Polisi Ungkap Penyebab Munculnya Gas Misterius di Pekarangan Rumah Warga Popongan Karanganyar | Marko Simic Donasikan Rp100 Juta untuk Bantu Tangani Pandemi Virus Corona | Kronologi Ibu di Indramayu Peluk Jenazah Anaknya 3 Hari 3 Malam, Diduga Korban Covid-19 | UPDATE Corona 29 September 2021: Kasus Positif Bertambah 1.954, Sembuh 3.077, Meninggal 117 | Pengin Jadi Pendakwah, Jawaban Vicky Prasetyo saat Raffi Ahmad Tanya Cita-Cita | Harkitnas 2021, Ahmad Basarah Harap Ke Depan BRIN Produksi Vaksin Covid-19 Milik Bangsa | Prediksi Juventus Vs Verona Serie A Liga Italia, H2H, Susunan Pemain dan Link Live Streaming RCTI | Login cekbansos.kemensos.go.id untuk Cek Penerima Bansos BST, PKH, dan BPNT Mei 2021 | Polri Tangkap 13 Napi Program Asimilasi yang Dibebaskan Kemenkumham | H-1 Lebaran Terminal Pilangsari Sragen Terpantau Sepi | Jadwal & Cara Daftar PPDB Jateng SMA/SMK Tahun 2021 Melalui ppdb.jatengprov.go.id | Tempat Wisata Kabupaten Semarang Mulai Dibuka Bulan Agustus 2020 | Not Angka Nadin Amizah Bertaut | Peringatan Dini BMKG Besok Sabtu, 11 September 2021: Waspada Cuaca Ekstrem di 31 Wilayah Indonesia | Pasar Beras Kota Tegal Kian Memprihatinkan, Pembangunan Rencana Dimulai 2021 | BMKG Tegal Prediksi Gelombang Tinggi di Pesisir Utara Pekalongan, Ada Fenomena Borneo Vortex | Kota Tangerang Kritis Tempat Pemakaman Covid-19, Lahan Baru 2,8 Hektare Disiapkan  | Kabar Gempa Besar 9,5 SR Guncang Argentina Tidak Benar, Terjadi Kesalahan Teknis | Ramalan Zodiak Cinta Hari Ini Rabu 27 Mei 2020, Taurus Cobalah Keluar dari Hubungan Stagnan | Peruntungan Shio Besok Selasa 5 Mei 2020 | Antisipasi Pasien Covid Membeludak, Wali Kota Medan Gunakan Kapal Pelni Untuk Isoter | Hasil Akhir Skor 3-2 Juventus Vs Sampdoria, 2 Kemenangan Beruntun! | Pasangan ODGJ Pegangan Tangan Difitnah Berbuat Mesum Sampai Gancet: Mereka Takut Disoraki Warga | Pembunuhan Ibu dan Anak, Terungkap Pemilik Sepatu dan Helm Hingga Anjing Pelacak Gonggong Saksi | Pemprov Jateng dan Hetero Space Lahirkan Tiga Startup Potensial | Polda Metro: Tidak Mungkin Polisi Tungguin Orang Makan di Warung | Jadwal  Samsat Online Keliling Demak Hari Ini, 2 Agustus 2020: Buka di Dua Lokasi | Kunci Jawaban Tema 1 Kelas 5 Halaman 51 52 53 54 55 Subtema 1 Pembelajaran 6 Organ Gerak Hewan | Video Pengakuan Pencuri Spesialis Kambing Jantan | Kasus Positif Corona Meningkat, RSUD Salatiga Tambah 30 Ruang Isolasi Pasien | Liga 1 Segera Bergulir tapi Robert Alberts Enggan Gelar TC, Ini Alasannya | Hari Ini KPK Periksa Anies Baswedan Terkait Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Lahan | Hasil Persipura Jayapura Vs Persebaya Surabaya, Gol Tunggal di 10 Detik Jelang Peluit Panjang | Teddy Sewa 10 Pengacara Terkait Warisan Lina Rp 10 Miliar, Sule Justru Tak Mau Berurusan | 2 Damkar Semprotkan