Nam Joo Hyuk Gugat Penyebar Rumor Bullying, Informan Langsung Ubah Kesaksian Ungkap Derita ADHD | Chord Gitar Until I Found You - Stephen Sanchez: I Would Never Fall In Love Again Until I Found Her | Banjir di Desa Trimulyo Demak Telah Surut, Warga Tunggu Giliran Air Bersih untuk Semprot Lumpur | BERITA LENGKAP: Gelandang Anyar PSIS Semarang Siap Hadapi Mantan Klub hingga Tiket yang Punya KTA | Faisal Ingin Doddy Sudrajat Klarifikasi Tes DNA hingga Pemindahan Makam sebelum Bahas Perwalian Cucu | Cimory on The Valley Hadirkan 20 Ikon Dunia di Wahana Minimania, Ada Eiffel hingga Liberty | Jadwal Semifinal BWF World Tour Finals 2021 Greysia/Apriyani Vs Nami/Chiharu, Minions Vs Lee/Wang | Besok Sejumlah Jalan Utama di Blora Akan Ditutup, Ini Jalur Pengalihan yang Disiapkan | VIRAL Kisah Wanita Sering Menangis Ikut Suami Merantau, Mengaku Belum Terbiasa Jauh dari Orang Tua | Sekolah Online Mahal, GP Ansor Gerakkan WiFi Gratis pada 543 Titik di Indonesia | Menlu Retno Sesalkan Kegagalan COVAX Dalam Distribusi Vaksin Covid-19, Ini Penyebabnya | Timnas Putri Indonesia Ditekuk Thailand 0-4, Kiper Ditandu Keluar | Kecelakaan Truk Boks Tabrak Truk Berhenti di Bangjo Pekalongan, Satu Tewas Terjepit | Chord Kunci Gitar Catatan Kecil Adera | Info Pemeliharaan Jaringan Listrik PLN ULP Semarang Timur Senin 24 Januari 2022 | 13 Pertanda Besar Hari Kiamat Semakin Dekat | Guru Besar Gugat Rektor Undip: Prof Suteki Merasa Tak Pernah Diklarifikasi | Hendi Akan Salat Id di Balai Kota Semarang, Lanjut Berkumpul dengan Keluarga | Undip Miliki 170 Guru Besar Lima Tahun Lagi, Saat Ini Baru 122 Profesor Aktif | Jadwal Buka Puasa dan Azan Magrib di Tanjungpinang Senin, 3 Mei 2021, Beserta Doa Buka Puasa | Hasil Babak Pertama Bali United vs PSM Makassar, BRI Liga 1 2021, Spaso Bawa Tuan Rumah unggul 2-1 | Sinopsis Drakor The Gang Doctor Episode 17 Drama Korea Tayang di NET Pukul 16.45 WIB | Syarat Bikin E-KTP Baru yang Rusak Online di Purworejo daru Rumah Saja | Rayakan HUT RI, Warga Pekuncen Wiradesa Makan Bersama Menu Tradisional | Jalur Pendakian Baru Gunung Lawu Akan Segera Diresmikan, Perhutani Ingatkan Soal Faktor Keselamatan | Pria Klaten Bunuh Sahabat, Pelaku Cemburu Tuding Korban Selingkuh dengan Istrinya | Dua Pelaku Ditolak Saat Minta Jatah Sebelum Cekik NH, Rekonstruksi Kasus Pembunuhan di Tegal | China Terbangkan 25 Jet Tempur dan Pengebom ke Taiwan, Disebut sebagai Serbuan Terbesar | LOGIN www.prakerja.go.id, Ini Cara Daftar Kartu Prakerja Gelombang 21 dan Syaratnya | Sebelum Hadapi Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2022, Thailand Uji Coba Lawan Brasil | Kesbangpol Jateng Ajak Pelaku Usaha Tingkatkan Ketahanan Ekonomi Berbasis Kearifan Lokal | Begini Cerita Hanif Alattas Soal Sang Mertua Rizieq Shihab Selama di Dalam Rutan Bareskrim | 2 Olahan Jahe Ini Bisa Tingkatkan Imunitas Tubuh Saat Pandemi Corona | Billy Syahputra Ditipu Ojek Online, Sudah Transfer Tapi Makanan Tak Kunjung Datang | Jadwal Imsak dan Buka Puasa Hari Ini Surabaya, Ramadhan Hari ke-6, Minggu 18 April 2021 | Air Kelapa Bisa Cegah Penuaan Dini Sekaligus Turunkan Berat Badan | Sinopsis Film 12 Strong: Aksi Angkatan Darat AS Melawan Tentara Afghanistan, Tayang Malam Ini |

Anda sedang membaca Nam Joo Hyuk Gugat Penyebar Rumor Bullying, Informan Langsung Ubah Kesaksian Ungkap Derita ADHD - JATENGKOTA mohon pertahankan, kami selalu update berita terbaru hari ini singkat, padat dan terpercaya.

