genjot Fisik Pemain yang Sempat Alami Cedera | Daftar Tim Lolos ke Putaran Final Piala Asia U20 2023: Timnas U19 Indonesia Temani Jepang & Iran | Nita Kristiawati Dituntut Rp 1,2 Miliar oleh Mantan Pacar Seusai Putus, Kini Jadi Tersangka | Belgia Vs Italia di Perempat Final Euro 2020, Youri Tielemans Kagumi Lini Tengah Gli Azzurri | Pria Ini Perkosa PRT di Cimanggis, Ternyata Mantan Pekerja Selokan di Kompleks IPTN | Chord Kunci Gitar Aku Tenang Fourtwnty | Not Pianika Lagu Sunda Bubuy Bulan | Ariel Tatum Sering Ditawar Om-om: Mereka Gak Tahu Mamaku Manajernya | AKBP Rudy Cahya Pimpin Anggotanya Peragakan Etika Batuk dan Bersin | Dinilai Mirip Adegan Train to Busan, Video Fangirls Kejar Boyband NCT 127 di Bandara Changi Viral | Akun Instagram Baznas RI Diretas, Noor Achmad: Pelecehan Terhadap Lembaga Keagamaan | Polisi Temukan 3 Ruang Kelas SMKN 2 Songgom yang Ambruk Tidak Sesuai Spek, Kepsek Enggan Komentar | Belum Resmi Cerai, Nathalie Holscher Kapok Buru-buru Nikah, Ingin Pasangan yang Menghargai Wanita | Video Masakan Nusantara Rumah Makan Rodjo Semarang | 4.830 Mahasiswa Undip Jalani KKN 2021 di Kampung Sendiri, Ketiga Sejak Pandemi | Richard Lee Disomasi Firdaus Oiwobo yang Laporkan Pesulap Merah, Buntut Dugaan Hina Habib Jindan | Sukses di Berbagai Bidang, Raffi Ahmad Akui Gagal Jadi Sosok Ayah: Mungkin Aku Kurang Bersyukur | 3 Shio yang Bakal Sukses Jadi Pengusaha, Sudah Punya Bakat Sejak Lahir | Ini Perbandingan Realme X dan Realme XT | 2 Pencuri Nekat Curi Motor Milik Anggota TNI Marinir, Aksi Pelaku Terekam CCTV | Jokowi Tunjuk Luhut Jadi Ad Interim Menteri Kelautan dan Perikanan Gantikan Edhy Prabowo | Selfie Maut : Mau Selfie di Sungai, Wanita Pengantin Baru Tenggelam Bersama 3 Anggota Keluarga | Wakapolres Kompol Sopanah Buka Pelatihan Tracer ke-4 Senkom Mitra Polri Jateng di Purbalingga | Kata Ridwan Kamil Soal Kapolda Jabar Dicopot: Ketegasan Tak Semudah yang Dibayangkan | Tiga Relawan Dapur Umum di Tegal Terkonfirmasi Covid-19, Dedy Yon Berencana Sediakan Rantang Makanan | Video PSIS Semarang Genjot Fisik Pemain yang Sempat Alami Cedera | Beri Motivasi di RSUD Bendan, Wali Kota Aaf: Nakes Harus Menyesuaikan Perkembangan Alat Medis | 37 Kelompok Rebana Ikuti Festival Shalawat Piala Kapolres Salatiga | UPDATE : Satu Tawon Menyengat Sekoloni Mengikuti Bahkan Tawon Ndas Bisa Serang Walau Sudah Menyelam | Sinopsis Nerve Bioskop Trans TV Pukul 19.30 WIB Permainan Misterius Taklukkan Tantangan | RSUD Wongsonegoro Semarang Tutup Enam Ruang Isolasi Covid-19 | Pamit Berkebun Warga Banyumas Dilaporkan Hilang, Tim SAR Terjunkan Satu Regu | Kenali Gejala Jantung Bawaan pada Bayi Baru Lahir hingga Remaja | Cerita Mahfud MD Ketika Ferdy Sambo Menangis Hingga Ingin Tembak Hancur Brigadir J | Ramalan Zodiak Cinta Hari Ini Rabu 30 Juni 2021, Virgo Hubunganmu Bisa Berjalan Jauh | Lyon Vs PSG : Neymar Kembali Jadi Pahlawan |

Anda sedang membaca Hermawan Sulistyo Beberkan Analisis terkait Tujuan Kerusuhan 22 Mei Hingga Tewaskan 9 Korban - JATENGKOTA mohon pertahankan, kami selalu update berita terbaru hari ini singkat, padat dan terpercaya.

