Bagi Jadi Tiga Eskalasi, Komnas HAM Ungkap Proses Penyelidikan Kasus Unlawful Killing dalam Sidang | Bupati Kebumen Dorong Koperasi Mampu Melakukan Modernisasi Manajemen | Jadwal Bola Liga Spanyol Pekan Ini, Barcelona Hadapi Lawan Berat, Madrid Vs Celta Vigo | Kolaborasi UKSW dan Kampung Pinus Keditan, Bangkit di Tengah Pandemi | Hasil Liga Inggris Tadi Malam: Liverpool Menang Tipis, Kini Unggul 25 Poin dari Manchester City | Hujan Deras Landa Semarang Pagi Ini, Ketinggian Air di Kaligawe Naik 10 Sentimeter | Menaker Sebut di UU Cipta Kerja Karyawan Kena PHK Dapat Uang Tunai dan Pelatihan | Prediksi Susunan Pemain Brasil Vs Jerman Olimpiade Tokyo 2021, Dani Alves Pimpin Skuad Muda Selecao | Siapa Ketua DPD Golkar Jateng Periode Selanjutnya? Bupati Batang dan Karanganyar Diperbincangkan | Pemerintah Waspadai 3 Varian Virus Covid-19: Mu, Lambda, dan C.1.2 | Hasil Liga Inggris Tottenham Hotspur Vs Manchester United, MU Comeback dan Pertahankan Rekor Tandang | Polri Diminta Usut Tuntas Kasus Mahasiswi Mojokerto Korban Rudapaksa Tenggak Racun di Makam Ayahnya | Apa Itu Pendarahan Otak? Kondisi yang Dialami Tukul Arwana hingga Harus Operasi | Kunci Jawaban Kelas 4 Tema 9 Halaman 1, 4, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 14, Energi Air dan Listrik | Sorotan Liverpool vs Arsenal, Tantangan Mikel Arteta Cari Obat Penawar Stadion Anfield | Lika-Liku Indonesia Raih Gelar Juara Piala Thomas 2021: Lalui Grup Neraka, Hadapi Juara Bertahan | Viral di Medsos Video Pawang Ular Meninggal Dipatuk Kobra, Awal Main-main Mirip Panji dengan Garaga | Lebih Dekat dengan Ridho Syuhada, Pemain Muda PSIS yang Lolos Program Garuda Select III ke Inggris | Bupati Sragen Peringati Hari Disabilitas Internasional Bersama Anak-anak Penyandang Disabilitas | Yaris Ringsek Tabrakan dengan Sigra di Tol Angke KM 18 | Datangi Polda Metro Jaya, Fatia Maulidiyanti Ungkap Alasannya Mangkir 2 Kali dari Pemeriksaan Polisi | Sinopsis Obvilion Big Movies GTV Pukul 22.00 WIB Tom Cruise Bertahan di Planet Bumi yang Hancur | Belum Bayar SPP dan Buku saat Pembagian Rapor, Siswi SMP Yatim Ini Dihina Bodoh dan Miskin oleh Guru | Tanggapi Dudung dan AY Nasution soal Patung di Kostrad, Gatot: Semestinya Dibuat Replikanya Dulu | Indah Sujud di Polsek Semarang Tengah, Motornya Ketemu di Parkiran Masjid Baitturahman | PCOS (Polycystic Ovary Syndrome): Gejala, Penyebab hingga Komplikasi yang Disebabkan oleh PCOS | LBH APIK Buka Posko Pengaduan Gofar Hilman, 8 Orang Diduga Korban Pelecehan Seksual Melapor | RANKING Corona Indonesia 13 Desember 2021, Peringkat ke-26 Dunia, Tambah 106 Kasus | Chord Kunci Gitar Nagih Janji Didi Kempot | Strategi Shin Tae-yong di Semifinal Singapura vs Indonesia, Seperti Lawan Vietnam atau Malaysia? | SEDANG BERLANGSUNG Live Streaming TV Online Indosiar, Persib vs Borneo FC BRI Liga 1, Akses Lewat HP | Big Match Liga Italia Pekan Ini, Atalanta vs AS Roma dan