Temuan ESDM Jateng Soal Api Abadi Mrapen Mati Total hingga Potensi Muncul Kembali | Penyelidikan Dugaan Kebocoran Dihentikan, Kemenkes Jamin Data Pengguna eHAC Aman | Kunci Jawaban Buku Tematik Tema 7 Kelas 6 Soal Halaman 46 47 49 | Bupati Haryanto Ingatkan Napi yang Terima Remisi Kemerdekaan Agar Lakukan Pekerjaan Legal | Cara Kirim Foto dari iCloud ke Google Photos | Info Pemeliharaan Jaringan Listrik PLN ULP Tegowanu Rabu 16 Desember 2020 | Masih dalam Pencarian, Warga Turut Berikan Doa untuk Keselamatan Kru Kapal Selam KRI Nanggala 402 | BIN Buka Lowongan Relawan Covid-19, Terbuka untuk Lulusan SMA Sederajat, Lolos Jadi PNS | Hari Ini Rupiah Spot Dibuka Melemah tapi IHSG Justru Menguat | Vanessa Angel Konsumsi Xanax karena Stres | Beredar Foto Ganjar Mengenakan Baju Putih, Warganet: Ayo Sumbang Tiket Kembalikan ke Semarang | Bupati Yuni Santuni Anak Yatim Piatu saat Malam Hari Jadi ke-274 Kabupaten Sragen | Chord dan Lirik Lagu Kering Air Mataku - Geisha: Sudah Kering Air Mataku, Tersiksa Merindukanmu | Barcelona Gagal Juara Liga Spanyol, Jordi Alba: Semoga Bukan Laga Terakhir Messi di Camp Nou | Satu Jam Rumah Dinas Gubernur Ganjar Gelap Gulita, Kisah Earth Hour 2020 di Tengah Corona | UPDATE: Jenazah Perawat RSUP Dr Kariadi Semarang Meninggal Karena Corona Batal Dimakamkan di Ungaran | BREAKING NEWS: Bentrokan Antarpemuda di Pati, Satriya Tewas dan Dua Luka-Luka | Puisi Untuk Ainun BJ Habibie | Kunci Jawaban Kelas 2 SD Tema 7 Halaman 210 211 212 213: Menulis Cerita tentang Hewan | Misteri Pria Hangus Terbakar di Kebun Sawit, Istri Korban Temukan saat Hendak Antar Makanan | Diintrogasi hingga Menangis, Lesti Kejora Sebut Dirinya selalu Dibully: Dedek Manusia Biasa Juga | Tips Unggah Foto KTP saat Daftar Kartu Prakerja hingga Bocoran Pembukaan Pendaftaran Gelombang 20 | Antisipasi Corona, TMMD Desa Tangen Ditutup Wabup Sragen di Dalam Ruangan | Kepala Dispermades Kab.Tegal Meninggal Dunia karena Kerusakan Paru-paru yang Disebabkan Covid-19 | Sebaran 1.266 Kasus Kematian Corona 25 Juli 2021: Jawa Timur Sumbang Angka Tertinggi | Ulama di Jateng Belum Sepakat Salat Tarawih di Rumah | Miliki Efikasi 91%, BPOM Terbitkan Izin Penggunaan Darurat Vaksin Sputnik-V | Begini Cara Mendapatkan Uang Baru Rp 75.000 Edisi Kemerdekaan, Hanya Dicetak 75 Juta Lembar | Eks Pemain Juventus Ini Nilai AC Milan Kini Lebih Tangguh Dibanding I Bianconeri | Billy Syahputra Tak Mau Dijodohkan dengan Nikita Mirzani : Salah Dikit Jadiin Story | Sinopsis Agneepath Mega Bollywood ANTV Malam Ini, Tayang Jam 19.30 WIB | Klasemen Terbaru Liga 1 2019 Setelah PSIS Kalahkan Tira Persikabo, Persib di Posisi ke Berapa? | Relawan Sebut Jokowi akan Reshuffle Kabinet Awal Oktober | Bawaslu Kabupaten Pekalongan Tertibkan Alat Peraga Kampanye di Reklame Berbayar | 6 Bulan Pacaran, Marcell Darwin