Ibunya Meninggal Sejak Kelas 3 SD Ayah Gangguan Jiwa, Kini Sistem Zonasi Lemparkan Pasha dari PPDB | BREAKING NEWS: Pikap Muatan Cat Terjang Kucingan dan 4 Motor di Semarang, 3 Orang Luka Parah | Kisah Penjual Sepeda Dadakan di Semarang Raup Untung, Sehari Rinto Minimal Jual 5 Unit | Update Virus Corona Kota Semarang Selasa 11 Agustus 2020, Tertinggi Ngaliyan Terendah Candisari | Patroli Satpol PP Temukan Pelajar Keluyuran di Tempat Wisata, Bukan Belajar di Rumah | Jadwal Imsak dan Buka Puasa Hari Ini Palangkaraya, Ramadhan Hari ke-6, Minggu 18 April 2021 | Sanksi Mulai Diberlakukan Bagi Pelanggar Protokol Kesehatan di Kabupaten Tegal | Demi Naik KRL, Nia Ramadhani Bawa Bekal, Ada Kue hingga Berbagai Minuman | Begal Bekasi Barat Belum Ditangkap, Ini Penjelasan AKBP Arman Mengenai Foto yang Viral | Profil Kapal Selam KRI Nanggala 402, Rudalnya Sempat Tenggelamkan KRI Rakata | Ini 5 Drakor Adaptasi Webtoon Tayang 2020: Ada Park Seo Joon, Kim Myung Soo hingga Yoo Seung Ho | Video Begal Payudara Ini Pepet Motor Terus Jatuhkan Korban | Ratusan Pelajar SMA di Brebes Ikuti Diklat Antinarkoba | Jadwal, Klasemen, Top Skor dan Link Live Streaming Serie A Liga Italia, AC Milan Vs Genoa | Bandara Semarang : Penumpang Pesawat Alami Penurunan hingga 20 Persen | Tak Ada Penyakit Lain Jadi Faktor Utama Kesembuhan 15 Karyawan PT Freeport Positif Corona | Persib Bandung Turut Berduka Meninggalnya Istri Spaso Lelhy Arief Spasojevic | Chord Kunci Gitar Satu Hati Peterpan | Kisah Pelajar SMK Pilih Gantung Diri dan Tinggalkan Surat Wasiat : Wes Gak Usah Ngragati Aku | Dua Nelayan yang Jago Renang Selamat di Pantai Jetis | Chord Kunci Gitar Terpaut Oleh Waktu Danilla Riyadi | Chord Kunci Gitar Mr Brightside The Killers | BPJS Ketenagakerjaan Galakkan Program Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan | Hendi Raih Predikat Pembina Olahraga Berprestasi Nasional 2020 | Selama Sebulan di Gunung Bromo Kendaraan Dilarang Lintasi Lautan Pasir Tengger dan Bukit Teletubbies | 5 Berita Populer: Mobil Goyang di Parkiran Kantor Bupati Bikin PNS Geger hingga Asal Usul Meme Tuman | Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun, Ustadz Taufik Hasnuri Meninggal Dunia | Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati Resmikan Jalan Penghubung Sragen Dengan Ngawi | Resmikan Cetya Gili Loka, Bupati Pati Haryanto: Tidak Usah Khawatirkan Perbedaan | BREAKING NEWS: Seorang Ibu di Tegal Nekat Naik Tower, Wali Kota Dedy Yon Sampai Datang Membujuk | Kasus Covid-19 di Kota Semarang Mulai Melandai | Jangan-jangan Biasa Kamu Lakukan, 5 Kebiasaan saat Sarapan Ini Justru Bikin Tubuh Bertambah Gemuk! | Lubangi Dinding Rutan Solo, 5 Pelaku