Edhy Pinjam Kartu Kredit Anak Buah demi Belanja Tas Hermes dan Sepatu Chanel untuk Istri | Risiko Tertular Covid Masih Tinggi Masyarakat Diminta Segera Vaksin | Dhena Devanka Akui Sudah Lakukan Mediasi dengan Jonathan Frizzy sejak 2019 tapi Tak Ada Hasil | Hasil Piala Sudirman: Jonatan Christie Terjungkal, Kanada Unggul Atas Indonesia, Skor 1-2 | Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Medan Hari Ini, Minggu 18 April 2021 | Info BMKG: Peringatan Dini Rabu, 23 Juni 2021, Cuaca Ekstrem Terjadi di 27 Wilayah Indonesia | Jadwal Liga 1 Jelang Arema FC Vs Persija Jakarta, Riko Simanjuntak : Pertandingan Seru | Video SMAN 1 Pangkah Kabupaten Tegal Terbakar | Media Vietnam Beberkan Kelemahan Garuda, Hasil Memata-matai Duel Timnas Indonesia Vs Thailand | Agnesia Tallia Orchidea Putri Persembahkan Single Terbaru Untukmu Mama Papa | PLN Jateng dan DIY Berhasil Tingkatkan Pertumbuhan kWh Sebesar 5,14 % di Triwulan III 2019 | Renjana Adalah? Apa Makna Kata Renjana yang Ditulis Aura Kasih Untuk Kepergian Glenn Fredly | Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun: Salikatun Meninggal Seusai Terlibat Kecelakaan di Brangsong Kendal | Arti Mimpi Berjumpa Diri Sendiri Ada Beberapa Makna yang Berarti Kurang Baik | Jelang Sudirman Cup 2021, Selain Latihan, Menu Makanan Pompa Semangat Tim Indonesia | Fakta Baru Kecelakaan Maut Bocah Klaten Tabrak 8 Motor di Bantul Yogyakarta: Gantikan Ayahnya | Universitas Muhammadiyah Purwokerto Gelar Lomba Matematika Tingkat Nasional | Demi Panaskan Rivalitas, Legenda Inter Mimpikan Calhanoglu Cetak Gol di Derby Milan | Polisi Cegat Ambulans Berisi 7 Pemudik di Tol Cikarang | Bertahun-tahun Mencari, Gadis Ini Akhirnya Bisa Bertemu dengan Mantan ART, Tak Sangka Kisahnya Viral | Premi Industri Asuransi Umum Naik Dua Digit | Usai Jalani Hukuman, NF Remaja yang Jadi Korban Perkosaan dan Bunuh Balita Bisa Home Schooling | RESMI! Jembatan Penghubung Blora Bojonegoro Sudah Bisa Dilewati | Peringatan Cuaca BMKG Jumat 22 Oktober 2021: Hujan Akibat Cuaca Ekstrem Berpotensi di 25 Wilayah | Sakit Tak Kunjung Sembuh, Wanita di Ponorogo Tewas Tenggak Obat Hama, Berulang Kali Coba Bunuh Diri | Prediksi, H2H, Line Up dan Link Live Streaming Crystal Palace Vs Burnley Liga Inggris Malam Ini | Hasil Sidang Isbat Kemenag Awal Puasa 1 Ramadhan 1442 H/2021 Jatuh Selasa Besok, Malam Ini Tarawih | Manchester United vs Liverpool, Kemarahan Fans Menerobos Ruang Ganti, Laga Ditunda | Bupati Dico Ganinduto Jadi Inspektur Upacara Peringatan HUT Ke-76 RI Tingkat Kabupaten Kendal | 2 Bulan Pertama di Tahun 2020, Nasmoco Telah Jual 3.666 Unit Mobil Toyota di Jawa Tengah | Jadwal Samsat Keliling Kabupaten Kendal Hari Ini, Selasa 8 September 2020 | Istri Suporter Timnas Indonesia Minta PSSI Segera Tuntaskan Penahanan 3 Fans di Kepolisian Malaysia | PPKM