Viral Curhat Ibu yang Anak Balitanya Idap Penyakit Kawasaki, Dari Demam, Ruam dan Bibir Pecah-pecah | Mau Diet Sehat dan Aman? Yuk Ikuti Tips Ahli Gizi UGM | Hari Terakhir Masa Sanggah, Simak Cara Mengajukan Sanggahan Hasil Seleksi Administrasi CPNS 2021 | Jadi Silent Killer bagi Perempuan, Kenali Faktor Risiko dan Gejala Kanker Ovarium | Bupati Karanganyar Juliyatmono Meyakini Provinsi Solo Raya Mampu Percepat Penyelesaian Masalah | Dhena Devanka Berharap Dapat Hak Asuh Anak | Mitos Pantangan Makan Ikan Ibu Hamil dan Pasca Melahirkan Jadi Salah Satu Penyebab Stunting | Mizu Life Berkolaborasi dengan BPJAMSOSTEK Semarang Pemuda, Lindungi 1.000 Mitra Kerjanya | BP Jamsostek Gelar Pelatihan Gratis Bagi Pekerja yang Sudah Berhenti 1 Bulan hingga 2 Tahun | Dongeng Beruang Kuma yang Kehilangan Ikan | Merasa Miskin tapi Tidak Dapat Bantuan, Warga Banjarnegara Bisa Lapor ke SLRT | 2 Pemuda Tiduri Gadis 13 Tahun, Korban Sempat Mabuk Dicekoki Miras | Membandingkan Vonis Jaksa Pinangki dengan Kasus Angelina Sondakh & Baiq Nuril, Ini Kata Pakar Hukum | Kasus Helikopter AW-101, KPK Blokir Rekening Bank PT Diratama Jaya Mandiri Senilai Rp 139,4 Miliar | Lompatan Sukses Setelah Gagal SBMPTN | Hanya Buruh dari Perusahaan Legal yang Berhak Menerima BLT | Dua Wilayah di Pantura Barat Jateng Bersaing Pikat Investor | Nonton TV Online, Ini Link Live Streaming Wolves Vs Manchester City Liga Inggris di Mola TV | Khairuddin: Bagi yang Menemukan Istri Saya Dapat Imbalan Rp 150 Juta | Harga Resmi Honda Genio OTR Jateng, Tanda Jadi Cuma Rp 250 Ribu! | 10 Cara Mengatasi Flu Ringan hingga Sedang Tanpa Konsumsi Obat, Bisa Dilakukan di Rumah | Daftar Kode Redeem FF Terbaru Hari Ini Selasa 30 November 2021, Baru Diupdate Semenit yang Lalu | Elki Firmansyah Dibunuh Mantan Adik Ipar Lantaran Tak Restui Adiknya Rujuk Kembali dengan Pelaku | Kesdam IV/Diponegoro Siapkan Incinerator untuk Musnahkan Sampah Medis di Rumah Sakit Kudus | Pandemi Covid-19 Pengaruhi Pasien TBC, Berikut yang Harus Dilakukan | Dinkes Kota Semarang Terapkan Vaksinasi Berkonsep 2 in 1, Apa Maksudnya? | Token ASIX Anang Hermansyah Dilarang, Inilah 229 Aset Kripto yang Resmi Terdaftar Bappebti | Terdesak, Polisi Tembak Pelaku Pencurian yang Menyerang Pakai Pedang saat Hendak Ditangkap | Bacaan Doa Ziarah Kubur dalam Tulisan Arab dan Latin Beserta Artinya | Kepala Daerah Se Eks Karesidenan Pekalongan Tandatangani Komitmen Berantas Korupsi  | Sekolah Tatap Muka Bakal Dibuka, Guru di Batang Jadi Prioritas Vaksin Tahap Dua | Video Istri Anggota Kodim Wonosobo Bikin Postingan Nyinyir soal Penusukan Wiranto | Kementerian PPPA Lakukan Verifikasi Lapangan Hybrid, Bupati Yuni : Target Kita Madya | Chord Kunci Gitar Begitu Saja RAN | Not Angka Lagu Anak