Diisolasi 2 Minggu, Kepala Rutan Ungkap Cara Mereka Mengeruknya | Chord Kunci Gitar Time Will Tell The Overtunes | Sirajuddin Nikahi Zaskia Gotik, Imel Putri: Lunasi Hak-hak Saya, Itu Belum Selesai | Pengakuan Lugu Arsy Hermansyah yang Ketakutan Ketika Ashanty Marah | Kecelakaan di Gunungpati Semarang, Mobil Jimny Masuk Jurang, Begini Nasib Sopirnya | Pekan Depan Kolonel Rano Tilaar Tak Lagi Manjabat Danrem 074 Warastratama, Ini Pesannya | Pemkot Solo Terima 10.609 Dosis Vaksin Sinovac, Wali Kota: Paling Ampuh Tetap Gerakan 3M | Rumah Mewah Luna Maya Pernah Ditawar Rp 25 Miliar | Jadwal Buka Puasa dan Azan Magrib di Kota Jambi, Senin 3 Mei 2021 atau Hari ke-21 Puasa Ramadhan | WNA Pemegang KITAS dan KITAP dapat Mengikuti Program Vaksin Gotong Royong | VIDEO : Perampok Gasak Uang 26 Juta dan Sekap Tiga Karyawan Minimarket | Hotline Semarang : Diminta Karcis Ngomel-ngomel | Senangnya Pengguna Jalan di Kebumen Dapat Sayur Gratis dari Polisi, Tapi Ini Syaratnya | Banjir Desa Trimulyo Sudah Mulai Surut, BPBD Demak Catat 430 Hektare Sawah Terdampak | Jadwal Imsak dan Buka Puasa Hari Ini Temanggung, Ramadhan Hari ke-10, Minggu 3 Mei 2020 | Video Satu Pasien RSUD Kardinah Tegal Diduga Terjangkut Virus Corona | Dampak Jokowi Naikkan Iuran BPJS, Walikota Solo Surati BPJS Tak Sanggup Bayar Setelah Mei | 2 Dokter Gigi RSGM Unsoed Purwokerto Terkonfirmasi Positif Covid-19 | Pemkab Sragen Fokus Pembangunan Rumah Sakit dan Puskesmas: Semua Harus Punya 12 SPM | Pangeran Harry Buka-bukaan, Wujudkan Impian Lama Seusai Lepas Jubah Kerajaan Inggris | Jack Harun Mantan Teroris Bom Bali Kini Jualan Racik Soto di Sukoharjo: Masih Dirayu Racik Bom | 21 Bangun di Kedunggading Kendal Rusak Diterjang Angin Puting Beliung, Ini Kronologinya | Potongan Tubuh Terbakar yang Ditemukan di Banyumas 2 Hari Lalu Baru akan Diotopsi, Ini Sebabnya | Anak Tenaga Kesehatan Covid-19 Berkesempatan Diterima di Sekolah Negeri PPDB 2020 Tingkat SMA & SMK | Menegangkan Kejar-kejaran Polisi vs Debt Collector Perampas Truk di Pekalongan | Polisi Ungkap Pembunuhan Dari Bungkus Sate Beracun yang Ada Tulisan Nama Pelaku | BREAKING NEWS: Mobil Muatan Seragam Sekolah Senilai Ratusan Juta Ludes Terbakar di Pati | Perkuat Bisnis, PGN Dorong Ekspansi dan Efisiensi Layanan Gas Bumi | Berlian Yakin Penjualan PropertI Meningkat Jelang Akhir Tahun | Bau Tak Sedap Keluar dari IPAL, Dinas Lingkungan Hidup Nilai Warga Belum Paham Penggunaannya | Chord Kunci Gitar Jangan Marah Lagi Armada | Industri Perbankan Menunggu Perluasan Dana PEN | Viral Pemotor Jatuh Tersenggol Taksi Malah Ngaku Ditabrak Ambulans | Chord Kunci Gitar Lagi Lagi Kamu Abdul & The Coffee Theory | Sinopsis