Fakta-fakta Cacar Monyet atau Monkeypox: Masa Inkubasi Panjang, Tidak Ada Pengobatan Khusus | Inilah Sosok Jenderal TNI Diduga Ayah Wanita Cantik Pemaki Anggota DPR dan Ibunya: Kerja di BIN | Antisipasi AC Milan Kehabisan Bensin - Pioli Tak Bisa Semena-mena Kepada Brahim Diaz | Dialog RKUHP di Undip, Prof Muladi : Mau Menolak, Baca Keseluruhannya Dahulu | Malam Tahun Baru Islam di Pekalongan Berlangsung Meriah, Ada Marching Band Hingga Rampak | Update Virus Corona Kota Semarang Rabu 19 Mei 2021, Pedurungan Tertinggi Mijen Terendah | Meski Masih Kondusif, Polisi Mulai Jaga 24 Jam KPU Kabupaten Kebumen | Transaksi Non Tunai Trans Semarang Lebihi Target, Ade Yakin Akhir Tahun Pendapatan Rp 30,1 Miliar | Polisi Kewalahan Selidiki Perampokan Rumah Mewah di Kudus: Perampok Hilangkan Server CCTV | Kunci Jawaban Kelas 6 Buku Tematik Pada Halaman 50 52 53 Kondisi Alam Indonesia | Hentikan Kebiasaan Mengigit Kuku, Ini Bahaya dan Cara Menghentikannya | Rizki Hapus Foto Pernikahan, Nadya Lepas Cincin | Penampilan Paul Pogba Bikin Penasaran Wartawan Inggris, Kok Bisa Main Bagus Meski Puasa? Ini Katanya | Park Bo Gum Ketahuan Jadi Relawan Panti Asuhan Selama 7 Tahun Secara Diam-diam | Penyaluran BST Tahap Tiga untuk Warga Kota Semarang Akan Dilayani Hingga Besok | Waspada Skimming, Polsek Semarang Timur Cek Sejumlah ATM | Hujan Angin Disertai Petir Bisa Terjadi di Sejumlah Wilayah Jawa Tengah Malam Ini | Pengunjung Kota Lama Kaget Dihampiri Wanita Muda Sok Akrab, Ternyata . . . | Tips Menyimpan Teh Menurut Ahlinya, Aroma dan Rasa Tetap Terjaga hingga 2 Tahun | Pegawai PP-PAUD dan Dikmas Jateng Dalami Hak Dan Kewajiban Peserta JKN-KIS | 4 Shio Paling Perhitungan dengan Diri Sendiri | Bupati Umi Lantik 154 Pejabat Fungsional Kabupaten Tegal Hasil CPNS 2018 | Chord Kunci Gitar Segalanya Sheila on 7 | Hutan Kota Rajawali Batang Nyaman Buat Jogging Track dan Fitnes Outdoor | Hujan Deras Sebabkan Banjir di Kelurahan Cepu Blora, Ketinggian Air Hingga 1 Meter Lebih | Jadwal MotoGP Akhir Musim di Depan Mata, Siapa Sosok yang Pantas Gantikan Valentino Rossi? | Polres Pemalang Kembali Ringkus Bandar Togel, Kurang dari Sepekan Tiga Bandar Diamankan  | Chord Gitar Kalau Bosan - Lyodra: Kalau Kamu Bosan Jangan Menghilang | Kang Nursholeh: Buku Menjadi Cermin Kita Semua | Dinkop UMKM Kota Semarang Buka Pendataan untuk Banpres Hingga 7 September | Sebaran 460 Corona 25 Oktober 2021: Tertinggi DKI Jakarta Sumbang 82 Kasus, Disusul Jawa Barat | Hasil Studi: Daya Saing Digital AntarProvinsi di Indonesia Makin Merata | HEBOH! Janda Satu Anak Ini Ditemukan Tewas dengan Mulut Berbusa