Hermawan Sulistyo Beberkan Analisis terkait Tujuan Kerusuhan 22 Mei Hingga Tewaskan 9 Korban


Oleh : JATENGKOTA | on
Hermawan Sulistyo Beberkan Analisis terkait Tujuan Kerusuhan 22 Mei Hingga Tewaskan 9 Korban

JATENGKOTA- Peneliti LIPI, Profesor Hermawan Sulistyo mengungkapkan analisisnya soal kerusuhan 21-22 Mei.

Hal tersebut diungkapkan Hermawan Sulistyo saat ditemui Aiman yang videonya diunggah di channel Youtube KOMPASTV pada Senin (24/6/19).

"Polisi sebut ada 9 orang meninggal saat kerusuhan, 8 orang karena senjata tajam dan 1 orang karena benda tumpul dan mereka ditemukan di petamburan

"Benarkah mereka tidak dieksekusi di Petamburan melainkan di tempat lain kemudian mayatnya di drop di Petamburan?" tanya Aiman.

Hermawan Sulistyo lantas menganalisis bahwa dugaan korban dieksekusi di tempat lain.

"Dugaan Itu punya indikasi yang sangat kuat, karena tidak ada jejaknya, kalau di eksekusi di tempat pasti ada saksi mata dan ribuan orang, ini tidak informasinya, sangat tertutup sekali, nggak jelas," ujar Hermawan Sulistyo.

Hermawan Sulistyo lantas menganalisis luka korban yang seperti ditembak dengan luka miring.

menurutnya penembaknya sedang tiarap.

"contoh nih, keliatannya ditembak dari orang yang tiarap, karena sudut yang diambil dari bawah ke atas, kerena lukanya dari bawah terus naik sampai ke hampir bahu, dari posisi apa orang menembak bisa menimbulkan luka dari bawah ke atas," ujar Hermawan Sulistyo.

Hermawan Sulistyo lantas mengatakan bahwa menurutnya tidak mungkin penembak melakukan tembakan dengan poisisi tiarap di tengah kerusuhan.

"Artinya di tengah kerusuhan nggak mungkin orang itu menembak, pasti penembak itu keinjak-injak," ujar Hermawan Sulistyo.

"Jadi ditembak di tempat yang kosong?" tanya Aiman.

Hermawan Sulistyo lantas mengatakan bahwa hal tersebut adalah analisisnya.

"Ini analisis lho ya, bukan fakta, minimal sebagian dieksusi di tempat yang lain lalu di bawa ke situ,

biasanya 9 dari 10 kasus, kalau meninggal di lokasi kejadian, pasti ada yang merekam lalu viral biar ada emosi publik yang marah, karena ada rekamannya, ini nggak ada, bahkan yang bawa mayatpun tidak ada," ujarnya.

Hermawan Sulistyo mengatakan bahwa yang ditahu masyarakat korban dari lokasi kerusuhan sudah dipindahkan ke rumah sakit Bhayangkara.

"Sebagian orang tahu sudah dipindahkan ke rumah sakit Bhayangkara.

"Yang paling masuk akal, tidak dieksekusi di sana, karena tiba-tiba ada mayat," ujar Hermawan Sulistyo.

Lantas Aiman melempar sebuah pertanyaan.

"Ini bagaimana, mereka di lokasi Petamburan, lalu di bawa, dieksekusi, kemudian dikemba,likan lagi di petamburan sudah jadi mayat?" tanya Aiman.

Hermawan Sulistyo lantas mengatakan yang paling memungkinkan tidak di eksekusi di Petamburan.

"Ini menyulitkan penyidikan, karena tidak ada jejaknya," ujar Hermawan Sulistyo.

Jadi ada skenario ada yang tewas, dieksekusi di tempatn lain bukan di Petamburan, lalu ada video seolah-olah korban padahal itu bukan korban? itu tujuannya apa? kerusuhan ini apa yang akan disasar?" tanya Aiman.

Sulistyo Hermawan lantas menyebutkan analisisnya.

"Logikanya mudah, pertama, seandainya kalau saya berkepentingan kekuasaan politik yang tidak bisa rebut secara normal, melalui demokrasi," ujar Hermawan Sulistyo.