Diperpanjang, Luhut: Pintu Masuk Indonesia Jalur Laut hanya 2, Batam & Tanjung Pinang | Chord Kunci Gitar Dia Anji | Jaga Kondisi, Bek PSIS Semarang Rio Saputro Jajal Olahraga Futsal | Sinopsis Drakor Pinocchio Episode 2, Dal Po Mulai Menyukai In Ha | Deretan Prestasi Shaleha Fitriana Yusuf, Atlet Taekwondo Asal Sukoharjo Peraih Medali PON XX Papua | Kisah Janda Muda Tepergok Warga Berbuat Mesum dengan Bule Portugal di Rumah Kosong, Mandi Air Got | Pencanangan Hari Pertama Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Tegal, Bupati Umi Hadir Tapi Tak Divaksin | Vanessa Angel Hamil Muda, Bibi Ardiansyah Terjerat Narkoba, Ini Komentar Ayahanda | Ramai Berita Selebgram Kabur dari Wisma Atlet, Seberapa Penting Karantina Usai Pergi Luar Negeri? | Hobi Mendekorasi Rumah? Gabung Saja ke Komunitas Home Decor Lover | India Catat 51.667 Kasus Baru Covid-19 dan 1.329 Orang Meninggal Karena Corona Dalam 24 Jam Terakhir | Kisah Sukses KWT Karya Tani Purbalingga Sulap Pekarangan Jadi Ladang Uang | Edi Kurniawan Berbagi Kiat Sukses Bisnis Digital di TrackingSpace Slawi | Sosok Ipda Sigit Polisi Sragen Gendong Ibu Hamil Korban Kecelakaan Jatuh dari Motor | Loker Lowongan Kerja Terbaru di Semarang Selasa 8 September 2020 | Ramalan Zodiak Kamis 8 April 2021: Sagitarius Jadi Bijaksana, Capricorn Ambil Keputusan Penting | Prediksi PSIS Semarang Vs Barito Putera Piala Menpora, Preview, H2H dan Link Live Streaming Indosiar | DKI Selamat dari Turbulensi Resesi, Ekonomi Jakarta Kuartal Dua Melesat 10,91 Persen | Pembelian Tiket KA untuk Keberangkatan Mulai 26 Oktober Wajib Gunakan NIK | HASIL Kualifikasi Piala Dunia 2022: Thailand Senasib dengan Indonesia, Vietnam Tak Tergoyahkan | WA WhatsApp Bisa Pasang Wallpaper Berbeda di Tiap Chat, Begini Caranya | Satgas Pinang Sirih Buru KKB Pakai Dronr, Kuasai Markas KKB di Puncak Papua dan Sita Senjata M16 | 13 Proposal Lolos Pendanaan, UKSW Salatiga Raih Peringkat 3 | Video Harga Tembakau Di Temanggung Anjlok | Jadwal Imsak dan Buka Puasa Hari Ini Jogja, Ramadhan Hari ke-16, Sabtu 9 Mei 2020 | Dewas KPK Ungkap Kronologi Pertemuan Lili Pintauli dengan Walkot Nonaktif Tanjungbalai M Syahrial | Bahas APBD 2022, Pemkab Purbalingga Sampaikan Kebijakan Umum Anggaran ke DPRD | Korban Tewas Naik Jadi 181 Orang Akibat Serangan Israel di Gaza | Ramalan Zodiak Hari Ini Kamis, 16 September 2021: Aries Kecewa, Leo Menghadapi Masa Sulit | Dr Aqua Dwipayana Gelorakan Spirit Silaturahim di Pulau Dewata | Ini Rangkaian Kegiatan Perayaan HUT PGRI dan Hari Guru di Jawa Tengah | Mantan Mas Klaten Ini Buat Lurik Digemari Anak Muda | Pemkab dan PCNU Jepara Kembali Hidupkan Terbang Telon Khas Jepara | Holyfield Tanding Lagi Lawan Vitor Belfort, Mantan Presiden AS Donald Trump Komentatornya | Film Tjoet Nja Dhien Diturunkan Pengelola Bioskop, Christine Hakim & Erros Djarot