Seusai Berkencan dengan Kapolsek | Peruntungan Shio Hari Ini Minggu 3 Januari 2021 | Ingin Latihan Sore di GOR Satria Purwokerto, Seluruh Atlet Wajib Lapor | Viral Detik-detik Perampokan Minimarket yang Akan Tutup, 4 Pelaku Bertopeng Todongkan Parang | Kunci Jawaban Tema 3 Kelas 2 SD Halaman 46 47 48 49 50 55 dan 56, Menulis Letak Sekolah | Ratusan Relawan Batang Latgab Vertical dan Water Rescue di Ujungnegoro | Nonton TV Online Ini Link Live Streaming Mola TV Manchester United Vs Sheffield United Malam Ini | Cara Penularan Virus Corona: Benarkah Bisa Menular Lewat Makanan? | Penyebab Angin Kencang yang Landa Wilayah Indonesia Bagian Selatan Menurut BMKG | Toko Tan Pekojan Terbakar, Petugas Pemadam Pakai Motor Roda Tiga Padamkan Api karena Gang Padat | Distribusi Kematian Covid-19 Laki-Laki dan Perempuan Secara Nasional Sama | Lebaran 2022 Hidupkan Pusat Oleh-oleh di Kudus yang Sempat Mati Suri | Jadwal MotoGP Styria Akhir Pekan Ini Live Trans7, Ini yang Bikin Marc Marquez Jadi Pebalap Terbaik | TADARUS DR KH Multazam Ahmad, MA : Idul Fitri dan Deklarasi Kemenangan | Not Angka Pianika Kita Biarlah Hariku dan Harimu Terbelenggu Satu Lewat Ucapan Manismu | Pengemudi Lamborghini Oranye Arogan Todongkan Pistol ke 2 Pelajar, Korban : Wah Mobil Bos Nih! | 500 Narapidana Lapas Kelas I Semarang Dapat Remisi Idulfitri 2022, 5 Langsung Bebas | Teka-teki Pemilik Mobil B 1 UNO Penerobos Jalur Transjakarta Ternyata Punya 16 Mobil | Cerita Cinta Caesar Hito dan Felicya Angelista, Bertemu Pertama Kali di Workshop Iklan | Tinjau Vaksinasi di RS di Semarang, KSAD Ingatkan Manajemen Saling Bantu dalam Penanganan Covid 19 | Manfaat Jahe Merah untuk Kesehatan | Terimbas Refocusing APBD, Anggaran Renovasi Stadion Joyokusumo Pati Dipangkas | Ramalan Zodiak Cinta Besok Jumat 9 April 2021, Cancer Bingung Bertahan Atau Tidak | Asik! IM3 Ooredoo Tawarkan Kuota 1 GB per Hari cuma Rp 1.000 | VIDEO Sentuhan Magis Bak Hilang, Lionel Messi Buang Peluang Gampang Bikin Gol | Kehabisan Peti Mati, Jenazah Dokter PDP Corona Datang Tanpa Peti, Penggali Kubur Kebingungan | Kunci Jawaban Tema 4 Kelas 4 SD Buku Tematik Halaman 45 dan 46: Berbagai Pekerjaan | ‎PT Astra Daihatsu Motor Yakin Bisa Penuhi Target Menjual 200 Unit Terios Sebulan | Akibat Corona, Hampir 40 Kantor Pos Jepang Ditutup Sementara Karena Stafnya Terinfeksi | Penerapan Aturan PPKM Harus Diimbangi dengan Peningkatan Testing dan Tracing  | Wakil Dekan FIB Undip Semarang Minta Mahasiswa Bisa Kembangkan Broadcasting Digital | Ustadz Arifin Ilham Meninggal Dimakamkan di Azzikra Bogor, Prilly dan Umi Pipik Sampaikan Doa Ini |