Baby Shark Mudah Dimainkan | Viral Video Alasan Gus Dur Bubarkan Departemen Sosial: Karena Tikusnya Sudah Kuasai Lumbung  | Antisipasi Peretasan, Diskominfo Batang Bentuk CSIRT hingga Rutin Monitoring Aplikasi OPD | Kasus Covid-19 Telah Mencapai 1.035 Orang, Pemkab Semarang Tambah Tiga Lokasi Gedung Isolasi | Tiga Alasan Bharada E Cabut Kuasa Deolipa Yumara dan Boerhanuddin Menurut Ronny Talapessy | Kabar Duka, Aktivis IPW Neta S Pane Meninggal, Sempat Dirawat di RS karena Positif Covid-19 | Jadwal Liga Champions: Inilah Jadwal dan Siaran Langsung Malam Ini | RSPAD Gatot Soebroto Terima 10 Ribu Alat Tes Antigen dari NeoMed | Suara-Suara Aneh di Loteng Bawa Wanita Ini Temukan Rahasia Tersimpan 12 Tahun di Rumahnya | Dinas Kesehatan: Konsumsi Daging Kambing Baik untuk Kesehatan dan Tak Bikin Kolesterol, Asalkan. . | Tusuk Pak RT Pakai Pisau Dapur hingga Tewas, Ini Pengakuan Resdi di Depan Polisi: Sebel. . . | Hari Kedua Pencarian Kakek Lansia Yang Hilang di Pantai Kaibon Kebumen Masih Nihil | Hendak Berangkat Salat Jumat, Agus Meninggal Dunia Tertimpa Tembok Vila di Karanganyar | Job Fair di Kendal Membeludak, Tersedia 960 Lowongan Pekerjaan, yang Daftar Sudah Lebih 4.000 Orang | Inilah 3 Pemain PSIS U-18 yang Dipromosikan ke Tim Senior, Begini Komentar Yoyok Sukawi | Hotel GranDhika Semarang Hadirkan Suasana Hawaiian dengan Sentuhan Techno di Malam Pergantian Tahun | Hasil Survei Terkini SMRC, Siapa Pimpin Elektabilitas? | Kemensos: BLT BBM Disalurkan Pemerintah untuk Melindungi Daya Beli Masyarakat | Jadwal Samsat Online Kelilng Kota Semarang Hari Ini Rabu 16 Juni 2021 | Kunci Jawaban PAI Kelas 9 Halaman 198 Soal Uraian: Jelaskan Manfaat Dari Tata Krama | Info Pemeliharaan Jaringan Listrik PLN ULP Wirosari, Kamis 25 Juni 2020 | Video Lukisan Dari Pelepah Pisang Kreasi Seniman Banyumas | Jokowi Ingin BLT Minyak Goreng Selesai Dibagikan Seminggu Sebelum Lebaran | Video Pasar Gajah Demak Terbakar | 5 Berita Populer: Motif Penembakan Letkol Dono hingga Mahfud MD Ungkap Kepribadian Rizieq Shihab | Libur Nataru, TMJ Prediksi 50 Ribu Kendaraan Lewati Tol Semarang-Solo | Jadwal dan Link Live Streaming Euro 2021, Italia Vs Swiss, Finlandia Vs Rusia  dan Turki Vs Wales | Puan Maharani Bicara Tahun Politik hingga Suksesi Kepemimpinan yang Jadi Obrolan Warung Kopi | BIN Lepas dari Koordinasi Kemenko Polhukam, Langsung di Bawah Presiden Demi Jaga Rahasia | Edhy Prabowo Optimis Bebas, Merasa Sudah Banyak Berjasa untuk Negara | Jadwal Imsak dan Buka di Kabupaten Pekalongan, Hari Ke-30 Ramadhan 1440H atau Selasa 4 Juni 2019 | Kang Nursholeh Buka FASI Kota Tegal | Dukung Program Kampus Merdeka, Widya Security Jalin Kerjasama dengan Unisbank Semarang | Ular Hitam Misterius dan Surat Bunuh Diri Warnai