Nikahi Nabila Faisal | Hasil Liga Inggris Tadi Malam Southampton Vs Arsenal, Dua Gol The Gunners Akhiri Rekor Buruk | Ramalan Zodiak Cinta Besok Jumat 10 April 2020, Virgo Hubungan Perlu Komitmen | ‎Kecanduan Film Porno, Pelajar SMA di Solo Ini Pamer Kemaluan dan Onani di Lingkungan Kos Putri | Ada Dugaan Pemotongan Insentif Nakes RSUD Kudus, Direktur: Itu Inisiatif dari Nakes Sendiri | Politisi Partai Gerindra Ini Sebut Ancaman Menteri Jonan ke Bawahannya Akan Berakibat Fatal | Asyik, Hotel Sediakan Wifi Gratis buat Pelajar | PSIS Semarang Bentuk 3 Tim Sebelum Liga 1 2020 Dilanjutkan, Ini Lokasi Home Base Mahesa Jenar | Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Bandung, Selasa 4 Mei 2021: Ramadhan Hari Ke-22 | Prakiraan Cuaca BMKG: Peringatan Dini Jumat, 3 September 2021: Waspada Cuaca Ekstrim di 21 Wilayah | Ria Ricis Ungkap Alasan Tak Hadiri Pernikahan Atta Aurel, Netizen: Gak Drama Gak Makan | PPKM Level 4, Bupati Semarang Izinkan Sektor Informal Buka dengan Kapasitas 25 Persen  | Disbudpar Kota Semarang Cuma Target Tingkat Kunjungan 3 Juta Wisatawan Selama Pandemi Covid-19 | Prediksi Bill Gates soal Virus Corona di Amerika | Dosen Unisbank Semarang Ini Sebut PKM atau PSBB Adalah Lockdown Berbiaya Murah | Sudah Periksa 23 Saksi, Polisi Belum Tetapkan Tersangka Radioaktif di Perumahan Batan Indah | Viral Video Pria Hanya Pakai Celana Dalam Serang Imam Masjid di Cilegon, Ini Fakta yang Sebenarnya | Cek Penerima BLT Subsidi Gaji 2021 di bsu.bpjsketenagakerjaan.go.id, Ini Data BSU yang Tersalurkan | Pemkab Batang Anggarkan Rp 9,2 Miliar untuk Perbaikan Jalan di Tiga Kecamatan | September Bantuan Pemerintah Rp 2,4 Juta Ditransfer Langsung ke Rekening Karyawan, Ini Mekanismenya | 63 Kepala Sekolah Ketakutan Minta Mundur Tak Kuat Diperas 3 Oknum Jaksa Mental Preman | Rocky Gerung Tak Yakin Luhut Pandjaitan Urusi Youtube Said Didu Hingga Berselisih: Ada yang Bisikin | Musim Hujan, BPBD Kota Tegal Bagikan Tips Mencegah Ular Datang ke Sekeliling Rumah | 30 Pekerja Asal Jawa Tengah yang Di-PHK di Bali Masih Tertahan di Pelabuhan Gilimanuk | Ganjar Bikin Lapak Ganjar Musik, Bantu Musisi Pendatang Tambah Subscriber: Contoh Woro Widowati | IPW: Penyidik KPK yang Peras Wali Kota Harus Pakai Rompi Oranye dan 'Dipajang' di Media | Wajah Sopir Truk Tronton Kecelakaan Maut Tewaskan Loper Koran di Kalibanteng Semarang, Masih Buron | Pemkot Tegal Pilih Warga yang Tak Memiliki Rumah dan Pekerjaan Tetap untuk Jadi Transmigran | Wedang Uwuh Den Bagus Asli Imogiri yang Pecahkan Rekor MURI | Bacaan Niat Puasa Sunah Senin Kamis untuk Nanti Malam, Disertai Doa Berbuka Puasa | Hasil FP1 MotoGP Styria: Jack Miller Tercepat, Velentino Rossi di Posisi Buncit | Orangtua Youtuber Ferdian Paleka yang Ngeprank Waria Diduga Bantu Pelarian Anaknya | Nikita Mirzani Ungkap Asal Saldo