Kemenkes: Ibu Perlu Cegah Stunting dan Obesitas pada Anak, Masalah Gizi Bisa Ganggu Pertumbuhan | Tata Cara Puasa Arafah dan Puasa Tarwiyah, Lengkap dengan Tanggal Pelaksanaannya | Jadwal Timnas U19 Indonesia Vs Bosnia Herzegovina, Arhan Si Pelempar Jarak Jauh Ingin Main di Eropa | Wanita Sikka Hilang Terseret Arus saat Seberangi Sungai, 4 Hari Belum Ketemu | OPD di Kota Tegal Akan Berkompetisi Inovasi Pelayanan Publik, Fahmi : Sudah Ada Laboratoriumnya | Mengenal Perbedaan antara TAR dan Nikotin, Mana yang Lebih Berbahaya? Ini Penjelasannya | Jadwal Pelayanan Samsat Keliling Kabupaten Batang, Selasa 22 September 2020 | Profil Zinidin Zidan Penyanyi yang Dihujat Hingga Subcriber Anjlok Usai Parodikan Andika Kangen Band | Cerita Viral Mobil Pemudik Tersesat di Jalan Setapak Brebes, Sopir Suka Halusinasi, Warga Keheranan | OPINI: Jamal Ma’mur Asmani : Era Keemasan NU Jilid Dua | Inilah Besaran Pahala Mengerjakan Puasa Syawal | Video Wow Mobil Listrik Canggih Produksi SMK NU Ma'arif | Not Angka Pianika Banyu Moto Sleman Receh Lengkap dengan Liriknya | Pakai Ular Asli untuk Hiasan Kepala saat Sesi Pemotretan, Pengunggah Ungkap Kisah di Baliknya | Not Angka Cinta DBagindas | Prediksi Bill Gates, Akan Muncul Pandemi yang Lebih Buruk dari Covid-19 | Dampak Corona, Pengrajin Tenun Desa Cepagan Batang Terpaksa Gulung Tikar | Skenario Pembunuhan Istri Terbongkar, Suami yang Mulanya Melapor Istri Hilang Kini Ditangkap | Selama Pandemi, 1,7 Juta Anak Indonesia Belum Mendapatkan Imunisasi Dasar Lengkap | 30 Tenaga Medis Jalani Isolasi Dampak Balita Usia 9 Bulan Terkonfirmasi Positif Corona di Slawi | Mertua Ananda Omesh Meninggal Dunia, Semasa Hidup Ibunda Dian Ayu Idap Alzheimer dan Leukimia | Permintaan Anak Pengurus Masjid Usai Lihat Foto Mesum Ibunya dengan Pak Kades: Ceraikan Saja Mamak | Cheklist Data Penerima Subsidi Gaji Rp 600 Ribu Tahap 4 Kemenaker Ditarget Selesai Hari Ini | Harga Emas Antam Hari Ini Selasa 25 Januari 2022 Naik Rp 3.000, Ini Daftar Lengkapnya | Pria Kendal yang Tewas Tertimpa Pohon Tumbang Akan Bangun Masjid Dekat Makam Sri Makurung Boyolali | Jelang Lebaran, Ribuan Miras di Jepara Dimusnahkan | Kapal Selam Nanggala Hilang Kontak di Perairan Bali, TNI Langsung Cari, Panglima: Diduga Tenggelam | Cerita di Balik Pembunuhan TKI Cantik oleh Kekasihnya, Disebut Selingkuh dengan Jenderal Bangladesh | Live Streaming Newcastle vs Liverpool Liga Inggris Malam Ini Pukul 18.30 WIB | Imunisasi Rutin Anak Kini Jadi 14 Vaksin, termasuk HPV untuk Cegah Kanker Serviks | Arnaz Ingin KONI Kota Semarang Munculkan Atlet-atlet Potensial | Sinopsis The World of the Married Episode 11 Trans TV, Tayang Besok Senin 25 Mei Jam 19.00 WIB | OTT Bupati Penajam Paser Utara: KPK Sita Uang Rp1,4 Miliar dan Sejumlah Barang Bermerek | AKBP