Desinfektan di Sekitar Rumah PDP Virus Corona Meninggal di Colomadu Karanganyar | Kompol SL Widodo Kasatlantas Minta Maaf dan Cium Tangan Ibu Korban yang Dianiaya Polisi | Produk UKM Jateng Berpeluang Masuk Jepang, Ganjar Pranowo Akan Komunikasi dengan Dubes | SUPM Negeri Tegal Bakal Jadi Politeknik KP? Dedy Yon: Hibah Tanah Bisa Tapi Perlu Kami Kaji Dahulu | Pemimpin Junta Myanmar: Rusia akan Kirim 2 Juta Dosis Vaksin Virus Corona | Hasil Rapid Test Pegawai Dikbud Kabupaten Tegal, Dua Dinyatakan Reaktif | Update Sebaran Corona 31 Juli 2021 di Seluruh Provinsi: Jawa Tengah Tertinggi, Disusul Jawa Timur | Potret Tisna Tukang Ojek Pengkolan Bersama Istri Asli di Dunia Nyata, Beda Jauh dengan di Sinetron | Video Unjuk Rasa Kepala Sekolah Swasta Jateng di Gubernuran | Rapid Test Negatif, 15 Napi Baru Boleh Masuk Lapas Kedungane | Ramalan Zodiak Kesehatan Jumat 24 September 2021: Capricorn Stres, Libra Perhatikan Kesehatan Gigi! | Ramalan Zodiak Cinta Besok Rabu 29 September 2021, Aries Tidak Baik Larut Dalam Kebencian | Jelang Kick Off Liga 1 - Angelo Alessio Masih di Italia, Latihan Mandiri Persija Berjalan Efektif | Pasar Janglot Tangen Sragen Terbakar, Puluhan Kios dan Los Ludes | Kisah Heroik Anjing Milik Bule Temukan Bayi Perempuan Hidup Dibuang di Semak, Terus Menggonggong | Bumdes Ponowareng Batang Olah Sampah Jadi Pupuk Organik, Kurangi Ketergantungan Pupuk Kimia | Polisi Tangkap Mucikari Prostitusi di Hotel Jalan Dr Wahidin Semarang, Ternyata Masih Bawah Umur | Uki Eks Noah Hijrah Tak Akan Kembali Bermusik: Bagi Saya Gak Membanggakan | Seorang Janda Muda Jual Remaja Ke Pria Hidung Belang hingga 7 Kali di Hotel | Jadwal Imsak dan Buka Puasa Hari Ini Banyumas, Ramadhan Hari ke-12, Sabtu 24 April 2021 | TNI Persempit Ruang Gerak Kelompok Teroris MIT Pimpinan Ali Kalora, Optimis Segera Menangkap Mereka | Berita Duka, Totok Condro Wibowo (Tan Kiem Sing) Meninggal Dunia di Mount Elizabeth Hospital | Warga Kebumen Dilarang Gelar Hajatan Pasca Lebaran | BERITA LENGKAP: Cinta Terlarang Istri Hakim Hingga Tega Membunuh Suaminya dan Hanya Mengaku Khilaf | Ada yang Sebut Mobil Iring-iringan Prabowo Berisik Tak seperti Jokowi, Begini Tanggapan Gerindra | Prediksi Line Up Susunan Pemain PSIS Semarang Vs Persik Kediri Liga 1 2021 | Video Tanah Longsor di Tandang Semarang | Sengkarut PPDB di Jatim, Belum Lahirkan Rasa Keadilan | Warga Demak Mau Curhat Soal Rob Cuma Dapat Lambaian Tangan Presiden Jokowi | Setelah Taufik Hidayat, Tantowi Ahmad dan Sony Dwi Kuncoro Buka Suara soal Borok PBSI | Terimbas Refocusing APBD, Anggaran Renovasi Stadion Joyokusumo Pati Dipangkas | Wabup Pekalongan Riswadi: Vaksinisasi Corona Ditargetkan Selesai Akhir Tahun 2021 | Bupati Haryanto Salurkan Bantuan Baznas pada Para Penjaga Sekolah | Viral Kisah Desainer Gaun, Seorang