Ungkap Kekecewaan | Chord Gitar dan Lirik Lagu Tertanam - Tony Q Rastafara: Sisa Lamunanku Diguyur Hujan | Diciduk Polisi, Derry Personel Grup Neo Bukan Cuma Pengguna, Diduga Masuk Jaringan Pengedar Ganja | Video Diduga Korban Tabrak Lari, Pemotor Meninggal di Jalan Solo-Tawangmangu | Kisah Acil, Hijrah Anak Punk Jadi Pembudidaya Maggot | Video Kapolda Jateng Panen Kacang Hijau di Guntur Demak | Jadwal Samsat Online Keliling Semarang Hari Ini Sabtu  13 Maret 2021 Buka di Empat Lokasi | Bea Cukai Siap Bantu Perusahaan untuk Mengurus Sertifikasi AEO | Hotline Semarang : Di Mana Bisa Tukar Botol Plastik dengan Tiket BRT? | Guru Spritual Prabowo Jadi Pengurus Partai Ummat | Pemkab Klaten Memang Tak Sediakan Bonus untuk Atlet PON Papua Peraih Medali | Info Loker Lowongan Kerja Terbaru di Semarang Sabtu 3 April 2021 | Kakak Adik Positif Covid-19 di Indihiang Tasikmalaya Meninggal Dunia saat Isolasi Mandiri | Jadwal Imsak dan Buka Puasa Hari Ini Klaten, Ramadhan Hari ke-18, Senin 11 Mei 2020 | Kronologi Viral Video TKA Korea Tendang Karyawan Lokal yang Lagi Makan, Perusahaan Memecatnya | Respons Menteri Ida Fauziyah Ketika Ada Gubernur Naikkan UMP 2021, Tak Patuhi Surat Edaran Menaker | Berikut Jadwal Samsat Online Keliling di Demak, 12 Agustus 2020 | Jadwal Samsat Keliling Kota Tegal Kamis (22/9) Ini, Buka di Jalan Hang Tuah dan 5 Tempat Lainnya  | Takut Tak Dapat Tawaran Pekerjaan, Orangtua Anisa Rahma Sempat Halangi Putrinya Berhijab | Hasil Akhir Babak II 4-0 Juventus Vs Cagliari, Cristiano Ronaldo Hattrick | Ini Deretan Pimpinan BUMN yang Dirombak Erick Thohir, Ahok Jadi Komisaris Utama Pertamina | Jelang PSS Sleman Vs Persib Bandung Liga 1 2021, Maung Dapat Tambahan Kekuatan Baru | Vaksin Moderna Dipersiapkan Khusus untuk Ibu Hamil di Banyumas, Total Ada 6.000 Dosis | 2 Oknum Polisi Divonis Mati, Terbukti Edarkan 37,9 Kilogram Sabu | Silaturahmi dengan Tokoh Masyarakat Kampus, Pimpinan UIN Walisongo Bahas Perkuliahan Tatap Muka | KAI Commuter Wajibkan Penumpang KRL Menggunakan Masker Ganda Saat Masuk ke Area Stasiun | Video Penemuan Limbah Medis di Dekat Jembatan Desa Suruh Kalang | Jadwal Imsak dan Buka Puasa Hari Ini Pemalang, Ramadan Hari ke-3, Minggu 26 April 2020 | Berdamai, Dhena Devanka Minta Doa Agar Kompak Urus Anak dengan Jonathan Frizzy | Pemimpin Korut Kim Jong Un Dikabarkan Kepalanya Diperban | UPDATE Perahu Terbalik di Waduk Kedung Ombo, 2 Orang Belum Ditemukan, 7 Meninggal Dunia | Oki Setiana Dewi Ungkap Alasan Menangis di Lamaran Ria Ricis: Nama Papa Sering Disebut | Driver Gojek Dapat DIskon Layanan Servis dan Suku Cadang di Astra Motor Jawa Tengah | Muncul Tagar Prayfortratagan di Banyumas, Bupati Cerita Soal Tarik Rem Darurat: Kemarin 7 Meninggal | 7 Orang Penerima Kartu Pra Kerja di Kota Tegal Bukan Karyawan PHK Terdampak Corona, Kok Bisa? |