Film Pengabdi Setan, Tayang di Trans 7 Senin 31 Desember 2018 pukul 22:00 | Peruntungan Shio Hari Ini Rabu 18 Maret 2020, Tahun Tikus Logam Imlek 2571 | Kendarai Mobil Jeep, Bupati Batang Ikut Kirab Merah Putih, Finish di Makam Ki Ageng Kunci di Subah | Emak-emak di Bandung Serahkan Uang Tabungan di Dalam Kaleng Bekas Cat untuk Beli APD Tenaga Medis | Pemilih di Kota Semarang bakal Gunakan Sarung Tangan Saat Nyoblos | Jasa Raharja Serahkan Hak Korban Kecelakaan Pemalang Senilai Rp 50 Juta ke Pihak Keluarga | Video Sastra Keroncong Semarangan di Star Hotel | 685 Tukang Becak dan Ojek di Kudus Terima Bantuan Beras 10 Kg‎ dan Uang | Sedang Berlangsung Pro Futsal League Black Steel Manokwari Vs Mas Young, Tonton Streamingnya di RCTI | Peruntungan Shio Besok Rabu 24 Februari 2021 | Chord Kunci Gitar Tentang Rasa Anji Manji | Siapkan Desa Wisata, Warga Pelang Jepara Tanam 1.500 Bibit Pohon Sakura | Pos Pantau Beroperasi di Sejumlah Wilayah, Antisipasi Masyarakat yang Nekat Mudik | Disinggung Tak Miliki Biaya untuk Persalinan hingga Masalah Tes DNA Begini Jawaban Rizki DA | Indonesia Raya Berkumandang Dua kali di Sirkuit Doha Qatar | Unsur Pengurus PPP Purbalingga Pecah, Mendukung Paslon Tiwi Dono, Ini Penyebabnya | Sempat Dikira Sarang Ular, Goa yang Ditemukan Warga di Bondowoso Ternyata Makam Zaman Megalitikum | Samkel Kajen Hari Ini Buka di Kecamatan Bojong | Memasuki Bulan Ramadhan, Penjual Buah Kurma Alami Peningkatan Penjualan  | Donald Trump Usul Warga AS Terjangkit Corona Disuntik Disinfektan | Sebut Pijatan Istri Tak Seenak Mantan Bini, Pria Ini Langsung Dikirim Menghadap Yang Maha Kuasa | Kunci Jawaban Tema 6 Kelas 2 SD Halaman 2-8 Merawat Hewan dan Tumbuhan, Membaca Teks Lani dan Siti | Postingan Pertama Atta Halilintar Setelah Resmi Nikahi Aurel Hermansyah: Selfie Suami dan Istri | Lima Laga PS Tira Persikabo Tanpa Rahmad Darmawan, Hari Ini Sang Pelatih Dipecat | Orang Tua Siswa Ingin Sekolah Segera Terapkan PTM | Harga Cabai Rawit Merah di Sragen Capai Rp 80 Ribu per Kilogram | Dikemas dengan Konsep Lucu, Seorang Pria Unggah Video Ajak Driver Ojol Ikut Divaksin, Videonya Viral | Kebakaran di Banyumanik Semarang, Wawan Pemilik Rumah Makan Tetap Bersyukur dan Ikhlas | Xpander Jadi Ujung Tombak Penjulan Mistubishi di Segmen Mobil Penumpang | Jual Rumah Baru - Bekas dan Tanah Murah Semarang Jumat 12 Maret 2021 | Apa Dampak Nyata dari Wabah Virus Corona terhadap Ekspor Impor Jateng? | Ini Link Live Streaming Sevilla Vs Inter Milan Final Liga Eropa, Conte Optimis Nerazzurri Menang | Pakai Daster dan Jilbab Seorang Nenek, Pencuri Ini Berupaya Kabur dari Kejaran Warga | Pemerintah Mulai Jual ORI017 Hari Ini |