Pria Disabilitas asal Bali, Punya Bisnis Sendiri Sembari Kuliah | BERITA LENGKAP: Kepala Daerah Bisa Diberhentikan jika Tak Taat PPKM Darurat 3-20 Juli 2021 | Bidik Start Sempurna Liga Inggris, Spurs Khawatirkan Cedera Son Bersama Korea Selatan | Pemkab Batang Bakal Luncurkan Rumah Curhat, Tempat Mengadu Soal Bantuan Sosial | Salihin tak Mengira Ronalisa yang Pandai Berenang dan Menyelam, Ternyata Tenggelam Selamanya | Pekerja Bangunan Asal Semarang Ditemukan Gantung Diri di Pasar Kliwon Solo, Diduga Terlilit Utang | Geliat Bisnis Standing Pot di Kabupaten Tegal, Dian Bisa Untung Rp 10 Juta per Bulan | Cerita Perjuangan Mahasiswi UIN yang Meninggal Seusai Sidang Skripsi, Ijazahnya Diambil Sang Ayah | Dapat Posisi Sebelah Kanan di Surat Suara Pilkada Sragen 2020, Ini Tanggapan Yuni-Suroto | Konflik Falcon Pictures Vs Jefri Nichol dan Junita Eka, Melanggar Perjanjian Digugat Rp 4,2 Miliar | Hasil Juventus vs Sampdoria Liga Italia, Gol Dybala, Bonucci & Locatelli Bawa Bianconeri Raih 3 Poin | Terakhir Bicara Soal Kengerian Akibat Virus Corona, Dokter yang Dijuluki Pahlawan Ini Akhiri Hidup | Inilah Pebulutangkis Putri Indonesia Satu-satunya Peraih Gelar All England di Tunggal Putri | Logistik Kotak Suara Pilwakot Semarang 2020 Tiba di Gudang KPU | Tsamara Amany Terkaget-kaget Lihat Isi Seserahan untuknya, saat Dilamar Profesor Asal Semarang | Kunci Jawaban Tema 1 Kelas 5 Halaman 51 54 Subtema 1 Pembelajaran 6 Contoh Ide Pokok Cerita | Ada Pengalihan Arus Selama Selama Festival Banjir Kanal Barat Semarang | Jadwal dan Live Streaming INews TV Proliga Putri 2020 Jakarta BNI 46 Vs Bandung BJB Tandamata | 7 Buah yang Baik Untuk Santap Sahur Puasa Ramadhan | Enzy Storia Nangis di Disneyland Bareng Jessica Mila | Jual Mobil Motor Baru dan Bekas Semarang Murah Berkualitas Rabu, 28 Oktober 2020 | Kondisi Resto dan Warung Makan di Semarang saat PPKM Level 4 : Kalau Buka Malah Rugi | Tahun Depan, Revitalisasi Monas Jakarta Rp 114,47 Miliar | Bupati Pati Haryanto Sebut Lomba Mewarnai Dorong Keberanian Anak Tunjukkan Kreatifitas | Not Angka Psycho Red Velvet | Blak-blakan Mahfud MD Soal Perubahan Sikap Pemerintah Hingga Akhirnya Rizieq Shihab Jadi Tersangka | Sinopsis Si Kabayan dan Gadis Kota GTV Pukul 23.00 Paramitha Rusady Salah Paham | Pengamat: Pemerintah Harusnya Jelaskan Istilah PPKM Level 3 dan 4 agar Publik Tak Bingung | Prediksi Chelsea vs Manchester City Liga Inggris - Hegemoni The Blues dan Kesempurnaan Tuchel | Mengaku Kesepian karena Istri Baru Melahirkan, Pria Ini Cabuli 17 Murid SD | Perlakukan ART Bak Keluarga Sendiri, Anang Hermansyah: Karena Kita Penuh dengan Kekurangan | Peringatan Dini BMKG Rabu, 15 September 2021: 14 Wilayah Berpotensi Hujan Badai | Perusakan Makam oleh Anak-anak di Solo, KPAI: Harus Lihat Persoalan secara Utuh |