Anda sedang membaca Edhy Pinjam Kartu Kredit Anak Buah demi Belanja Tas Hermes dan Sepatu Chanel untuk Istri - JATENGKOTA mohon pertahankan, kami selalu update berita terbaru hari ini singkat, padat dan terpercaya.

Edhy Pinjam Kartu Kredit Anak Buah demi Belanja Tas Hermes dan Sepatu Chanel untuk Istri


Oleh : JATENGKOTA | on
Edhy Pinjam Kartu Kredit Anak Buah demi Belanja Tas Hermes dan Sepatu Chanel untuk Istri

JATENGKOTA, JAKARTA - Sidang perkara dugaan suap terkait perizinan ekspor benih lobster (benur) yang menjerat mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo menguak sebuah fakta menarik. Dalam sidang dengan terdakwa Suharjito yang digelar di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Rabu (17/2), terungkap bahwa Edhy ternyata sempat meminjam kartu kredit milik anak buahnya, yakni Pelaksana tugas Dirjen Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Muhammad Zaini Hanafi.

Zaini adalah satu dari sejumlah pejabat KKP yang ikut rombongan Edhy dalam lawatan ke Hawaii, Amerika Serikat pada 18 November 2020. Zaini mengaku kepergiannya bersama rombongan saat itu dalam rangka dinas melakukan pemantauan ABK WNI yang bekerja di kapal AS dan tugas berkaitan dengan budidaya.

Setelah urusan dinas selesai, Zaini, Edhy, dan rombongannya berjalan-jalan menikmati Hawaii. Zaini juga sempat menemani Edhy dan istrinya membeli sejumlah barang mewah di Hawaii. "Jadi waktu di Hawaii, setelah sampai ternyata di depan hotel ada toko. Kami masuk ke dalam toko ramai-ramai. Ada saya, Pak Menteri (Edhy), Ibu (istri Edhy Iis Rosita), Pak Haikal, dan beberapa orang. Ada Pak Ngabalin juga. Kita ke sana dan lihat-lihat. Lalu Pak Menteri beli jam rolex satu, dan kemudian dibayar," kata Zaini.

Setelah Edhy membeli jam mewah tersebut, istrinya ternyata juga ingin punya jam yang sama. Edhy pun kemudian berniat membelikan istrinya jam serupa. Tapi niat itu batal terlaksana karena saat akan membayar, kuota kartu kredit Edhy ternyata sudah melebihi limit. "Kemudian ibu (Iis) ingin membeli juga, dan ternyata kuota kartu kreditnya atau apanya saya kurang ngerti, itu kehabisan," ungkap Zaini

Lantaran kartu kreditnya tak bisa dipakai, Edhy meminjam kartu kredit milik Zaini. Zaini mengaku kartu kreditnya dipinjam untuk membelikan Iis jam tangan. Namun, tidak jadi juga lantaran kartu kredit Zaini ternyata juga tidak berfungsi. "Kemudian Ibu (istri Edhy) juga ingin beli juga. Nah, ternyata kuota kartu kredit atau debitnya kehabisan, dan nanya ke saya 'Pak Zaini ada kartu kredit nggak? Bisa dipakai nggak? Saya pinjam', tapi begitu dicoba kartu kredit kami nggak bisa, karena ada yang belum dibuka. Jadi kalau jumlah besar harus lapor dulu ke bank, baru bisa dipakai, ternyata karena saya nggak lapor dulu kalau ke luar negeri, jadi nggak bisa dipakai," lanjut Zaini.

