Mendagri akan Keluarkan Surat Edaran terkait Pelaksanaan Sekolah Tatap Muka | Sinopsis Death Race Big Movies GTV Malam Ini, Tayang Jam 22.00 WIB | Susunan Pemain dan Link Live Streaming Real Madrid Vs Real Valladolid La Liga Spanyol | Jadwal Serie A Liga Italia Pekan Ini AC Milan Vs Verona, Juventus Vs Lazio dan Atalanta Vs Inter | Kakek Cabuli Cucu di Kebumen Sejak 2017, Nenek Tahu Tapi hanya Diam karena Takut | Jadwal Imsak dan Buka Puasa Hari Ini Bandar Lampung, Ramadhan Hari ke-27, Rabu 20 Mei 2020 | Latte Art Showing Session Unkartur Tarik Perhatian Pengunjung Edufair di SMA Negeri 3 Semarang | Ini 20 Pemain Persib Bandung di Latihan Perdana, Ezechiel dan Rene Alberts Tak Hadir, Ini Kata Yaya | Nonton TV Online, Link Live Streaming Bundesliga RB Leipzig Vs SC Freiburg Malam Ini di Mola TV | Bisa Dicontoh Jateng, Semua Pasien Positif Virus Corona di Malang Dinyatakan Sembuh | Arab Saudi Tak Mau Buat Kesepakatan dengan Israel Tanpa Perdamaian Palestina | Main Film Hollywood Lagi, Iko Uwais Mulai Syuting Snake Eyes di Tokyo | Lelang Sudah Selesai, Lahan Bekas Pasar Kobong Rejomulyo Semarang Segera Dibangun Taman | Video Isak Tangis dalam Pemakaman Balita Korban Kebakaran | PSIS Semarang Akan Lakoni Laga Away Terakhir di Sidoarjo Targetkan Angka 40 Poin | Hasil Lengkap Belanda Vs Italia UEFA Nations League 2020, Si Biru Menang di Kandang Tim Oranye | Hasil Liga Italia Tadi Malam Parma Vs Napoli, Semua Gol Tercipta dari Titik Penalti | Stop Penyemprotan Disinfektan ke Orang, Pakai Masker Kalau Keluar, Ganjar: Saya Doakan Semua Sehat | BREAKING NEWS: Seorang Pria Ditemukan Meninggal Gantung Diri di Tembalang Semarang | Kiai Miftach Jadi Ketum MUI 2020-2025, Ini Pesan Tegas kepada Ulama dalam Berdakwah | Foto Perbedaan Suasana Semaan Al-Quran di Masjid Kauman Semarang Sebelum dan Saat Wabah Corona | Bakal Calon Bupati Klaten One Krisnata Tak Lakukan Persiapan Khusus Jalani Tes Kesehatan | Cerita Sopir Bus Mudik Jalan Kaki Jakarta-Solo Bikin Pengunjung Warung Tersedak, Rio Berupaya Puasa | Resep Cumi Goreng Tepung Cripsy Anti Gagal | Peringati Hari Jadi Kab Pekalongan, Bupati Asip Ziarah ke Makam Bupati Pertama Pangeran Mandurorejo | Setelah Ronaldo dan Messi Kini Giliran Diego Costa yang Tersandung Kasus Pajak | Resep Cumi Goreng Tepung Cripsy Anti Gagal | Kasus Edhy Prabowo, Rocky Gerung: Sudah Ada yang Berpikir Gantikan Posisi Prabowo Subianto | Video Motor Tabrak Gerobak Pemulung Muatan Berserakan di Jalan | AS Kirim Kapal Induk USS Ronald Reagan Ke Laut China Selatan, Klaim Jaga Keamanan Indo-Pasifik | Ustaz Abdul Somad Putuskan Mengundurkan Diri sebagai PNS, Ungkap 3 Alasan Utamanya | Peruntungan Shio Besok Sabtu 23 November 2019, Tahun Babi Tanah Imlek 2660 | Hanya dalam 2 Bulan, Kemiskinan di Indonesia Melonjak Drastis, Kembali Seperti 2011, ini Datanya | Ekspor Batik Kota Pekalongan Tembus 1,1 Juta Dolar AS, Saelany: Industri Batik Harus Lebih Inovatif | Equnix Tawarkan Solusi Teknologi Informasi Berbasiskan Open Source di Era New Normal | Warga Subah Batang dan Magelang Tewas Kecelakaan Maut Truk Cabai di Tol Cipali |

Anda sedang membaca Mendagri akan Keluarkan Surat Edaran terkait Pelaksanaan Sekolah Tatap Muka - JATENGKOTA mohon pertahankan, kami selalu update berita terbaru hari ini singkat, padat dan terpercaya.