Evakuasi Jenazah Jhonny di Dalam Sumur | Tingkatkan Daya Saing, Bupati Wihaji Minta Produk UMKM Batang Harus Dikemas Menarik | Jadwal Bola dan Streaming RCTI Liga Italia Malam Ini, Juventus Vs Fiorentina, Udinese Vs Inter Milan | Daftar Harga Laptop dan Notebook Acer Terbaru Bulan Agustus 2020 | Dr Aqua: Jangan Lupakan Nilai-Nilai Luhur Tribrata dan Catur Prasetya | Chord Kunci Gitar Live Forever Oasis | Viral Video ASN di Sinjai Tendang Pemotor Wanita hingga Terjatuh, Sosoknya Terungkap | Kasus MeMiles: Mulan Jameela Mengaku Hanya Diundang Jadi Bintang Tamu | Wacana Gubernur Ganjar Cabut Izin Sekolah yang Menggaji Guru Honorer Bawah UMK | DPRD Tasikmalaya Teriak Minta Rizieq Shihab Dibebaskan? Kaukus Buka Suara | Bupati Idza Priyanti Awali Safari Ramadan Sapa Warga Sigambir Brebes | DLH Kota Semarang Imbau Kelurahan Ajak Warga Tanam 20 Pohon Setiap Selasa | Cerita 25 Nabi dan Rasul, Kisah Nabi Sulaiman AS dan Mukjizatnya | Wawan Pengusaha Kuliner Nekat Gelar Resepsi Pernikahan Putranya Saat Wabah Corona: Ini yang Terbaik | Update Kasus Covid-19 di Jateng, Jabar, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 30 November 2021 | Chord Kunci Gitar Cuma Saya M.A.C. | Tim Gabungan Ungkap Fakta Baru Kecelakaan Bus di Tol Mojokerto: Tidak Ada Bekas Pengereman | Cara Isolasi Mandiri di Rumah Bagi Pasien Covid-19, Penerapan Prokes hingga Pola Hidup | Mie Ayam Haris, Mi Ayam Favorit Mahasiswa Unnes, Variasi Menunya Banyak, Ada Mi Ayam Bakar Lho  | Ajak Konsumen Astra Motor Jawa Tengah Rayakan HUT ke-51 Tahun Astra Motor | Persipa Pati Yakin Lolos ke Semifinal Liga 3 Jateng Usai Tumbangkan Persekap Kabupaten Pekalongan | Niatnya Hanya Bercanda dengan Batuk-Batuk di Pesta, Sejumlah Tamu Terpapar Virus Corona | 10 Tanda Suami Bisa Jadi Punya Selingkuhan, Mendadak Romantis hingga Malas Berhubungan Badan | Diderita oleh Tukul Arwana, Ini Gejala hingga Cara Pencegahan Pendarahan Otak | Ini Aksi Bejat Seorang Guru Pesantren Rudapaksa 12 Santriwati, Lahir 8 Bayi, Korban Trauma Berat | Total 469 Orang Meninggal Positif Covid-19 di Kabupaten Semarang, Bertambah 14 Orang Dalam Sepekan | Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Tunjuk 13 Rumah Sakit Rujukan Virus Corona, Ini Daftarnya | TMMD Sengkuyung Tahap II Kodim Sragen di Desa Tlogotirto, Sumberlawang | Dies Natalis ke-57 Unnes, Berikan Anugerah Konservasi pada Nadiem Makarim dan Ebiet G Ade | Adakah Dampak Bagi Kesehatan Jika Makan Telur Mentah? Begini Kata Ahli | Siapakah Pebalap Indonesia Yang Masuk Daftar Paling Berani di Moto 2 Yang Dimaksud Valentino Rossi? | Ranking Polling Ballon d'Or 2021, Messi Pemenang, Lewa Runner Up, Ronaldo Tak Masuk Lima Besar | TMMD Sengkuyung di Desa Gunung Wetan Jatilawang Banyumas Dimulai |