Rp 3,1 Miliar Barbie Kumalasari: Itu Uang Uya Kuya | Jadwal Imsak dan Azan Subuh, Minggu 25 April 2021 di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi | Petinju Amir Khan Sebut Pandemi Virus Corona Sebagai Konspirasi untuk Kendalikan Populasi | Babak Baru Kasus Dugaan Wanprestasi Ashanty, Kuasa Hukum Martin Pratiwi: Ada Iktikad Kurang Baik | 606 Narapidana Lapas Kedungpane Semarang Dapat Remisi HUT Kemerdekaan RI | Jalani Pemusatan Latihan, Atlet Sepak Takraw Jateng Siap Berlaga di PON Papua | BREAKING NEWS: Kecelakaan Tunggal Truk Terguling di Jalan Usman Janatin Semarang Utara | Andrea Pirlo Ogah Baca Koran demi Bisa Fokus Sukseskan Misi Terbaru Juventus, Takut Dipecat? | Penerima Subsidi Gaji Rp 1 Juta Bisa Dicek di bsu.bpjsketenagakerjaan.go.id, Pakai NIK | Kepingan KRI Nanggala 402 Ditemukan, AHY: Semoga Ada Keajaiban dan Pertolongan dari Allah SWT | UPDATE Virus Corona di Kabupaten Tegal, Bertambah 57 Orang 3 di Antaranya Meninggal Dunia | Ke TKP Kecelakaan, Petugas Unit Laka Satlantas Polrestabes Semarang Wajib Pakai APD Khusus | Dekan FITK UIN Walisongo Semarang Lantik Lembaga Eksekutif Mahasiswa Dan UKM | Update Kecelakaan Beruntun di Ngaliyan Semarang, Diduga Truk Rem Blong, Ini Kata Junaedi | Masih Banyak Warga Nekat Mudik, Pemerintah Diminta Tingkatkan Pengawasan di Jalur Tikus | Syarat Perjalanan Naik Pesawat hingga Kereta Api setelah PPKM Diperpanjang: Tunjukkan Kartu Vaksin | Video Rumah Terbakar di Perum Semarang Indah | 5.991 Napi di Jawa Tengah Terima Remisi HUT ke-75 RI, 93 Orang Langsung Bebas | Ribuan Warga Brebes Padati Jalan Pantura Saksikan Kirab Budaya Hari Jadi ke-342 | Daftar Wilayah Indonesia yang Diprediksi BMKG akan Alami Hari Tanpa Hujan Paling Lama | Alasan Google Bluur Depan Rumah Ini, Ada Kisah Penculikan & Kekerasan Seksual Selama 10 Tahun | Chord Kunci Gitar Cinta Bersabarlah Letto | Satreskrim Polresta Solo Temukan Unsur Pidana dalam Kasus Pembobolan Rekening Maybank | SIG Catatkan Kenaikan Laba 29,7 Persen pada Semester 1 2021 | Kunci Jawaban Buku Tematik Kepemimpinan Kelas 6 Tema 7 Halaman 105 106 107 109 111 | Chord Kunci Gitar Saat Kau Pergi Vagetoz | Nia Ramadhani Bagikan Momen Kebersamaan Gading Marten, Gisel, dan Wijin | Curhat Bomber PSIS Semarang Bruno Silva, Terima Pesan Jahat Setelah Ribut dengan Komarudin: Sedih | Aurel Hermansyah Buka-bukaan Ingin Nikah Muda, Nikah Sama Atta Halilintar? | Sebut Andika Perkasa Berpeluang Jadi Panglima TNI, Effendi Simbolon Pernah Bahas soal Masa Jabatan | Dua Warga Batang Gelapkan 16 Mobil Modus Rental untuk Proyek PLTU |  Di Blora Ada Apa Saja? Silakan Buka Aplikasi Dolan Blora  | 5.991 Napi di Jawa Tengah Terima Remisi HUT ke-75 RI, 93 Orang di Antaranya Langsung Bebas | Babi Bermasker Tidur di Ranjang Gegerkan Warga Konawe Utara, Begini Penuturan Pemilik Rumah |