Rudy Cahya Kurniawan Dapat Penghargaan dari Sahabat Disabilitas Kebumen | Ramalan Zodiak Cinta Besok Jumat 21 Agustus 2020, Sagittarius Hubungan Makin Banyak Rintangan | Prakiraan Cuaca BMKG di Purwokerto Hari Ini Kamis 14 Mei 2020 | Doddy Sudrajat Laporkan Donasi untuk Gala Sky, Sebut Belum Punya Izin dari Kemensos | Pernikahannya Berakhir dengan Perceraian, Reza DA Akui Tak Ingin Taaruf Lagi | AC Milan Vs Bologna, Zlatan Ibrahimovic Starter | Malam Hujan Sedang, Simak Prakiraan Cuaca BMKG di Purwokerto Hari Ini Selasa 24 Maret 2020 | Wildan Mahasiswa Asal Pati Telah Dipulangkan dari Karantina Virus Corona di Natuna, Ini Kata Joko | Ginanjar Sumringah Dapat Rp 100 Ribu dari AKBP Rudy Cahya Kurniawan | Ketika Emak-emak Ngantuk Kendarai Rush, Mobil Nangkring di Pembatas Jalan, Tiang Lampu Roboh | Ditemani Naysila Mirdad Hadiri Sidang Mediasi, Kenang Mirdad hanya Bisa Pasrah soal Rumah Tangganya | Nonton TV Online Ini Link Live Streaming La Liga Spanyol Real Sociedad Vs Real Madrid | Surat At Tin Ayat 1-8 Lengkap dengan Latin dan Terjemahannya | 5 Berita Populer: Ibu Hamil Tertabrak Mobil hingga Nasib Riyanto Setahun Jadi Youtuber Ngapak | 503 ASN Formasi 2018 di Sragen Ikuti Pengambilan Janji PNS Secara Virtual | UPDATE Kasus Corona Indonesia 21 April 2021: Tambah 5.720 Positif, 7.314 Sembuh, 230 Meninggal | Kecelakaan Maut di Cilacap, 2 Pemotor Tewas Tergencet Truk Tangki yang Terguling | Potensi Gempa dari Sesar Kendeng, BPBD Kudus Segera Bentuk Desa Tanggap Bencana | Update Jumlah PNS Terinfeksi Covid-19 Klaster Setda Kudus Bertambah Jadi 9 Orang | Liverpool & Man City Tak Berkutik di Hadapan Spurs, Conte Dapat Julukan Baru sebagai Tukang Ganggu | Kembali Terpilih Jadi Ketua Perbasi Jateng, Ini Misi Bambang Wuragil untuk Basket di Jawa Tengah | Ini Bacaan Niat Mandi Junub, Berhubungan Suami-Istri di Malam Ramadhan Harus Mandi Atau Sahur Dulu? | Wujud Kepedulian Pada Warga Terdampak Corona, Polres Tegal dan Kodim 0712 Bagikan 400 Paket Sembako | Video Komunitas Kijang+62 Kumpul Deklarasi di Kopeng | Cegah Pernikahan Dini, DWP Batang Lakukan Penguatan Keluarga dan Mediasi Pemasalahan Rumah Tangga | Tiga Alat Deteksi Dini Pergerakan Tanah di Jatiyoso Karangnyar Terpasang Sudah | Update Virus Corona Semarang Senin 21 September 2020, Tertinggi Semarang Barat Terendah Gayamsari | Deretan Laptop Harga Rp 9 Jutaan Bulan Mei 2021 | Kesaksian Pembelot Korea Utara Soal Wabah Corona di Negara Kim Joung Un, Bocorkan Korban Jiwa | BREAKING NEWS: Dua Warga Sragen Positif Virus Corona, Bupati Yuni Tetapkan KLB | BREAKING NEWS: Kecelakaan Bus Murni Jaya Vs Efisiensi dan Truk di Purworejo, Sopir Tewas Terjepit | Tidur Dalam Mobil AC Menyala 2 Mahasiswi Tewas Keracunan Karbon Monoksida 2 Lainnya Kritis | SYARAT Masuk Bioskop: Wajib Sudah