Anda sedang membaca Ibunya Meninggal Sejak Kelas 3 SD Ayah Gangguan Jiwa, Kini Sistem Zonasi Lemparkan Pasha dari PPDB - JATENGKOTA mohon pertahankan, kami selalu update berita terbaru hari ini singkat, padat dan terpercaya.

Ibunya Meninggal Sejak Kelas 3 SD Ayah Gangguan Jiwa, Kini Sistem Zonasi Lemparkan Pasha dari PPDB


Oleh : JATENGKOTA | on Kamis, 11 Juli 2019 20:49
Ibunya Meninggal Sejak Kelas 3 SD Ayah Gangguan Jiwa, Kini Sistem Zonasi Lemparkan Pasha dari PPDB

JATENGKOTA, YOGYAKARTA - Sistem zonasi yang diterapkan pemerintah membuat pelajar di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, terancam kehilangan kesempatan bersekolah.

Ia tak bisa melanjutkan ke sekolah terdekat karena terlempar dari zonasi.

Selain itu, usianya pun lebih tua dibandingkan pendaftar lainnya.

Muhammad Pasha Pratama (12) warga Padukuhan Bulu, RT 05 RW 14, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, tampak malu ketika para wartawan berkunjung ke rumah sederhana milik kakek dan neneknya.

Dia masih tampak kecewa karena tidak bisa masuk ke SMPN 2 Karangmojo.

Padahal, sekolah tersebut hanya berjarak 2 kilometer dari rumah yang dia tinggali bersama bapaknya Sugeng yang mengalami gangguan kejiwaan, kakek, dan neneknya.

Ibunya sudah meninggal sejak dirinya duduk di bangku kelas 3 sekolah dasar.

Saat ditemui Pasha hanya menunduk, terkadang saat diajak berbicara matanya berkaca-kaca.

Bocah bertubuh gempal ini sesekali masuk ke dalam kamar dan sedikit malu menceritakan pengalaman pahitnya yang harus gagal masuk sekolah impiannya sejak lama.

Bahkan, peralatan sekolah seperti buku, tas, dan sepatu sudah dipersiapkan dari tabungan sejak beberapa tahun lalu.

Uangnya diperoleh dari tetangga sekitarnya.

"Saya inginnya sekolah di SMP 2 Karangmojo, karena dekat, dan teman-teman saya juga banyak yang mau sekolah di situ," katanya kepada wartawan di rumahnya Kamis (11/7/2019).

Saat dimintai menceritakan pengalamannya mendaftar, Pasha berkisah, bersama dengan teman-teman sebayanya, ia mendaftar ke SMPN Karangmojo.

Bermodalkan nilai UN 15,83 dan jarak ke sekolah yang kurang lebih hanya sekitar 2 kilometer, Pasha pun percaya diri dengan pilihannya.

Apalagi, beberapa temannya yang memiliki nilai di bawah dirinya pun mendaftar di sekolah yang sama.

Namun, harapan besar itu runtuh ketika namanya tidak ada dalam daftar yang diterima saat pengumuman Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

Beberapa kali Pasha mencari namanya di dalam pengumuman tetapi hasilnya nihil.

Saat itu, dirinya ingin menangis, tetapi malu.

"Saya cari nama saya di papan pengumuman kok tidak ada, ternyata saya tidak diterima dan itu rasanya sedih sekali."

"Tapi teman saya yang nilainya lebih rendah dan rumahnya lebih jauh (dari SMP N 2 Karangmojo) malah keterima."

"Itu yang membuat saya kecewa, padahal nilai saya tidak begitu buruk yaitu 15,83 dan teman saya yang nilainya 13 malah keterima," ujarnya.

Hingga kini dirinya belum memutuskan mendaftarkan ke sekolah lain.

Jarak terdekat dengan SMP swasta berjarak 5 kilometer.

Jika dirinya mendaftar, keluarga sederhana ini bingung mengenai transportasi hingga biaya sekolahnya nanti.

Apalagi Sugeng ayahnya menderita gangguan kejiwaan tidak bekerja.

