Haryanto Warga Pati Jadi Polisi Gadungan, Tipu Para Janda Kuras Harta Korban, Kenalan Lewat Facebook | Tingkat Penularan Corona Kota Semarang Tinggi, Ganjar Minta Agar Pembatasan Diperketat | Jadwal Samsat Online Keliling Semarang Hari Ini, Rabu 2 Desember 2020 Buka di Simpanglima | Hukum Sholat Tahiyatul Masjid Ketika Khutbah Jumat Berlangsung | Jadwal Samsat Keliling di Kabupaten Sragen Hari Ini, Selasa 3 Maret 2020 | Beda Lip Balm dan Lip Butter serta Lip Tint, Tiga Produk Perawatan Bibir | Peringati HUT ke-50 Korpri, Bupati Wihaji Ingatkan ASN Batang Harus Ingat Janji Panca Prasetya | Antisipasi Penyebaran Omicron di Banyumas, Vaksinasi Lansia Dipercepat | Polisi Larang Nobar Film G30S/PKI, Mahfud MD: Hukumnya Mubah | Link Live Streaming TVRI Belajar dari Rumah untuk Tingkat SMA Sederajat Mulai Jam 14.00 WIB | Benarkah Dokter JF Meninggal Seusai Disuntik Vaksin Corona Sinovac? Ini Jawaban Kombes Pol Supriadi | Video Tribun Jateng Serahkan Hasil Donasi Kepada PMI Kota Semarang | 26 Pemain Sudah Masuk Daftar Resmi Tim Persib Bandung | Inilah Satu dari 18 Lembaga yang Akan Dibubarkan Jokowi, Berapa Gaji Anggota BSANK? | PO Hotel Semarang Sediakan Tes Antigen Gratis | Harga Emas Antam Hari Ini di Semarang, Tidak Mengalami Kenaikan, Berikut Daftar Lengkapnya | Bea Cukai Solo Sita 626 Botol Miras Ilegal dari Dua Pengedar | Mempertahankan Minat Kepuasan Pembelajaran Secara Online | Bacaan Sholawat Nariyah, Lengkap dengan Latin, Terjemahannya dan Keutamaannya | Tidak Lockdown, Tapi Jokowi Perintahkan Lakukan Rapid Test Secara Massal | Inter Milan Semakin Dekat Datangkan Tahith Chong dari Manchester United | Jadi Momok Baru, Ini Gejala, Penyebab, Cara Mengatasi, dan Cara Mencegah Jamur Hitam | Ketabahan Agus Botak Sopir Truk Boks Terjun ke Jurang Silayur : Tahan Sakit dan Mau Diajak Ngobrol | Video Airlangga Hartarto Isi Kuliah Umum di UKSW Salatiga | Stok Darah PMI Kota Semarang Sore Ini Rabu 24 Februari 2021, Tiga Komponen Menipis | Hasil Indonesia Open 2022, Jatuh-Bangun Lawan Ganda Malaysia, Yuta Watanabe/Arisa ke Perempatfinal | Nonton TV Online Ini Link Live Streaming Mola TV West Ham Vs Wolves Liga Inggris Malam Ini | Survei Indopol: Elektabilitas Prabowo Subianto Teratas, Disusul Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan | Gunung Krakatau Pernah Meletus Dahsyat, Dikenang Sebagai Tragedi 1883 | Liverpool Diizinkan Sematkan Lencana Juara Piala Dunia Antarklub 2019, Tapi Hanya di Laga Ini | Presiden AS Joe Biden Menerima Vaksin Booster Pfizer-BioNTech | HASIL MotoGP Italia 2021, Quartararo Persembahkan Kemenangan untuk Pembalap Moto3 Jason Dupasquier | Vietnam vs Indonesia, SEA Games 2022: Tak Punya Striker Tajam, Shin Tae-yong Tiru Taktik Guardiola? | Jual Mobil Motor Baru dan Bekas Semarang Murah Berkualitas, Senin 7 Juni 2021 |

Anda sedang membaca Haryanto Warga Pati Jadi Polisi Gadungan, Tipu Para Janda Kuras Harta Korban, Kenalan Lewat Facebook - JATENGKOTA mohon pertahankan, kami selalu update berita terbaru hari ini singkat, padat dan terpercaya.