Nam Joo Hyuk Gugat Penyebar Rumor Bullying, Informan Langsung Ubah Kesaksian Ungkap Derita ADHD


Oleh : JATENGKOTA | on
Nam Joo Hyuk Gugat Penyebar Rumor Bullying, Informan Langsung Ubah Kesaksian Ungkap Derita ADHD

Nam Joo Hyuk Gugat Penyebar Rumor Bullying, Informan Langsung Ubah Kesaksian Ungkap Derita ADHD

JATENGKOTA - Informan yang menyebut Nam Joo Hyuk merupakan pelaku bullying selama 6 tahun mengubah kesaksiannya.

Kesaksian ini diubah setelah agensi Management Soop mengambil tindakan hukum atas fitnah terhadap Nam Joo Hyuk.

Gugatan dilayangkan kepada reporter The Days News Korea Min Oo yang menulis artikel tersebut.

Selain itu Nam Joo Hyuk juga menggugat CEO The Days News Korea dan informan anonim.

Ketiga orang tersebut dituntut atas pelanggaran Undang Undang Promosi Penggunaan Jaringan Informasi dan Perlindungan Informasi.

Setelah dituntut Nam Joo Hyuk, informan yang sampai saat ini tidak diketahui namanya itu mengubah kesaksiannya.

Ia mengaku bahw apa yang ia ceritakan bukan tentang dirinya, melainkan tentang seorang teman.

"Aku hanya berbicara tentang teman,  bukan diriku sendiri," kata dia.

Selain itu, ia juga mengubah masa bullying Nam Joo Hyuk dari enam tahun menjadi 2 tahun.

Klarifikasi ini disampaikan oleh reporter The Days News Korea yang pertama kali menulis artikel tersebut.

"Sebagian kata-kata informan ini berubah.

Ini adalah kisah pribadi informan bahwa dia mengalami kekerasan di sekolah selama 6 tahun.

Aku mendengar bahwa perilaku kekerasan sekolah Nam Joo Hyuk terjadi selama 2 tahun selama ia di sekolah menengah," papar reporter tersebut.

Reporter itu melanjutkan mulanya informan tidak membedakan apa yang dilakukan Nam Joo Hyuk dan teman yang lain.

Namun setelah digugat, ia menyebut apa yang dilakukan Nam Joo Hyuk kepadanya sebagai bentuk bullying.

"Awalnya, informan tidak membedakan apa yang dilakukan oleh Nam Joo Hyuk dengan teman lainnya.

(Setelah digugat), dia mengatakan bahwa Nam Joo Hyuk hanya memerintahkannya untuk membeli roti, memotong garis dan berkata kasar."

Terkait perubahan kesaksian, reporter mengaku ada kendala saat berkomunikasi karena informan mengidap ADHD.

"Informan memintaku menyembunyikan fakta bahwa itu adalah cerita teman.

Kupikir korban bisa menentukan karena kontennya spesifik.

Ada juga kendala dalam proses komunikasi karnea ia menderita ADHD."

Sebagai informasi, ADHD adalah singkatan dari Attention Deficit Hyperactivity Disorder.

Ini merupakan kondisi di mana seseorang sulit memusatkan perhatian serta berperilaku inpulsif dan hiperaktif.

Kondisi ini dipengaruhi oleh faktor genetik dan lingkungan.

Meski demikian, reporter tersebut menegaskan bahwa ia takkan menghapuas artikel yang sudah ia tulis meski agensi Nam Joo Hyuk memintanya.

"Agensi (Nam Joo Hyuk) menawarkan akan membatalkan tuntutan jika aku merevisi artikel itu.

Namun, cerita informan cukup spesifik dan konsisten.

Aku belum merasa bahwa itu betul-betul salah."

Sebelumnya, informan mengklaim bahwa Nam Joo Hyuk melakukan tindak kekerasan di sekolah selama 6 tahun saat SMP dan SMA.

Tuduhan yang dibuat termasuk memukul, memaki, mengambil uang, dan banyak lagi.

Dia juga mengklaim bahwa ada lebih banyak korban selain dirinya dan menjelaskan bahwa beberapa korban menjalani perawatan psikiatri akibat kekerasan tersebut.

Untuk membuktikan klaimnya, dia menunjukkan buku tahunan sekolah mereka. (*)

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

Baca Juga

COMMENTS