Neneknya Rebi (65) hanya bekerja sebagai buruh tani tidak seberapa hasilnya.

"Membeli air saja susah, mengingat saat ini masa kekeringan dan sulit untuk mencari air untuk pengairan," ucap Rebi.

Setiap hari Rebi memberi semangat pada sang cucu.

Namun, apa daya, ekonomi yang sulit membuat dirinya tidak bisa berbuat banyak.

Dengan jarak 5 kilometer, jika harus berjalan pasti akan melelahkan, apalagi tidak ada transportasi umum ke sekolah tersebut.

Jika ingin diantar menggunakan kendaraan sepeda motor, keluarga ini tidak memilikinya.

"Saya ingin Pasha sekolah," katanya.

Tetangga keluarga Pasha, Sarwanto mengatakan, dirinya sering memberikan semangat untuk Pasha.

Saat mengetahui tidak diterima, Pasha sempat mengurung diri di rumah.

"Lalu saya tanya kalau sekolah tidak di SMP 2 Karangmojo bagaimana?"

"Pasha mengaku bingung harus naik apa kesekolah mengingat disini tidak ada angkutan umum."

"Sudah lama daerah sini tidak ada angkutan umum," ucapnya.

Hal serupa dialami Romi Kurniawan (12), yang rumahnya tidak jauh dari rumah Pasha.

Dirinya tidak diterima di SMP 2 Karangmojo meski nilainya 18, karena sistem zonasi.

"Saat mendaftar posisi berada di tengah-tengah lalu lama kelamaan tergeser dan akhirnya terlempar dari SMP 2 Karangmojo."

"Pilih di SMP 2 Karangmojo karena dekat dengan rumah, sedangkan tetangga ada 4 orang yang diterima di SMP 2 Karangmojo."

"Nilai saya 18 dan yang diterima nilainya kurang dari saya," ucapnya.

Namun, Roni, dirinya lebih beruntung karena keluarganya tergolong mampu.

Untuk berangkat sekolah dirinya pun diantar oleh keluarganya.

Akhirnya dirinya mendaftar ke sekolah swasta di Kota Wonosari.

Tak Ada Solusi

Kepala Bidang SMP, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) kabupaten Gunungkidul, Kisworo mengatakan saat pendaftaran ada tiga  kriteria yang menentukan apakah siswa tersebut diterima atau tidak.

Tiga kriteria itu, yang pertama diprioritaskan adalah jarak dari rumah ke sekolah, keduanya adalah umur, dan ketiga adalah saat pendaftaran.

Pihaknya sudah mendengar keluhan para siswa yang gagal masuk ke sekolah tersebut.

"Kita sudah cek langsung, dan ada murid yang lebih dekat dibandingkan Pasha."

"Kalaupun jaraknya sama kalah di usia berdasarkan berkas yang bersangkutan lebih tua tiga hari," ucapnya.

Pihaknya tidak bisa berbuat banyak terkait adanya kebijakan dari pusat.

Batasan usia pendaftar PPDB SMP tidak lebih dari 15 tahun.

Namun, jika rata-rata usia pendaftar adalah 12 tahun atau 12 tahun lebih 1 hari maka otomatis Pasha terlempar dari peringkatnya.

"Sedangkan untuk NEM diabaikan karena hanya untuk pelengkap administrasi saja," katanya.

Kepala SMP 2 Karangmojo Tumijo mengakui, nilai tidak terpantau saat mendaftar karena menggunakan sistem zonasi.

Pihaknya tidak bisa berbuat banyak, karena daerah lain pun mengalami hal tersebut.

"Di sistem PPDB zonasi antara anak satu dengan yang lain pasti berbeda walaupun perbedaannya hanya nol koma itulah yang dihitung," ucap dia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Gagal PPDB, Anak dari Keluarga Miskin Ini Tak Bisa Lanjutkan Sekolah

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

Baca Juga

COMMENTS