Vaksin 2 Kali dan Menggunakan Aplikasi PeduliLindungi | Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun, Penemuan Mayat Perempuan di Depan Hotel Bintang 4 | KPK Yakin Azis Syamsuddin Divonis Bersalah saat Hari Valentine | Manfaat Konsumsi Kurma: Tingkatkan Kesehatan Jantung hingga Bantu Pencernaan | Kronologi Kecelakaan 2 Truk di TKPI Pingit Kabupaten Semarang | Tak Pakai Masker, 35 Orang di Batang Diberi Sanksi Nyanyikan Indonesia Raya dan Hafalan Pancasila | Waspadai Kanker Rongga Mulut, Terasa Perih Tapi Berbeda dengan Sariawan | Curhat Rumah Tangga Tersebar di Grup WA Ibu-ibu Jadi Awal Mula Kasus Penganiayaan di Yogyakarta | Peringatan Hari Santri, Bupati Demak Ingin Santri Harus Jadi Pemimpin | Chord Dasar This Love - Taylor Swift: This Love Is Good This Love Is Bad This Love Is Alive | Ditahan 10 Pemain Persija, Peluang Juara Persebaya Ambyar? Samsul Arif: Masih Ada 9 Pertandingan | Ragam Manfaat Vitamin D3, Vitamin E, dan Astaxanthin untuk Kesehatan, Kuatkan Sistem Imun Tubuh | Segini Gaji serta Tunjangan Jabatan Presiden dan Wakil Presiden Indonesia | Video Harapan Bantuan Sembako Bagi Warga Boro di Gayamsari Semarang | Kisah Yadi Pedagang Kecil Gagal Berkurban karena Uang Tabungan Dimakan Rayap | Cina Veto Resolusi Dewan HAM PBB, Indonesia Ikut Setuju Selidiki Kejahatan Perang Rusia   | Rapid Test Antigen Acak di Pusat Perbelanjaan di Kudus, Dua Orang Reaktif | Disdikbud Kendal Segera Susun Skema Proses Pembelajaran Secara Tatap Muka | Dari Persebaya untuk Masa Depan Timnas Indonesia | Video Penemuan Jasad Wanita di Dukuhturi Tegal | Perselisihan dan Pertengkaran Masih Jadi Penyebab Perceraian Terbesar di Kota Semarang | Presenter Emmy Awards 2020 Pakai APD Model Tuksedo | Jadwal Siaran Langsung Final Badminton Asia Championships 2022: Indonesia Kirim 2 Wakil | Jika Kompetisi Baru Bergulir Tahun Depan, GM PSIS Sebut Liga 1 2020 Baiknya Dianggap Sudah Selesai | Video Hendi-ita mendaftar pilwakot semarang 2020 | Perusahaan Induk Watsons Rilis Gerai Greener yang Bantu Kurangi Emisi Karbon | Pengkab E-Sport Pati Resmi Dibentuk, Komunitas PUBG, Mobile Legends dan Free Fire Telah Bergabung | Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud Berharap Taruna Polimarin Punya Mental Pelaut | Trena dan Treni, Kembar Tapi Tanggal Lahir Berbeda | Unika Soegijapranata Lakukan Pertukaran Pelajar Realisasikan Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka | Ruchayah, Sosok Sepuh Bordir Ichik Khas Kudus, Langganan Istri Soeharto | Polisi Ini Jadi Viral gara-gara Wajah dan Badannya Mirip The Rock | Pengakuan Laeli & Fajri Pelaku Mutilasi Rinaldi di Apartemen, Belajar dari YouTube | Afgan Ngaku Nervous Dengar Komen Juri Indonesian Idol Seusai Nyanyikan Andai Aku Bisa | Khutbah Jumat Singkat Hikmah Zulhijah |