Anda sedang membaca Polisi Ungkap Penyebab Munculnya Gas Misterius di Pekarangan Rumah Warga Popongan Karanganyar - JATENGKOTA mohon pertahankan, kami selalu update berita terbaru hari ini singkat, padat dan terpercaya.

Polisi Ungkap Penyebab Munculnya Gas Misterius di Pekarangan Rumah Warga Popongan Karanganyar


Oleh : JATENGKOTA | on
Polisi Ungkap Penyebab Munculnya Gas Misterius di Pekarangan Rumah Warga Popongan Karanganyar

JATENGKOTA, KARANGANYAR - Peristiwa munculnya gas di Dukuh Domas RT 2 RW 9, Kelurahan Popongan, Kecamatan/Kabupaten Karanganyar akhirnya terjawab.

Kapolsek Karanganyar, AKP Ridwan, mengonfirmasi bahwasanya asap tersebut berasal dari aliran listrik kabel ground PLN yang berada tepat di samping sumber gas tersebut.

"Ternyata penyebabnya adalah aliran listrik di samping kabel ground," kata AKP Ridwan pada Sabtu (2/1/2021).

Asap gas tersebut muncul dari pekarangan milik Sunarso (47).

Kini pihak PLN akan menangani permasalahan tersebut agar tidak menimbulkan keresahan warga mengenai gas itu.

Kemunculan gas ternyata bukan yang pertama.

Menurut warga, Ngadi (62), peristiwa munculnya gas di lingkungan Dukuh Domas pernah ada pada 40 tahun silam.

"Dulu di tahun 1980-an pernah ada kejadian serupa," katanya kepada TribunSolo.com kepada Sabtu (2/1/2021).

Dirinya menyebut jarak antara rumah Sunarso tempat munculnya gas dengan lokasi puluhan tahun silam, hanya berjarak 50 meter.

"Sekarang bekasnya sudah menjadi kebun warga, dan asapnya hanya muncul dalam durasi waktu yang tidak lama," ungkapnya.

Meskipun demikian, dirinya tidak berusaha berspekulasi bahwa kemunculan gas yang saat ini memiliki keterkaitan dengan yang telah terjadi beberapa dekade lalu.

"Jadi nanti kita tunggu dari pemerintah saja," terangnya.

Kemunculan gas ini sendiri telah terjadi sejak awal desember 2020 lalu.

Namun baru viral saat malam tahun baru, ketika ada salah satu warga yang merekam asap tebal muncul dari tanah tersebut.

"Saya tidak terlalu menyadari ada kepulan asap dari tanah tersebut, malah saya tahu dari warga yang melapor kepada saya," kata Sunarso.

Dicek Polisi

Polisi mengecek kemunculan gas yang menggemparkan warga Dukuh Domas RT 2 RW 9, Kelurahan Popongan, Kecamatan/Kabupaten Karanganyar.

Kapolsek Karanganyar Kota, AKP Ridwan mengatakan, bahwa kemunculan gas tersebut tidak ada potensi terjadinya kerusakan atau peristiwa bencana.

"Saya pastikan kondisi di lapangan aman," katanya kepada TribunSolo.com pada Sabtu (2/1/2021).

Sebagai tindak lanjut, AKP Ridwan akan membawa perihal kemunculan gas itu kepada Polres dan Badan Penanggulagan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar.

"Saya baru dapat laporan hari ini nanti akan saya teruskan ke atasan," terangnya.

Sebelumnya, warga di Dukuh Domas RT 2 RW 9, Kelurahan Popongan, Kecamatan/Kabupaten Karanganyar diteror kemunculan gas misterius.

Bahkan saking paniknya, gas yang konon sudah sebulan ini muncul tiba-tiba terasa panas saat ditempelkan kulit, berbau menyengat apabila dari dekat, tetapi tidak memantik kobaran api.

Adapun gas berwarna putih yang menyembur ke udara itu berada di pekarangan toko milik warga bernama Sunarso (74) atau sebelah barat Masjid Al-Ikhlas, Jalan Lawu Karanganyar.

Menurut Sunarso, gas yang muncul tersebut kemudian menggemparkan warga sekitar karena sejak awal Desember 2020 lalu, semakin melebar.

"Dari satu lubang kemudian menyebar menjadi beberapa titik yang kian membesar," katanya kepada TribunSolo.com, pada Sabtu (2/1/2021).

Apalagi pada waktu-waktu tertentu lanjut dia, gas tersebut cukup besar sehingga bisa dilihat secara kasat mata.

Namun beruntung Sunarso sempat mencoba membakar sebuah kertas untuk diarahkan ke lubang gas tersebut.

Setelah diuji coba beberapa kali, walhasil tidak ada kemunculan api.

Meskipun demikian, lubang gas itu menimbulkan hawa panas dan aroma belerang yang amat menyengat saat tercium dari dekat, sehingga mengkhawatirkan warga.

"Kalau dipegang tanahnya panas dan ada sedikit bau belerang," terangnya.

"Seperti kita lihat, tidak ada rumput yang tumbuh di permukaan tanah," ungkapnya.