Mendagri akan Keluarkan Surat Edaran terkait Pelaksanaan Sekolah Tatap Muka


Oleh : JATENGKOTA | on Sabtu, 21 November 2020 22:09
Mendagri akan Keluarkan Surat Edaran terkait Pelaksanaan Sekolah Tatap Muka

JATENGKOTA, JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) mengizinkan sekolah untuk menggelar pembelajaran tatap muka.Sebelumnya, pembelajaan di sekolah dilakukan secara daring akibat pandemi Covid-19.Kebijakan sekolah menggelar pembelajaran tatap muka mulai berlaku pada semester genap tahun ajaran 2020/2021 atau mulai Januari 2021.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim meminta sekolah-sekolah segera mempersiapkan diri dari sekarang jika hendak melakukan pembelajaran tatap muka pada Januari 2021."Ini bukan hanya untuk sekolah dasar tapi juga buat perguruan tinggi," ucap Nadiem dalam konferensi pers virtual, Jumat (20/11).

Nadiem memastikan, teknis mengenai perkuliahan, serta aturan protokol kesehatan, dan daftar periksa akan diumumkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud."Protokol kesehatan, daftar periksanya, dan lain-lainnya itu akan ditetapkan selanjutnya dalam waktu yang dekat oleh Ditjen Dikti," tutur Nadiem.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mendukung penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar dengan sistem tatap muka.Dengan kebijakan ini, ia memastikan akan membuat surat edaran terkait sosialisasi dalam proteksi terhadap Covid-19.Surat tersebut akan disebarkan kepada pemerintah daerah yang dapat membawahi dinas terkait.Seperti Diskominfo, Dishub, Dinkes, Dinas Pendidikan dan Satgas Covid-19 di tiap-tiap daerah.

"Nanti dalam SE ini kami akan menyakinkan yang dilakukan oleh berbagai SKPD dimasukkan dalam dokumen rencana kerja pemerintah daerah atau RKPD dan juga dokumen penganggarannya dalam dokumen APBD. Semua mekanisme untuk proteksi tatap muka tidak menjadi klaster baru," katanya.

"Agar tatap muka tidak menjadi klaster baru di lingkungan pendidikan termasuk juga lingkungan pendidikan keagamaan.Pada prinsipnya Kemendagri mendukung langkah-langkah ini, karena kita melihat ada beberapa dampak negatif yang disampaikan oleh Mendikbud," lanjutnya lagi.

Mendagri berharap, Dinas Kesehatan dapat melakukan kegiatan testing di satuan pendidikan.Termasuk di pesantren dengan biaya dari pemerintah daerah.Ia juga berharap sosialisasi juga diberikan kepada anak-anak dan orang tua."Dilakukan testing reguler dan juga dengan meningkatkan kapasitas kesehatan terutama fasilitas karantina di tiap-tiap daerah.Kalau ternyata terjadi klaster baru, maka secepatnya dilakukan karantina," ujarnya.

"Artinya tiap daerah, dinas kesehatannya harus menyiapkan tempat karantina dan juga meningkatkan kapasitas untuk treatment rumah sakit yang ada di kabupaten/kota maupun provinsi.Kita mengantisipasi jangan sampai nanti terjadi lonjakan dari tatap muka ini," imbuhnya.

Terkait masalah dukungan anggaran, Mendagri meminta agar memprioritaskan daerah tertentu.Seperti daerah dengan rendahnya kapasitas fiskal dan berada di zona merah-oranye untuk diberikan bantuan."Kami menyarankan dari pusat terutama Kemendikbud dan Kementerian Kesehatan dapat memberikan bantuan melalui mekanisme dana dekonsentrasi kepada gubenur.Selaku wakil pemerintah pusat di daerah atau bisa langsung kepada bupati atau walikota melalui mekanisme dana tugas pembantuan," katanya.

Berikut aturan dan teknis pelaksanaan pembelajaran tatap muka di sekolah sebagaimana dirangkum Tribunnews.com dari Kompas.com dan kemdikbud.go.id:

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

Baca Juga

COMMENTS