Anda sedang membaca Kemenkes: Ibu Perlu Cegah Stunting dan Obesitas pada Anak, Masalah Gizi Bisa Ganggu Pertumbuhan - JATENGKOTA mohon pertahankan, kami selalu update berita terbaru hari ini singkat, padat dan terpercaya.

Kemenkes: Ibu Perlu Cegah Stunting dan Obesitas pada Anak, Masalah Gizi Bisa Ganggu Pertumbuhan


Oleh : JATENGKOTA | on Rabu, 19 Januari 2022 10:58 WIB
Kemenkes: Ibu Perlu Cegah Stunting dan Obesitas pada Anak, Masalah Gizi Bisa Ganggu Pertumbuhan

JATENGKOTA - Stunting dan obesitas pada anak menjadi permasalahan lama yang dihadapi sebagian ibu di Indonesia.

Selain gizi kurang atau stunting, anak juga dapat mengalami gizi lebih atau obesitas.

Menurut WHO, stunting adalah gangguan tumbuh kembang anak yang disebabkan kekurangan asupan gizi, terserang infeksi, maupun stimulasi yang tak memadai.

Direktur Gizi Masyarakat Kementerian Kesehatan RI, Dr. Dhian Probhoyekti, SKM, MA, mengatakan permasalahan gizi tidak hanya terjadi di Indonesia, tapi di dunia.

Permasalahan gizi anak menjadi fokus secara global.

Dikutip dari laman Kemenkes, berdasarkan survei Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021 menyebutkan prevalensi stunting di Indonesia adalah 24,4 persen.

Jumlah tersebut masih jauh dari angka prevalensi yang ditargetkan dalam rpjmn 2020-2024, yakni 14 persen.

Sementara itu, berdasarkan Riskesdas 2018 prevalensi obesitas pada Balita sebanyak 3,8 persen dan obesitas usia 18 tahun ke atas sebesar 21,8 persen.

Target angka obesitas di 2024 tetap sama 21,8 persen dan diarahkan untuk mempertahankan tingkat obesitas agar tidak naik.

Dampak Stunting dan Obesitas

“Dampak masalah gizi stunting dan obesitas berdampak jangka pendek dan jangka panjang karena kedua masalah gizi ini menjadi indikator pembangunan kesehatan bangsa yang berpengaruh terhadap kualitas generasi penerus,” katanya dalam konferensi Hari Gizi Nasional ke-62 secara virtual, Selasa (18/1/2022).

Anak yang mengalami stunting akan gagal tumbuh.

Hal ini ditunjukkan dengan tinggi badan pendek dan perkembangan intelektual terhambat.

Dalam jangka panjang, dapat menimbulkan dampak pada gangguan metabolik yang meningkatkan risiko individu obesitas, diabetes, stroke, dan jantung.

Perbaikan gizi saat ini lebih diarahkan pada gizi seimbang sebagai solusi menurunkan stunting dan mencegah angka obesitas naik.

Gizi seimbang bermakna luas dan berlaku pada semua kelompok umur.

Contoh penerapan gizi seimbang, dilakukan dengan:

1. Mengonsumsi aneka ragam makanan;

2. Membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat;

3. Mempertahankan berat badan normal;

4. Melakukan aktivitas fisik di semua kelompok umur.

Kementerian Kesehatan juga melakukan intervensi spesifik untuk melaksanakan Penerapan gizi seimbang.

“Saat ini memang kita berfokus pada remaja dan 1000 hari pertama kehidupan dengan tujuan memperkuat intervensi,” ucap Dr. Dhian.

Dalam intervensi spesifik ada 6 intervensi yang Kemenkes lakukan, yaitu:

1. Promosi dan konseling pemberian makan bayi dan anak (PMBA);

2. Promosi dan konseling menyusui;

3. Pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak;

4. Pemberian suplemen tablet tambah darah (TTD) bagi ibu hamil dan remaja serta pemberian vitamin A;

5. Penanganan masalah gizi dan pemberian makanan tambahan;

6. Tatalaksana gizi buruk.

“Intervensi spesifik diikuti dengan strategi peningkatan kapasitas SDM, peningkatan kualitas program, penguatan edukasi gizi dan penguatan manajemen intervensi gizi di Puskesmas dan Posyandu,” kata dr. Dhian.