Anda sedang membaca Viral Curhat Ibu yang Anak Balitanya Idap Penyakit Kawasaki, Dari Demam, Ruam dan Bibir Pecah-pecah - JATENGKOTA mohon pertahankan, kami selalu update berita terbaru hari ini singkat, padat dan terpercaya.

Viral Curhat Ibu yang Anak Balitanya Idap Penyakit Kawasaki, Dari Demam, Ruam dan Bibir Pecah-pecah


Oleh : JATENGKOTA | on Rabu, 21 September 2022 10:32 WIB
Viral Curhat Ibu yang Anak Balitanya Idap Penyakit Kawasaki, Dari Demam, Ruam dan Bibir Pecah-pecah

Laporan Wartawan JATENGKOTA, Aisyah Nursyamsi

JATENGKOTA, JAKARTA - Baru-baru ini viral di media sosial balita yang mengidap penyakit Kawasaki.

Dikutip dari akun TikTok @Ibuyumna penyakit yang terbilang langka ini diawali oleh putrinya dengan gejala awal berupa demam.

Berawal dari 3 September 2022, badan panas mulai naik dan turun di jam dini hari.

Sang ibu akhirnya memutuskan untuk pergi ke rumah sakit, dan dari dokter diinfokan jika sang buah hati demam karena terinfeksi virus.

Untuk meredakan sakit, balita tersebut diberikan antibiotik dan obat lainnya.

Setelah dua hari demam turun. Namun setelahnya, suhu tubuh malah semakin tinggi dan demam kembali.

Kondisi sang anak sudah sangat lemas dan memutuskan untuk dibawa ke rumah sakit. Saat dicek darah, dinyatakan positif typus.

"Langsung dirawat saat itu juga," ungkapnya dikutip JATENGKOTA, Rabu (21/9/2022).

Namun, kondisi dari sang anak membuat kebingungan. Karena bibir dari anaknya pecah-pecah dan selalu menangis setiap malam.

Mata sang anak mulai memerah dan semakin lemas.

Awalnya ia berpikir jika mata merah disebabkan karena anaknya kurang tidur.

Namun keesokan harinya, muncul ruam-ruam merah di badan, bibir semakin kering. Dan saat menangis, pasti berdarah.

"Siangnya dokter cek dan info kalau harus cek lab tambahan, rontgen dan EKG (rekam jantung). Dokter info kali ini, kemungkinan bukan Typus tapi suspect penyakit lain, 'Kawasaki Diseases," paparnya.

Pada akhirnya sang buah hati pun harus dirujuk ke rumah sakit lain yang memiliki dokter spesialis jantung. Agar anak segera mendapatkan penanganan.

Tiba di rumah sakit yang baru, kondisi sang anak semakin lemah dan bibir mulai menghitam.

Di sisi lain diceritakan jika ruam merah semakin bertambah banyak dan suhu badan tinggi hingga 39,8 derajat Celcius.

Biaya Pengobatan yang Habiskan Hingga Puluhan Juta, Tak Dicover BPJS

Besok paginya langsung dilakukan echo jantung. Dan hasilnya, sang buah hati positif penyakit Kawasaki yaitu radang pembuluh darah.

"Shock berat karena baru tahu penyakit ini ada dan termasuk langka," katanya lagi.

Kondisi sang anak pun semakin terlihat dengan mata yang memerah dan bibir semakin menghitam.

Oleh dokter, dirinya dan sang suami ditawarkan dua jenis pengobatan.

Ada satu jenis obat, namun asal yang berbeda. Satu dari Eropa, dengan harga 60 juta rupiah, sedangkan yang satu lagi buatan Cina dengan harga 42 juta rupiah. Kedua harga ini baru obatnya saja.

Pemberian obat pun dilakukan pergram dikalikan berat badan anak.

Semakin berat badan anak, maka semakin besar biaya yang dikeluarkan.

Akhirnya, ia bersama sang suami berikhtiar memilih obat dari Cina.

Untuk pengobatannya butuh 14 botol, dan satu botol dibandrol tiga juta rupiah.

Obat belum bisa diberikan jika belum membayar uang muka sebesar 80 persen ke rumah sakit.

"14 botol ku kumpulin dus nya, dan ku hitung. Karena kalau gak cepet ditangani bisa menyebabkan kerusakan jantung permanen, nauzubillah," tuturnya.

Setelah melakukan pengobatan, kondisi sang anak mulai membaik.

Panas mulai turun dan ruam pun memudar. Mata merah memudar dan bibir yang kehitaman mulai berkurang.

Ia pun menyebutkan jika biaya pengobatan tidak tercover oleh BPJS karena terhitung sebagai penyakit langka. Hanya bisa menggunakan asuransi dan biaya pribadi.
Sedangkan dari asuransi pun hanya tercover kurang lebih 20 persen saja.

"Allhamdulillah perlahan-lahan membaik dan mau bercanda dan ketawa lagi," ucap nya.