AC Milan vs Napoli, Momentum Inter Menjauh | Kepala BNPB: Almarhum Sutopo Purwo Nugroho Sosok ASN Berdedikasi dan Tangguh | VIRAL Penampakan 'Angkot Sultan', Ada Tempat Duduk Sofa hingga CCTV, Ini Cerita Penumpang | Bacaan Niat Zakat Fitrah Lengkap: untuk Diri Sendiri, Istri, Anak dan Keluarga | Ramalan Zodiak Cinta Hari Ini Rabu 11 Agustus 2021, Libra Jangan Kalah dengan Keadaan | Madura United Kalah Tipis dari Persita Tangerang, RD: Terlalu Mudah Menghukum Kami | Sinopsis Drakor Person Who Gives Happiness Episode 105-106 Trans TV, Selasa 3 Desember Jam 10.00 WIB | Ajak Masyarakat Lebih Peduli Bahan Makanan, Tuti Roosdiono Adakan Sosialisasi | Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Kota Jakarta, Minggu 2 Mei 2021 atau 20 Ramadan 1442 H | Jadwal Piala Sudirman 2021, Indonesia Lawan Denmark di Penyisihan Grup, Skuat Bintang Diturunkan | Pertemuan Darurat Ole dengan Skuat Menginspirasi Kemenangan MU Atas Atalanta. Eks Pemain Masih Cemas | Said Aqil Sebut Negara Oligarki dan Tagih Janji Kredit Murah 1,5 Triliun, Ini Jawaban Sri Mulyani | Greysia/Apriyani Gabung Grup A di BWF World Tour Finals 2021, Para Lawan Adalah yang Terbaik | Daftar Klasemen Top Skor BRI Liga 1 2021, Ciro Alves Samai Spasojevic, Taisei Dekati Simic | Belum Terima BLT Desa Rp 300 Ribu? Sri Mulyani Ungkap Sebabnya, Pemkab Jadi Kambing Hitam | Inilah Hasil Autopsi Jenazah Gilang Endi Saputra yang Tewas dalam Diksar Menwa UNS | VIRAL Sosok Wanita yang Tinggal Bersama Anjing dan Kucing Peliharaan di Sebuah Gerobak, Ini Kisahnya | KPK Minta Tambah 10 Penyidik Pajak dan Tsani Mundur dari Penasihat KPK | Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kota Jambi Hari Ini, 27 April 2021, Beserta Niat dan Doa Buka Puasa | Heboh Kasus Banyak Mahasiswi Bidik Misi Sebuah Kampus di Jawa Tengah Jadi Korban Pelecehan Seksual | Waspada Hujan Sedang dan Hujan Lokal di sebagian Wilayah Tegal Pada Sore Hingga Malam Hari Ini | Cryptocurrency: Mata Uang dan Investasi | Giat Kunjungan Mendadak, Hendi Ingin Pelayanan Publik di Semarang Prima | Video Oknum ASN Terciduk Karaokean Diturunkan Pangkatnya | Kemenkes: Kapasitas Kesehatan Indonesia Kalah dengan Malaysia Hingga Vietnam | Aksi Heroik Marc Marquez Bak Spiderman di Kualifikasi MotoGP Emilia Romagna 2021 | Polisi Tetapkan Habib Bahar bin Smith Tersangka Berita Bohong | Info Biro Jasa Bangunan, Arsitek, Sedot WC, Laundry, Servis di Semarang Sabtu 8 Agustus 2020 | LOGIN cekbansos.kemensos.go.id untuk Cek Penerima Bansos PKH Tahap 4, Cair Bulan November 2021 | Penampakan Anjing Terjebak dalam Bak Mobil Pikap Terseret Banjir Sungai Batang | Aplikasi Penghasil Uang Earn App Current, Dengarkan Musik Dapat Duit | Jejak Kaki Tuntun Warga ke Tempat Pencuri Simpan Jarahan, Rival Tewas Tak Bisa Melarikan Diri | Amalan Sunnah Sambut Puasa Ramadhan 2021 | Covid-19 Varian Delta Telah Masuk Merauke Papua, Ada 10 Orang Dinyatakan Positif | Sinopsis