Anda sedang membaca Fakta-fakta Cacar Monyet atau Monkeypox: Masa Inkubasi Panjang, Tidak Ada Pengobatan Khusus - JATENGKOTA mohon pertahankan, kami selalu update berita terbaru hari ini singkat, padat dan terpercaya.

Fakta-fakta Cacar Monyet atau Monkeypox: Masa Inkubasi Panjang, Tidak Ada Pengobatan Khusus


Oleh : JATENGKOTA | on Sabtu, 21 Mei 2022 05:48 WIB
Fakta-fakta Cacar Monyet atau Monkeypox: Masa Inkubasi Panjang, Tidak Ada Pengobatan Khusus

JATENGKOTA - Monkeypox atau cacar monyet saat ini tengah menjadi perhatian Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Pasalnya, beberapa negara seperti Inggris, Spanyol, Kanada, Amerika Serikat, hingga Australia, telah melaporkan adanya kasus cacar monyet ini.

Di Inggris, sebanyak sembilan orang terkonfirmasi telah terjangkit virus monkeypox.

Sementara Australia pada Jumat (20/5/2022), melaporkan adanya warga yang positif cacar monyet.

Lantas, apa itu monkeypox atau cacar monyet?

Apakah sama dengan cacar yang biasa terjadi di manusia?

Berikut fakta-fakta tentang monkeypox atau cacar monyet, yang dikutip JATENGKOTA dari NDTV:

1. Mirip dengan Cacar Manusia

Monkeypox adalah infeksi virus langka yang mirip dengan cacar manusia.

Virus monkeypox atau cacar monyet pertama kali ditemukan pada tahun 1958 pada monyet yang dipelihara untuk penelitian.

Kasus cacar monyet pertama kali terjadi pada manusia pada tahun 1970.

2. Penularan

Cacar monyet dapat ditularkan dari gigitan hewan yang terinfeksi, atau dengan menyentuh darah, cairan tubuh, atau bulunya.

Diperkirakan disebarkan oleh hewan pengerat, seperti tikus, mencit, dan tupai.

Dimungkinkan juga untuk tertular penyakit dengan memakan daging dari hewan yang terinfeksi yang belum dimasak dengan benar.

3. Kontak Seksual

Pejabat kesehatan telah mencatat beberapa dari infeksi ini dapat ditularkan melalui kontak seksual.

WHO mengatakan sedang menyelidiki bahwa banyak kasus yang dilaporkan adalah orang-orang yang mengidentifikasi diri sebagai gay atau biseksual.

4. Gejala Umum

Demam, nyeri otot, luka, dan kedinginan adalah gejala umum cacar monyet pada manusia.

5. Beberapa Negara Mengkonfirmasi

Kanada adalah negara terbaru yang melaporkan sedang menyelidiki lebih dari selusin kasus yang diduga cacar monyet.

Spanyol dan Portugal mendeteksi lebih dari 40 kasus yang mungkin dan terverifikasi.

Swedia dan Italia juga melaporkan kasus cacar monyet pertamanya pada Kamis (19/5/2022).

Sementara Australia telah melaporkan kasus cacar monyet di negaranya pada Jumat (20/5/2022).

Amerika Serikat melaporkan kasus cacar monyet pertamanya pada Rabu (18/5/2022).

Seorang pria di negara bagian Massachusetts di bagian timur dinyatakan positif terkena virus setelah mengunjungi Kanada.

Sementara Inggris telah mengkonfirmasi sembilan kasus sejak 6 Mei.

6. Muncul setelah 40 Tahun Hilang

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), tidak ada kasus cacar monyet yang dilaporkan selama 40 tahun sebelum muncul kembali di Nigeria pada 2017.

7. Tidak Ada Pengobatan Khusus

Saat ini tidak ada pengobatan khusus untuk cacar monyet.

Pasien biasanya perlu dirawat di rumah sakit spesialis agar infeksi tidak menyebar dan gejala umum dapat diobati.

8. Masa Inkubasi

Menurut WHO, masa inkubasi (interval dari infeksi hingga timbulnya gejala) cacar monyet biasanya dari 6 hingga 13 hari, tetapi dapat berkisar dari 5 hingga 21 hari.