Selain upaya dari pemerintah, peran keluarga terutama ibu sangat penting dalam mencegah anak stunting dan obesitas.

Guru Besar Ilmu Gizi FEMA IPB, Prof Dr. Hardiansyah, mengatakan pencegahan stunting maupun obesitas harus dilakukan secara dini.

Ibu memiliki peran penting dalam menentukan makanan pada saat hamil dan pemberian gizi serta pola asuh pada anak setelah lahir.

Langkah Pencegahan Stunting

Calon ibu hendaknya melakukan pemeriksaan kesehatan sebelum hamil dan rutin melakukan pemeriksaan ketika masa kehamilan.

Untuk mencegah stunting sejak awal, maka ibu hamil harus mengalami penambahan berat badan yang cukup.

Jadi, penambahan berat badan ibu hamil itu adalah faktor utama mencegah stunting pada anak selama masa kehamilan.

“Sederhananya bagi awam adalah bertambahnya usia kehamilan harus diiringi dengan bertambahnya berat badan."

"Saat bayi lahir ketika bertambah umur harus bertambah berat badan. Itu ciri sederhana."

"Kalau mengalami berat badan yang stagnan tidak bertambah maka pertambahan panjang atau tinggi badan bayi akan mengalami gangguan."

"Jadi sebelum mengalami gangguan maka cegahlah gangguan tersebut,” kata Prof. Hardiansyah.

Ketika bayi lahir, ibu perlu memperhatikan berat badan bayi minimal di atas 2,5 kg dengan panjang badan di atas 47 cm.

Seorang ibu juga wajib memberikan ASI eksklusif yaitu diberikan sampai 6 bulan.

Jika tidak diberikan ASI eksklusif dan anak pernah diare berkali-kali, itu adalah pertanda akan terjadi gangguan stunting jika tidak segera diatasi.

Makanan Pencegah Stunting

Ia menyebut ada pangan yang terbukti mencegah stunting saat ibu hamil yaitu susu, telur, ikan, pangan hewani, dan lauk-pauk.

Kemudian pangan yang terbukti mencegah stunting setelah bayi lahir adalah ASI eksklusif, susu pertumbuhan, telur, ikan, pangan hewani, lauk pauk, dan berbagai MP ASI diperkaya gizi.

“Berikan ASI dan MP ASI yang cukup dengan baik, ASI eksklusif sampai 6 bulan, lanjutkan pemberian ASI 6 sampai 23 bulan, berikan MP ASI yang cukup dan baik pada usia 6 sampai 23 bulan."

"Jaga kesehatan bayi dan anak melalui imunisasi, kebersihan, stimulasi, kebiasaan baik makan sayur, buah, lauk pauk, dan protein tinggi,” terangnya.

Langkah Pencegahan Obesitas

Untuk obesitas, ibu perlu memahami penyebab obesitas atau kegemukan.

Obesitas bukan hanya disebabkan karena kurang aktivitas fisik dan makanan, namun ada banyak penyebabnya.

Ia menyebut obesitas pada orang dewasa atau remaja obesitas bisa bisa karena stres yang menimbulkan inflamasi, inflamasi menimbulkan penumpukan lemak.

Selain itu, kurang tidur atau kelebihan tidur yang meningkatkan hormon ghrelin, sehingga seseorang jadi sering lapar.

“Mulailah dengan mengelola faktor penyebab utama seperti stres, terus jangan sampai stres, harus perbanyak aktivitas fisik dan mengatur waktu tidur, pantau berat badan dan lingkar pinggang,” katanya.

(JATENGKOTA/Yunita Rahmayanti)

Artikel lain terkait Gizi Anak

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

Baca Juga

COMMENTS