Haryanto Warga Pati Jadi Polisi Gadungan, Tipu Para Janda Kuras Harta Korban, Kenalan Lewat Facebook


Oleh : JATENGKOTA | on
Haryanto Warga Pati Jadi Polisi Gadungan, Tipu Para Janda Kuras Harta Korban, Kenalan Lewat Facebook

JATENGKOTA, PATI - Haryanto (33), warga Desa Tunjungrejo, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati harus berurusan dengan pihak kepolisian setelah aksinya sebagai polisi gadungan terungkap.

Dari keterangannya kepada polisi, bermodal pengakuan sebagai anggota kepolisian, ia telah menipu tiga perempuan.

Dua di antaranya janda.

Dari aksi yang ia lakukan, Haryanto berhasil menguras harta korban-korbannya.

Kapolsek Wedarijaksa AKP Teguh Heri Rusianto yang mewakili Kapolres Pati AKBP Jon Wesly Arianto mengatakan, pelaku memang kerap menipu perempuan.

Korbannya yang terbaru ialah AP (31), warga Desa Klayusiwalan, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati.

Haryanto mengaku mengenal korban melalui Facebook.

Kepada AP, Haryanto mengaku sebagai anggota Tim Buser Polres Kudus.

Haryanto mengetahui bahwa hubungan rumah tangga AP sedang bermasalah dan sedang dalam proses perceraian.

Dari situlah ia berusaha mendekati dan menipu AP.

“Pelaku sering menghubungi korban. Bahkan, pelaku juga kerap mendatangi rumah korban. Saat pelaku ditangkap warga, ia tengah berada di rumah orang tua korban, yakni Sugiyanto, di Dukuh Jekso, Desa/Kecamatan Wedarijaksa," ucap AKP Teguh.

Menurut AKP Teguh, AP dijanjikan akan dinikahi pelaku setelah proses perceraiannya selesai.

Teguh mengatakan, pada saat pelaku tengah berada di rumah orang tua korban, seorang warga merasa curiga.

Warga awalnya percaya dengan pengakuan pelaku.

Namun, keberadaan pelaku yang berlama-lama di rumah orang tua korban membuat warga curiga.

Warga merasa tidak nyaman lantaran pelaku dianggap mengganggu ketenteraman.

"Kemudian warga memergoki pelaku dan akhirnya mengaku bahwa dirinya bukan anggota kepolisian. Anggota kami juga langsung ke lokasi untuk memastikan hal itu. Pelaku lalu kami amankan di Mapolsek Wedarijaksa," ujar Teguh.

Dari hasil interogasi, pelaku mengaku sebagai anggota kepolisian untuk membuat korbannya terkesan dan jatuh hati.

Teguh menjelaskan, berdasarkan pengakuan Haryanto, tiga perempuan korban itu tinggal di lokasi yang berbeda.

Sebelum AP, korban pertama yang ditipunya ialah janda asal Kabupaten Batang yang bekerja di satu di antara rumah sakit di Pati.

Pelaku mengenal korban juga melalui Facebook. Penipuan pada janda asal Batang itu ia lakukan sekira delapan bulan lalu.

Teguh mengatakan pelaku sempat meminjam uang sebanyak Rp 5 juta ke janda asal Batang.

Namun, karena keluarga korban meminta pertanggungjawaban, tak lama kemudian pelaku mengembalikan uang tersebut.

"Kepada korban yang ini, pelaku melancarkan aksinya dengan mengaku sebagai duda satu anak. Kenyataannya, pelaku masih punya istri sah,” terangnya.

Setelah korban pertamanya, pelaku juga pernah menipu seorang janda di Kudus.

Pelaku mendapatkan sepeda motor beserta surat-suratnya.

Menurut Teguh, pelaku mengaku menggadaikan motor tersebut seharga Rp 15 juta.

"Dari korban ini, pelaku juga mendapatkan uang senilai puluhan juta, bahkan ratusan juta. Oleh pelaku, uang itu digunakan untuk bisnis jilbab. Modusnya sama, pelaku mengenal korban dari Facebook. Penipuan kepada korbannya yang kedua ini dilakukan sejak lima bulan lalu,” ucapnya. (Mazka Hauzan Naufal)

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

Baca Juga

COMMENTS