Asal Mula Cacar Monyet

Monkeypox pertama kali ditemukan pada tahun 1958 ketika dua wabah penyakit seperti cacar terjadi di koloni monyet yang dipelihara untuk penelitian, maka diberi nama 'cacar monyet'.

Cacar monyet manusia pertama kali diidentifikasi pada manusia pada tahun 1970 di Republik Demokratik Kongo pada seorang anak laki-laki berusia 9 tahun di wilayah di mana cacar telah dieliminasi pada tahun 1968.

Sejak itu, sebagian besar kasus telah dilaporkan dari pedesaan, daerah hutan hujan di Cekungan Kongo, khususnya di Republik Demokratik Kongo dan kasus manusia semakin banyak dilaporkan dari seluruh Afrika Tengah dan Barat, sebagaimana dikutip dari laman resmi WHO.

Sejak tahun 1970, kasus cacar monyet telah dilaporkan pada manusia di 11 negara Afrika – Benin, Kamerun, Republik Afrika Tengah, Republik Demokratik Kongo, Gabon, Pantai Gading, Liberia, Nigeria, Republik Kongo, Sierra Leone , dan Sudan Selatan.

Kemudian, pada tahun 1996–1997, wabah dilaporkan di Republik Demokratik Kongo dengan rasio kematian kasus yang lebih rendah dan tingkat serangan yang lebih tinggi dari biasanya.

Wabah cacar air secara bersamaan (disebabkan oleh virus varicella, yang bukan merupakan orthoopoxvirus) dan cacar monyet ditemukan yang dapat menjelaskan perubahan nyata atau nyata dalam dinamika penularan dalam kasus ini.

Sejak 2017, Nigeria telah mengalami wabah besar, dengan lebih dari 500 kasus yang dicurigai dan lebih dari 200 kasus yang dikonfirmasi dan rasio kematian kasus sekitar 3 persen.

Cacar monyet adalah penyakit kesehatan masyarakat global yang penting karena tidak hanya mempengaruhi negara-negara di Afrika Barat dan Tengah, tetapi seluruh dunia.

Pada tahun 2003, wabah cacar monyet pertama di luar Afrika terjadi di Amerika Serikat dan dikaitkan dengan kontak dengan anjing padang rumput peliharaan yang terinfeksi.

Hewan peliharaan ini telah ditempatkan dengan tikus berkantung Gambia dan dormice yang telah diimpor ke negara itu dari Ghana.

Wabah ini menyebabkan lebih dari 70 kasus cacar monyet di AS.

Cacar monyet juga telah dilaporkan pada pelancong dari Nigeria ke Israel pada September 2018, ke Inggris pada September 2018, Desember 2019, Mei 2021 dan Mei 2022, ke Singapura pada Mei 2019, dan ke Amerika Serikat pada bulan Juli dan November 2021.

Pada Mei 2022, beberapa kasus cacar monyet diidentifikasi di beberapa negara non-endemik.

Pencegahan

Ada beberapa tindakan yang dapat dilakukan untuk mencegah infeksi virus monkeypox:

- Hindari kontak dengan hewan yang dapat menjadi sarang virus (termasuk hewan yang sakit atau yang ditemukan mati di daerah di mana cacar monyet terjadi).

- Hindari kontak dengan bahan apa pun, seperti tempat tidur, yang pernah bersentuhan dengan hewan yang sakit.

- Pisahkan pasien yang terinfeksi dari orang lain yang mungkin berisiko terinfeksi.

- Lakukan kebersihan tangan yang baik setelah kontak dengan hewan atau manusia yang terinfeksi.

Misalnya, mencuci tangan dengan sabun dan air atau menggunakan pembersih tangan berbasis alkohol.

- Menggunakan alat pelindung diri (APD) saat merawat pasien.

(JATENGKOTA/Whiesa/Yurika)

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

Baca Juga

COMMENTS