Keesokan harinya Edhy kembali meminjam kartu kredit milik Zaini. Kali ini ia meminjam kartu kredit untuk membelikan tas, parfum, dan syal merek Hermes untuk istrinya. "Besok paginya baru minjam kartu kredit lagi, beli tas Hermes, parfum, sama syal," tuturnya.

Zaini mengungkapkan total belanja Iis saat itu mencapai USD 14.200 atau jika dirupiahkan dengan kurs saat ini totalnya sekitar Rp 200 juta. Iis membeli barang-barang mewah merek Hermes dan sepatu merek Chanel. "Tas Hermes USD 2.600, parfum masih Hermes USD 300, satu lagi syal Hermes USD 2.200, bros harganya saya lupa, dan sepatu Chanel USD 9.100," ungkap Zaini.

Jaksa KPK kemudian memastikan apakah Zaini sengaja memberikan pinjaman atau Edhy dan istri yang meminjamnya. "Itu Saudara beliin atau dipinjam?" tanya jaksa KPK. "Pinjam Pak, bukan saya nawarkan tali beliau pinjam," ucap Zaini.

Zaini mengaku hingga saat ini kartu kreditnya masih berada di Edhy atau istrinya. Dia pun berencana akan menagih agar dikembalikan. "Sampai sekarang belum (dibalikin). Mau ditagih nggak enak. Tapi saya tagih nanti pak, karena pinjam. Kalau enggak ditagih di akhirat," kata Zaini.

Atas semua keterangannya tersebut, Zaini mengaku berani jika dikonfrontir dengan Iis Rosita Dewi dalam persidangan. "Nanti akan kami minta keterangan Bu Iis juga ya, apa pinjam atau saudara yang nawarin," kata hakim yang disetujui Zaini.

Dalam sidang ini yang Suharjito didakwa memberi suap kepada Edhy Prabowo yang saat itu menjabat Menteri KKP. Suharjito disebut jaksa memberi suap kepada Edhy sebesar Rp 2,1 miliar terkait kasus ekspor benur. Jaksa menyebut uang suap diberikan ke Edhy melalui staf khusus menteri KKP Safri dan Andrau Misanta Pribadi, lalu Sekretaris Pribadi Edhy bernama Amiril Mukminin, dan Ainul Faqih selaku staf pribadi istri Edhy Prabowo Iis Rosita Dewi, dan Komisaris PT Perishable Logistics Indonesia (PT PLI) sekaligus Pendiri PT Aero Citra Kargo (PT ACK), Siswadhi Pranoto Loe. Suap diberikan agar Edhy mempercepat perizinan budi daya benih lobster ke PT DPP.

Suharjito didakwa jaksa KPK melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 13 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 ayat (1) KUHPidana.

Pidana Mati

Terkait kasus yang menjerat Edhy, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan tak menutup kemungkinan menjerat mantan menteri di Kabinet Jokowi-Maruf Amin itu dengan pidana mati yang diatur dalam Pasal 2 ayat 2 Undang-undang 31 Tahun 1999 Tentang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Termasuk juga mantan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara yang terjerat kasus korupsi bantuan sosial (bansos).

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, tim penyidik lembaga antirasuah membuka kemungkinan mengembangkan kasus yang menjerat Juliari dan Edhy. Bahkan, menurut Ali, keduanya juga bisa dijerat pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU) sepanjang ditemukan alat bukti yang mencukupi. "Pengembangan sangat dimungkinkan seperti penerapan Pasal 2 atau 3 UU Tipikor, bahkan penerapan ketentuan UU lain seperti TPPU," kata Ali melalui keterangannya, Rabu (17/2/2021).