Anda sedang membaca Temuan ESDM Jateng Soal Api Abadi Mrapen Mati Total hingga Potensi Muncul Kembali - JATENGKOTA mohon pertahankan, kami selalu update berita terbaru hari ini singkat, padat dan terpercaya.

Temuan ESDM Jateng Soal Api Abadi Mrapen Mati Total hingga Potensi Muncul Kembali


Oleh : JATENGKOTA | on
Temuan ESDM Jateng Soal Api Abadi Mrapen Mati Total hingga Potensi Muncul Kembali

TRIBUNJATEN.COM, GROBOGAN - Api abadi Mrapen di Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, padam sejak Jumat (25/9/2020).

Kepala Seksi Energi Cabang Dinas ESDM Provinsi Jateng Wilayah Kendeng Selatan Sinung Sugeng Arianto mengatakan, pada Minggu (20/9/2020), nyala api di api abadi Mrapen sempat menurun dan padam sepenuhnya pada Jumat.

Ketiadaan suplai gas diduga menjadi penyebab.

Salah satunya adalah terkait dengan aktivitas pengeboran oleh warga untuk mencari sumber air yang memicu semburan gas di sekitar lokasi.

Sebenarnya, ini bukan kali pertama api abadi Mrapen meredup dan padam.

Ada sejumlah catatan redup dan padamnya api abadi Mrapen, meskipun pada akhirnya bisa muncul kembali.

Tidak terawat dan meredup

Melansir Harian Kompas, 9 Mei 1996, sumber api alam Mrapen yang digunakan untuk menyalakan obor pesta olahraga Ganefo tahun 1963 dan Pekan Olahraga Nasional X/1989 pernah padam di tahun 1996.

Namun, sekitar 75 cm dari titik api sebelumnya, ditemukan sumber api baru yang menyala lebih besar.

Baik dari sumber api lama maupun yang baru, keduanya berada di lokasi obyek wisata api abadi Mrapen, yang ditutupi tumpukan batu.

Pemilik lahan tempat sumber api alam Mrapen, Parminah Soepradi menuturkan, nyala api alam itu semakin mengecil sejak Februari 1996.

Kemudian, pada akhir Maret 1996, nyala api padam meskipun tetap mengeluarkan uap panas.

Api pun pernah meredup di tahun 2004. Saat itu, tidak diketahui apa sebabnya.

Redupnya nyala api abadi ini seolah menggambarkan kondisinya yang kurang terawat.

Dikutip dari Harian Kompas, 22 Oktober 2004, salah seorang warga di sekitar api abadi Mrapen, Gunadi mengatakan, perbaikan dan perawatan obyek wisata hanya terjadi setiap ada acara.

Misalnya, saat akan dilakukan pengambilan api Pekan Olahraga Nasional (PON), dilakukan renovasi tahun 1996 silam.

"Setelah itu tidak pernah ada lagi perawatan, apalagi perbaikan," kata Gunadi saat itu.

Dengan semakin tidak terawatnya lokasi api abadi Mrapen, nyalanya pun semakin meredup dari tahun ke tahun.

"Ketika 15 tahun lalu, ketinggian nyala api dari permukaan tanah bisa mencapai 30-50 sentimeter, tetapi kini menyusut dan tinggal 15-20 sentimeter," kata juru kunci api abadi Mrapen, Muryo Prasetryo sebagaimana dikutip Harian Kompas, 24 Oktober 2011.