Apa Itu Penyakit Kawasaki?

Lantas, apa itu penakit kawasaki?

Dari arsip berita JATENGKOTA diketahui Kawasaki Disease (KD), atau sindrom kelenjar getah bening mukokutan, merupakan penyakit yang menyebabkan peradangan pada arteri, vena, dan kapiler.

Hal tersebut juga mempengaruhi kelenjar getah bening dan menyebabkan gejala di hidung, mulut, dan tenggorokan.

Penyakit Kawasaki merupakan penyebab paling umum penyakit jantung pada anak-anak.

Kawasaki Disease Foundation (KDF) memperkirakan, KD menyerang lebih dari 4.200 anak di Amerika Serikat setiap tahun.

KD juga lebih sering terjadi pada anak laki-laki daripada perempuan.

Selain itu, juga pada anak-anak keturunan Asia dan Kepulauan Pasifik.

Namun, KD dapat memengaruhi anak-anak dan remaja dari semua latar belakang ras dan etnis.

Dalam beberapa kasus, anak-anak akan pulih dalam beberapa hari pengobatan tanpa mengalami masalah serius.

Kekambuhan penyakit tersebut jarang terjadi.

Apabila tidak diobati, KD dapat menyebabkan penyakit jantung yang serius.

Dilansir Healthline, berikut beberapa gejala penyakit Kawasaki, di antaranya:

Gejala Penyakit Kawasaki

Penyakit Kawasaki terjadi secara bertahap dengan gejala dan tanda yang jelas.

Kondisi tersebut cenderung muncul pada akhir musim dingin dan musim semi.

Di beberapa negara Asia, kasus KD memuncak pada pertengahan musim panas.

1. Tahap awal

Gejala awal, yang dapat berlangsung hingga dua minggu, di antaranya:

- Demam tinggi yang berlangsung selama lima hari atau lebih

- Ruam pada tubuh dan selangkangan

- Mata merah, tanpa pengerasan kulit

- Bibir bengkak

- Lidah yang tampak berkilau dan cerah dengan bintik-bintik merah

- Pembengkakan kelenjar getah bening

- Tangan dan kaki bengkak

- Telapak tangan dan telapak kaki merah

2. Tahap akhir

Gejala selanjutnya, dimulai dalam waktu dua minggu setelah demam.

Kulit di tangan dan kaki mungkin mulai mengelupas.

Beberapa orang mungkin juga mengalami nyeri sendi.

3. Tanda dan gejala lain 

- Sakit perut

- Muntah

- Diare

- Kandung empedu yang membesar

- Gangguan pendengaran sementara

Apa penyebab penyakit Kawasaki?

Penyebab pasti penyakit Kawasaki masih belum diketahui.

Peneliti berspekulasi bahwa campuran genetika dan faktor lingkungan dapat menyebabkan penyakit tersebut.

Hal tersebut, mungkin karena fakta bahwa KD terjadi selama musim tertentu dan cenderung mempengaruhi anak-anak keturunan Asia.

Faktor risiko

Penyakit Kawasaki paling sering terjadi pada anak-anak, terutama mereka yang keturunan Asia.

Sekitar 75 persen kasus KD adalah anak-anak di bawah usia 5 tahun, menurut KDF.

Para peneliti tidak percaya bahwa seseorang dapat mewarisi penyakit ini, tetapi faktor risiko cenderung meningkat dalam keluarga.

Saudara kandung dari seseorang yang memiliki KD 10 kali lebih mungkin untuk memiliki penyakit tersebut.

Bagaimana pengobatan penyakit Kawasaki?

Anak-anak yang didiagnosis dengan KD harus segera memulai pengobatan untuk mencegah kerusakan jantung.

Pengobatan lini pertama untuk KD melibatkan infus antibodi (imunoglobulin intravena) selama 12 jam dalam 10 hari demam dan dosis harian aspirin selama empat hari berikutnya.

Anak mungkin perlu terus meminum aspirin dosis rendah selama enam sampai delapan minggu setelah demam hilang untuk mencegah pembentukan gumpalan darah.

Baca juga: Tips Menurunkan Kadar Kolesterol LDL pada Tubuh agar Terhindar dari Penyakit Jantung

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

Baca Juga

COMMENTS