Kronologi Munculnya Gas

Dikatakan, awalnya hanya ada satu lubang yang mengeluarkan gas, namun saat ini semakin membesar ada lima lubang lain.

"Lubang-lubang itu mengeluarkan gas yang apabila dipegang akan terasa panas," jelasnya.

Kala munculnya satu lubang, warga tidak begitu khawatir sekitar awal Desember 2020 lalu.

Mengingat kini awal Januari 2021 atau sekitar satu bulan, sudah ada beberapa lobang sehingga semakin membesar.

Sebagai tindak lanjut dirinya menghubungi pemerintah terkait agar ada pemeriksaan gas yang membuat warga gempar.

"Saya telah menghubungi Lurah, Camat dan Polsek Karanganyar," terangnya.

Saat ini, pantauan TribunSolo.com, lokasi munculnya gas hanya dibiarkan begitu saja.

Tidak diberikan barikade atau pagar.

Padahal hari ke hari warga berbondong-bondong melihat perkembangan munculnya gas, termasuk sering dikunjungi anak-anak.

Semburan Api di Sragen

Semburan api keluar dari tanah di lahan milik Mbah Rebo, Dukuh Bangurip RT 22, Desa Bonagung, Kecamatan Tanon, Sragen, Jawa Tengah. 

Sontak fenomena alam tersebut membuat geger warga dukuh setempat.

Dilansir TribunSolo.com dari TribunJateng.com, kejadian itu kali pertama diketahui Wiknyo Dikromo alias Rebo (65), pemilik lahan, pada Minggu (18/8/2019) sekitar pukul 19.00.

"Setiap siang ke kebun, saya istirahat di atas tanah yang keluar api itu.

Kemarin saya rasakan, 'Kok tanahnya panas?' 

Saya curiga akhirnya bilang kepada anak-anak," terang Mbah Rebo kepada JATENGKOTA, Senin (19/8/2019).

Setelah sholat magrib, dia memutuskan kembali ke kebun membawa cangkul.

Mbah Rebo tidak sendirian, dia ditemani anak-anaknya.

"Akhirnya kami cangkuli karena penasaran tersebut," ujarnya. 

Sebelum dicangkul, Mbah Rebo melihat tanah itu merah seolah berpijar.

Setelah dicangkuli, keluarlah api yang membuat dia dan anak-anaknya terperanjat.

Menurut Rebo, api semakin membesar dari sejak tanah dicangkul  hingga sekarang.

Kejadian tersebut membuat heboh masyarakat Kecamatan Tanon dan sekitarnya.

Pantauan JATENGKOTA, warga memadati tempat keluarnya api tersebut.

Tanah milik Rebo ini berada 100 meter dari kampung.

Mbah Rebo memiliki luas tanah 4.000 meter.

Rebo menjelaskan, dua tahun lalu tanahnya dibor dengan tujuan dijadikan sumur.

Setelah dibor 50 meter ternyata tidak ada air yang keluar.

"Setelah dibor 50 meter air tidak, jadi kami tutup lagi dengan batu dan tanah. 

Akhirnya saya mencoba mengebor lagi di titik berbeda, alhamdulillah keluar air," terang dia.

Adanya api dari tanah ini, cukup menarik perhatian warga.

Sejak dikabarkan ada fenomena itu, Rebo menyebut warga terus berdatangan dari malam hari.

Pada waktu malam, api yang keluar tampak jelas berkobar-kobar.

Maryanto (54), seorang warga, mengaku sudah sejak semalam berada di lahan tersebut.

Dia bahkan  sempat membakar singkong.

Singkongnya matang tapi citarasanya tidak enak.

"Semalam saya membakar singkong di sini.

Setelah dicicipi rasanya beda, tidak seperti dibakar biasa.

Singkong yang ini seperti ada bau gasnya," terang dia.

Lantaran juga merasa penasaran, Maryanto berusaha mengecek kedalaman api.

Menurutnya, kedalaman api itu sekitar 70 cm di bawah permukaan tanah.

Sampai berita ini diturunkan, belum ada instansi terkait yang datang melakukan pemeriksaan.

Namun, warga sudah melaporkannya ke Polsek Tanon.

Lokasi semburan api hanya dibatasi garis polisi dan pagar bambu sederhana. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunsolo.com dengan judul Akhirnya Terpecahkan, Polisi Ungkap Penyebab Munculnya Gas di Karanganyar karena Aliran Listrik

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

Baca Juga

COMMENTS