Menurut Ali, kemungkinan pidana mati tersebut bisa diterapkan tim penyidik kepada keduanya. "Kami tentu memahami harapan masyarakat terkait penyelesaian kedua perkara tersebut, termasuk soal hukuman bagi para pelakunya. Benar, secara normatif dalam UU Tipikor terutama Pasal 2 ayat (2) hukuman mati diatur secara jelas ketentuan tersebut dan dapat diterapkan," ujar Ali.

Pasal 2 ayat (1) UU 31/1999 menyatakan, "Setiap orang yang secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara, dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit Rp 200 juta dan paling banyak Rp 1 miliar."

Sementara Pasal 2 ayat (2) menyebutkan, "Dalam hal tindak pidana korupsi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilakukan dalam keadaan tertentu, pidana mati dapat dijatuhkan." Sedangkan penjelasan Pasal 2 Ayat (2) menyatakan, "Yang dimaksud dengan 'keadaan tertentu' dalam ketentuan ini adalah keadaan yang dapat dijadikan alasan pemberatan pidana bagi pelaku tindak pidana korupsi yaitu apabila tindak pidana tersebut dilakukan terhadap dana-dana yang diperuntukkan bagi penanggulangan keadaan bahaya, bencana alam nasional, penanggulangan akibat kerusuhan sosial yang meluas, penanggulangan krisis ekonomi dan moneter, dan pengulangan tindak pidana korupsi."

Ali mengatakan, dalam menuntut terdakwa kasus korupsi dengan pidana mati, tim penuntut umum harus bisa membuktikan seluruh unsur yang ada dalam Pasal 2 UU Tipikor tersebut. "Akan tetapi bukan hanya soal karena terbuktinya unsur ketentuan keadaan tertentu saja untuk menuntut hukuman mati, namun tentu seluruh unsur pasal 2 ayat (1) juga harus terpenuhi," kata Ali.

Ali mengatakan, untuk saat ini pihak lembaga antirasuah masih fokus menangani Juliari dan Edhy Prabowo dengan pasal penerima suap, yakni Pasal 12 UU Tipikor. Pasal tersebut mengancam pelaku dengan pidana penjara seumur hidup. "Proses penyidikan kedua perkara tersebut sampai saat ini masih terus dilakukan. Kami memastikan perkembangan mengenai penyelesaian kedua perkara tangkap tangan KPK dimaksud selalu kami informasikan kepada masyarakat," kata Ali.

Usulan pidana mati terhadap Edhy dan Juliari sebelumnya dikemukakan oleh Wakil Menteri Hukum dan HAM Edward Omar Sharif Hiariej.

"Kedua mantan menteri ini (Edhy Prabowo dan Juliari Batubara) melakukan perbuatan korupsi yang kemudian terkena OTT KPK. Bagi saya mereka layak dituntut Pasal 2 Ayat 2 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi yang mana pemberatannya sampai pidana mati," kata Eddy Hiariej, sapaan Edward Omar Hiariej, saat menjadi pembicara dalam Seminar Nasional "Telaah Kritis terhadap Arah Pembentukan dan Penegakkan Hukum di Masa Pandemi" yang ditayangkan secara daring di akun YouTube Kanal Pengetahuan FH UGM, Selasa (16/2).

Menurut Eddy Hiariej, kedua mantan menteri itu layak dituntut hukuman mati karena melakukan praktik korupsi di tengah pandemi Covid-19. Selain itu, korupsi tersebut dilakukan dengan memanfaatkan jabatan mereka sebagai menteri. "Jadi dua yang memberatkan itu, dan itu sudah lebih dari cukup dengan Pasal 2 Ayat 2 UU Tipikor," ujarnya.(tribun network/ham/dod)

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

Baca Juga

COMMENTS