Bahkan, ketika hendak digunakan untuk acara besar seperti PON dan upacara agama Budha, api harus dipancing dengan kertas kemenyan, atau dupa, serta briket batubara agar nyalanya besar.

Kondisi lokasi pun berangsur-angsur memburuk. Meskipun tidak terlalu sulit dicapai, tidak mudah menemukan obyek wisata ini. Pasalnya, hampir tidak ada petunjuk jalan yang bisa memandu wisatawan ke lokasi itu. Papan petunjuk ke lokasi obyek wisata pun telah rusak.

Padam dan potensi muncul kembali

Terbaru, api abadi Mrapen pun padam. Adapun penyebabnya masih diselidiki.

Namun, menurut dugaan awal, hal itu terjadi akibat pengeboran untuk mencari sumber air yang berjarak 150 meter dari lokasi lubang api abadi Mrapen.

"Berkisar 150-200 meter dari api abadi Mrapen, muncul semburan gas bercampur air pada September lalu. Hingga kemarin siang, gas masih muncul di titik itu. Semburan gas terjadi setelah ada warga yang melakukan pengeboran untuk mencari air," kata Kepala Seksi Energi Cabang Dinas ESDM Jateng Wilayah Kendeng Selatan Sinung Sugeng Arianto sebagaimana dikutip Harian Kompas, Sabtu (3/10/2020).

"Kami masih memetakan titik-titik sumber gas. Ada warga yang mengebor (untuk mendapatkan air). Masih dikaji. Pada 1990-an, (nyala api abadi) menurun, tetapi kemudian dibor di sekitarnya dan ada api lagi," lanjutnya. D

osen Teknik Geologi dan Pertambangan Institut Teknologi Adhi Tama, Surabaya, Jawa Timur, Handoko Teguh Wibowo memperkirakan adanya kaitan antara semburan gas hasil pengeboran sumber air dengan padamnya api ini.

Dosen yang meneliti gas rawa di Grobogan ini menuturkan, solusi dan mitigasi yang bisa dilakukan ialah dengan memisahkan air serta gas yang keluar di sumur.

Kemudian, gas yang keluar disalurkan kembali ke lubang api abadi Mrapen.

"Keluarnya gas ini menjadi indikasi ketersediaan gas yang melimpah," ujarnya. Untuk itu, pengeboran oleh masyarakat harus diperhatikan dan berizin.

Api abadi Mrapen

Melansir Harian Kompas, 26 Mei 1996, api alam Mrapen ini sendiri biasanya digunakan untuk berbagai acara penting, mulai dari melambangkan api Dharma dalam perayaan Tri Suci Waisak hingga menyalakan obor Pekan Olahraga Nasional (PON).

Obyek wisata ini terletak sekitar 45 kilometer arah timur kota Semarang, tepatnya sekitar 100 meter di tepi jalan raya Semarang-Grobogan, Kelurahan Manggarmas.

Pengembangan kawasan ini telah dilakukan secara nyata sejak masuk dalam kawasan wisata tahun 1960-an.

Tidak ada sejarah jelas tentang keberadaan api abadi ini.

Tidak ada prasasti maupun peninggalan lain yang dapat menjelaskan tentang api alam tersebut.

Namun demikian, warga setempat meyakini bahwa api abadi Mrapen yang terus menyala dari dalam tanah itu merupakan peninggalan Sunan Kalijaga, salah seorang dari Wali Songo, penyebar agama Islam di Indonesia.

Sunan Kalijaga diyakini mampir di kawasan Mrapen pada 1447 dalam perjalanannya membawa tiang utama pembangunan Masjid Demak.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Bukan Pertama Kalinya Padam, Ini Sejarah Api Abadi Mrapen di Grobogan"

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

Baca Juga

COMMENTS