Wild Card, Aksi Balas Dendam Seorang Pengawal Terhadap Gengster, Malam Ini di TransTV | Waria Mojokerto Ditangkap karena Pekerjakan Pelajar dan Mahasiswa sebagai PSK | VIRAL Guru di Tangerang Hobi Rapikan Rambut Murid sampai Bawa Alat Cukur Sendiri, Ini Kisahnya | Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah Jalani Vaksinasi Booster Dosis Ketiga | 5 Film Genre Drama Mancanegara Tayang di Bioskop Desember Ini, Ada Last Christmas dan Bombshell | Dr Aqua Beberkan Rahasia Kepemimpinan Lapangan yang Adaptif | Pemerintah Usul Jadwal Pemilu Diundur, Ini Kata Pengamat | Kronologi Bentrok Ormas FBR dan Pemuda Pancasila, 2 Anggota Awalnya Akrab di Tempat Hiburan Malam | Hak Korban Kekerasan Tak Dihilangkan dan Babak Baru RUU Kekerasan Seksual | Balas Dendam ke Barcelona, Manchester City Bajak Bek Idaman Blaugrana | Sebaran Penambahan Kasus Corona Hari Ini di 34 Provinsi: Jabar Tertinggi, Tambah 5.255 Kasus | Awalnya Bau Gosong, Saat Dicek Rupanya Api Sudah Membara di Dalam Mobil Kijang Milik Kurniasih | Pisah dari Kaesang Pangarep, Felicia Tissue Perlahan Bangkit, Cerita Kenapa Selama Ini Pilih Diam | Chord Kunci Gitar Lagu Duka Last Child | 3 Shio Punya Peluang Dapat Rezeki di Bulan Januari 2022 | Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun, Kecelakaan Karambol di Tol Cipularang, 2 Tewas | Pemkab Temanggung Edukasi Sopir dan Penumpang Angkutan Umum Tak Patuh Prokes | Pensiunan PNS Sudah Punya 3 Cucu di Kebumen Ini 2 Kali Cabuli Anak Umur 8 Tahun | Terungkap Walsh Baru Main Bola Setelah 9 Bulan Absen, Pelatih PSIS Semarang, Dragan Beri Respon | Video 2 Bulan Air Merendam Kampung di Sayung Demak | Virus Corona B1617 dari India Masuk Jepang, 5 Pasien Positif Terinfeksi | Grandmax Pecah Ban Mobil Oleng Tabrak Pohon, Sopir dan 1 Penumpang Tewas | Melisa Istri Tersangka Penganiaya Perawat RS Siloam: Perawat Itu Tidak Layak Bekerja di RS Manapun | Vaksinasi Kian Gencar, Siapa Saja yang Tidak Boleh Divaksin Covid-19? | Dianggap Rusak Citra Lembaga, Pimpinan DPRD Laporkan Postingan Akun Facebook ke Polres Karanganyar | Kisah Akbar Membuat Dedi Mulyadi Menangis: Bayangkan, Padahal Dia Sendiri Hidup Susah. . . | Peringatan Dini BMKG Kamis, 21 Oktober 2021: Hujan Lebat hingga Angin Terjadi di 21 Wilayah | Denmark Tetap Catat Rekor Kasus Covid-19 Meski Tingkat Vaksinasinya Tinggi | Cara Membuat Ucapan Romantis Menggunakan QR Code, Gratis dan Mudah | KHUSUS DEWASA: Inilah Cara Membedakan Orgasme Bohongan Pada Wanita | BERITA LENGKAP : Minyak Goreng Rp 14 Ribu/Liter Diserbu Konsumen | Direktur Medik dan Keperawatan RSUP: dr Agoes Ungkap Penanganan Terduga Corona di RSUP Kariadi | Mabes TNI Akhirnya Ikut Campur Telusuri Sosok R Wanita Cantik Pemaki Anggota DPR dan Ibunya | Orang-orang dalam Video Bentrokan Kopassus vs Brimob Papua Bersalaman Bukti Damai | Enam Makam di Semarang Diterjang Longsor, Tulang Belulang Berhamburan di Jalan Pantura |