"kedua orang-orang yang memiliki kepentingan dengan kekuasaan yang baru,siapapun penguasa itu, orang-orang ini seperti orang-orang yang korupsi

"ketiga orang-orang yang diutungkan ketika terjadi chaos, mereka nggak berpikir tentang bangsa, sebagian besar mereka begitu,' imbuh Hermawan Sulistyo.

Hermawan Sulistyo lantas mengatakan sebagian masyarakat masih banyak terjebak hoaks.

"Nah banyak orang yang terjebak hoaks, perjuangan keagamaan, perjuangan nasionalisme, ini perjuangan demokrasi yang dikalahkan, ada orang orang yang bersemangat dan menganggap ini perjuangan idealisme, jadi pada campur," ujar Hermawan Sulistyo.

Hermawan Sulistyo lantas mengatakan akan selalu ada jalan penyelesaian yang baik.

Hermawan Sulistyo menilai saat ini sudah mereda, hal itu ada beberapa faktor.

"Sekarang sudah mereda, di lapangan, karena banyak faktor, bisa jadi orang yang punya duit nggak mau keluar duit lagi,

kedua korban mati tidak mendapat apa-apa,

Ketiga, orang di atas yang bertarung, kalau kaitannya dengan politik dan kekuasaan, orang yang berebut kursi sudah mendapatkan kursi, kursi itu jangan dianggap kursi KPU, ada 1000 lebih kursi BUMN yang bisa dibagi, yang di bawah silahkan nangis, ada yang yakin menang, atau yang berharap ada demo lagi, nggak bisa, orang-orang itu sudah pada keluar negeri," ujar Hermawan Sulistyo.

Diketahui, Hasil temuan terakhir polisi yang diungkapkan pekan lalu menyebutkan, korban tewas saat kerusuhan 21-22 Mei di sekitar gedung Bawaslu hingga kawasan Petamburan, Jakarta Pusat, adalah 9 orang.

Dari jumlah itu, 8 orang di antaranya tewas akibat peluru tajam, sementara 1 orang akibat benda tumpul.

Dari 8 orang yang tewas akibat peluru tajam, 4 orang telah diotopsi.

Kabag Penum Polri Kombes (Pol) Asep Adi Saputra di Mabes Polri, Jakarta, Senin (17/6/2019), mengatakan, polisi juga sudah berhasil mengidentifikasi 5 lokasi tempat ditemukannya korban.

“Secara keseluruhan penemuan berada di Petamburan.

Yang empat (korban lain) masih kami dalami di mana TKP-nya," ungkap Asep.

Sementara itu Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto mengatakan, proses investigasi kerusuhan pada 21-22 Mei 2019 membutuhkan waktu.

Termasuk dalam mencari penyebab meninggalnya 9 orang yang diduga perusuh pada peristiwa itu. Hal ini dia sampaikan ketika ditanya alasan belum adanya kelanjutan terkait 9 orang yang meninggal dunia dalam kericuhan itu. "Soal terbunuhnya bagaimana, yang menembak siapa, pelurunya dari mana, jaraknya bagaimana, pemeriksaan proyektil itu enggak cepet ya.

Itu pakai pemeriksaan di laboratorium, lama, lama memang," ujar Wiranto di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (25/6/2019).

Namun di samping hal itu, Wiranto ingin menegaskan bahwa 9 orang yang meninggal dunia itu adalah perusuh.

Mereka bukan meninggal di area demonstrasi damai.

Artinya, kata dia, tidak ada kesewenangan polisi dalam menghadapi demonstrasi damai.

"Tetapi pada saat ada perusuh yang menyerang petugas, perlakuannya atau standar operational prosedurnya itu berbeda," ujar Wiranto yang dilansir dari Kompas.com.

Polri menyebutkan bahwa jumlah korban meninggal dunia akibat kerusuhan 21-22 Mei 2019 sebanyak 9 orang.

Hal itu diungkapkan Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal M Iqbal saat konferensi pers di Media Center Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Selasa (11/6/2019).

Polri menduga bahwa kesembilan korban tersebut merupakan terduga perusuh. "Kami harus sampaikan bahwa 9 korban meninggal dunia kami duga perusuh. Penyerang. Diduga ya," kata Iqbal. (*)

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

Baca Juga

COMMENTS