Anda sedang membaca Bagi Jadi Tiga Eskalasi, Komnas HAM Ungkap Proses Penyelidikan Kasus Unlawful Killing dalam Sidang - JATENGKOTA mohon pertahankan, kami selalu update berita terbaru hari ini singkat, padat dan terpercaya.

Bagi Jadi Tiga Eskalasi, Komnas HAM Ungkap Proses Penyelidikan Kasus Unlawful Killing dalam Sidang


Oleh : JATENGKOTA | on Selasa, 30 November 2021 17:19 WIB
Bagi Jadi Tiga Eskalasi, Komnas HAM Ungkap Proses Penyelidikan Kasus Unlawful Killing dalam Sidang

Laporan Reporter JATENGKOTA, Rizki Sandi Saputra

JATENGKOTA, JAKARTA - Koordinator Bidang Pemantauan dan Penyelidikan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Endang Sri Melani dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) sebagai saksi dalam sidang lanjutan kasus Unlawful Killing di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (30/11/2021).

Dalam persidangan, Endang turut menjelaskan soal upaya penyelidikan yang dilakukan pihaknya terkait peristiwa yang menewaskan enam anggota eks Laskar FPI itu.

Dalam melakukan penyelidikan tersebut, Endang mengatakan, Komnas HAM membagi peristiwa tersebut ke dalam tiga eskalasi.

"Komnas HAM dalam temuannya terhadap perstiwa ini membagi menjadi tiga eskalasi, eskalasi rendah, eskalasi sedang dan eskalasi tinggi," beber Endang dalam persidangan.

Lantas Endang menjelaskan keseluruhan kategori eskalasi tersebut, di mana dalam eskalasi rendah, terjadi saat pemantauan yang dilakukan oleh kepolisian di sebuah perumahan di daerah Sentul hingga pintu keluar Tol Karawang Timur. 

Dalam tahapan ini, tidak terjadi gesekan dan keadaan masih berjalan dengan normal. Hal itu dia dapati berdasarkan keterangan dari para saksi dan hasil CCTV Jasamarga.

"Di sini memang masih rendah, di mana tidak terjadi gesekan apapun. Semua masih akur berdasarkan keterangan saksi maupun video dari CCTV Jasamarga," ucapnya.

Selanjutnya, dalam kategori eskalasi sedang, terjadi mulai memasuki gerbang Tol Karawang Timur sampai di sebuah hotel di kawasan Karawang. 

Saat itu berdasarkan informasi yang didapat, mulai terjadi kejar mengejar antara mobil aparat kepolisian yang melakukan pemantauan dengan satu unit mobil milik anggota Laskar FPI.

"Pada tahap ini mulai terjadi kejar mengejar dan juga ada beberpa kali saling serempet," katanya.

Sementara, keadaan yang masuk dalam kategori eskalasi tinggi kata Endang, terjadi saat di lokasi yakni di rest area KM. 50 Cikampek. 

Dalam insiden itu, empat anggota Laskar FPI tewas di dalam mobil saat polisi hendak membawanya ke Mapolda Metro Jaya setelah sebelumnya dua anggota Laskar FPI tewas terlebih dahulu karena adanya bentrokan dengan Kepolisian.

"Sehingga kematian tersebut kami katakan sebagai penegakan hukum. Karena memang terjadi saling serang," katanya.

Dalam keterangannya, Endang mengatakan, atas kematian empat Laskar FPI yang terjadi di dalam mobil jelang menuju Mapolda Metro Jaya, Komnas HAM memasukkan peristiwa itu sebagai pelanggaran HAM. 

Hal itu merujuk pada keterangan para saksi dan bukti yang ditemukan timnya di lapangan.

Kata Endang, ada saksi yang melihat keempat anggota ini dimasukkan ke dalam mobil, dan saat itu keadaannya masih hidup.

Selanjutnya, kata dia, diperoleh informasi tidak lama setelah berangkat dari rest area KM 50 keempat anggota Laskar FPI itu meninggal dunia dalam penguasaan aparat keamanan negara. Sebab seharusnya aparat keamanan negara memberikan rasa aman.

"Sehingga kami katakan bahwa memang terdapat pelanggaran HAM di situ, dalam peristiwa kematian 4 orang, karena seharusnya pada saat penguasaan kepolisian itu ada rasa aman yang diberikan oleh pihak kepolisian," tukasnya.

Tak hanya itu, sebelumnya, Endang menjelaskan terkait upaya Komnas HAM dalam melakukan penyelidikan kasus tersebut. Dia mengungkap, pihaknya menerima aduan dari keluarga Laskar FPI.

Berdasarkan penuturannya, Endang menyebut keluarga laskar FPI mengadu pada Komnas HAM terkait ada atau tidaknya tindak kekerasan pada korban sebelum akhirnya tewas. 

"Keluarga meminta agar Komnas HAM bisa melakukan penyelidikan dan pemeriksaan lebih lanjut atas dugaan kekerasan korban tersebut," ujarnya di persidangan, Selasa (30/11/2021).

Hal itu didasari, kata dia, karena saat keenam jenazah anggota eks Laskar FPI dibawa ke keluarganya, kondisinya seperti ada tindak kekerasan.

Sehingga, para keluarga anggota eks Laskar FPI meminta Komnas HAM melakukan pengusutan tentang kematiannya itu.

"Keluarga menduga ada tindak kekerasan kepada korban, ini dibuktikan pada kondisi jenazah saat dipulangkan kepada keluarga, makanya keluarga meminta ada pemeriksaan terhadap korban tersebut," bebernya.

Mendengar penjelasan tersebut, lantas Jaksa menanyakan kepada Endang, siapa saja pihak yang datang mengadu dan diwawancarai oleh Komnas HAM. 

"Siapa saja yang hadir dan diwawancarai?," tanya jaksa dalam sidang.

"Untuk pihak keluarga datang seluruhnya yang hadir dari keenam korban ini, juga dari beberapa anggota FPI lainnya," jawab Endang.

Lebih lanjut kata Endang, untuk melakukan pendalaman informasi terkait kasus tersebut, lantas Komnas HAM menerjunkan tim sebanyak 3 orang, namun tidak termasuk dirinya.

Tak hanya itu, pihaknya juga melakukan pengumpulan informasi dari organisasi masyarakat sipil (NGO) serta keterangan resmi dari pihak Polda Metro Jaya.

"Untuk kegiatan pada 7 Desember lebih kepada pendalaman informasi untuk memastikan bahwa ada kejadian tersebut," ucapnya.

Lebih jauh, bahkan kata Endang, pihaknya juga turut menyambangi Markas dari FPI yang berlokasi di Petamburan, Jakarta Barat untuk melakukan pendalaman informasi tersebut.

Lantas jaksa kembali menanyakan terkait dengan isi laporan berdasarkan tim yang turun melakukan pendalaman.

"Apa isi laporan tim yang turun?," tanya lagi Jaksa.

"Isi laporan mereka terkait dengan apa yang terjadi dan juga memastikan kalau enam orang itu posisinya seperti apa terkait informasi apakah meninggal atau belum karena informasi masih simpang siur, karena diduga hilang dan anggota FPI ingin tahu soal kepastian itu," jawab Endang.

Selanjutnya kata Endang, Komnas HAM melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian untuk memulangkan jenazah enam anggota eks Laskar FPI kepada pihak keluarga.

Berkaitan dengan kondisi dari keseluruhan jenazah itu sendiri, kata Endang, diketahui pihaknya berdasarkan pada informasi dari Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur yang merupakan lokasi autopsi.

"Terkait dengan korban kami sudah sampaikan di lidik yang kami sampaikan di penyelidikan, sebanyak 6 orang ini kondisi jenazah dari anggota laskar FPI dari dokter forensik RS Polri Kramat Jati," tukasnya.

Dakwaan Jaksa

Pada perkara ini, terdakwa Briptu Fikri Ramadhan dan IPDA M. Yusmin Ohorella didakwa telah melakukan penganiayaan yang membuat kematian secara sendiri atau bersama-sama terhadap 6 orang anggota eks Laskar FPI.

"Mereka yang melakukan, yang menyuruh melakukan, dan yang turut serta melakukan, dengan sengaja merampas nyawa orang lain," kata jaksa dalam persidangan Senin (18/10/2021).

Atas hal itu, jaksa menyatakan, perbuatan para terdakwa merupakan tindak pidana sebagaimana diatur dan diancam dalam Pasal 338 KUHP jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP subsider Pasal 351 Ayat (3) KUHP jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

Baca Juga

COMMENTS