Emak-emak di Jakarta Gagalkan Begal Motor | Update Virus Corona Semarang Sabtu 1 Agustus 2020 Tertinggi Tembalang Terendah Mijen | Satlantas dan Dishub Kota Semarang Tertibkan Angkutan yang Bongkar Muat Barang Sembarangan | Johanes Mengaku Tidak Mengenal Pengumandang Adzan Jihad di Tegal | Gojek Dikabarkan Bakal Merger dengan Tokopedia, Akan Tercipta Raksasa Teknologi di Indonesia | Putri Titi DJ, Stephanie Poetri Susul Rich Brian Lewat I Love You 3000, Bisa Jadi Pesaing Agnez Mo | Ilmuwan China Sukses Nyalakan 'Matahari Buatan' | Susi Minta Dilihatkan CCTV Karena HP Teman di Dashboard Motor Hilang di Semarang, Ini Ciri Pencuri | Ini Peran Bos Sebuah Perusahaan Bus di Tasikmalaya dalam Sindikat Narkoba | Pemuda Indonesia Ditangkap di Malaysia karena Hancurkan 15 Patung di Kuil India, Sebut Berhala | Sempat Ikut Keluarkan Kue Kekinian Seperti Irwansyah, Ternyata Hal Ini yang Membuat Ashanty Trauma | Jadwal Imsak dan Azan Subuh Kota Semarang, Sabtu 24 April 2021, Beserta Bacaan Niat Puasa | Pedagang Pasar Temanggung Keluhkan Atap Bocor | Chord Kunci Gitar Ruang Rindu Letto | Pebalap Dhandy Latif Tewas di Sirkuit, Seolah Firasat Ini 2 Unggahannya sebelum Kejadian, Banjir Doa | Sinopsis Tiger Zinda Hai Mega Bollywood ANTV Siang Ini, Tayang Pukul 11.30 WIB | Persab Brebes Tunjuk Edi Purwanto Sebagai Manajer Hadapi Kompetisi Liga 3 Jawa Tengah | Kisruh Muktamar PKB, Alissa Wahid : Cak Imin Tidak Pernah Minta Maaf Kepada Keluarga Gus Dur | Temuan Mayat Bayi Dekat Warung Soto Waduk Lalung Karanganyar, Polisi: Sudah Meninggal Seminggu Lebih | Bupati Lebak Gak Jadi Nyantet Moeldoko, Baru Keinget Kalau Dilarang Agama | Video Lahan 1 Hektare untuk Relokasi Warga Dusun Simonet Kab Pekalongan | Pengacara Ruben Onsu Minta Penjelasan Sosok R yang Lakukan Pesugihan, Ini Jawaban Roy Kiyoshi | Ini 13 Produk Disinfektan Rekomendasi Dinkes dan Cara Membuatnya Untuk Cegah Virus Corona | Deklarasi Darurat Ketiga di Jepang, Kerugian Ekonomi Diperkirakan 699 Miliar Yen | Kapolda Jateng Sebut Hasil Investigasi Pemadaman Listrik Jabodetabek Akan Dirilis Bareskrim | Pengamat MotoGP : Depak Valentino Rossi Keputusan Cerdas Yamaha | Jadwal Samsat Online Keliling Hari Ini, Selasa 20 Agustus 2019, Buka di Simpanglima dan Sompok | Medina Zein dan Zaskia Sungkar Akhiri Perseteruan, Unggah Video Kenangan dan Saling Memaafkan | Inilah Sosok Jo Ardis yang Dituduh Sembunyikan Salmafina Sunan | Tidak Mau Disuntik Vaksin Covid-19? Siap Siap Kena Denda, Simak Isi Perpres Jokowi Berikut Ini | Inilah 3 Artis Indonesia Mantan Kekasih Glenn Fredly Sebelum Menikah dengan Pedangdut Mutia Ayu | Video Kapal Pandu dan Tongkang Kembali Terdampar di Perairan Pemalang  | Duet Kocak Polisi dan Tentara Joget di Acara Agustusan Desa Kayuares Banjarnegara | Hasil Babak II Skor 0-1 Chelsea Vs Leicester City Piala FA 2021, Tielemans Bobol Gawang Kepa | Video Bonbin Mangkang Taman Margasatwa Semarang Zoo | Info Pemeliharaan Jaringan Listrik PLN ULP Demak Kamis 13 Agustus 2020 | Bisa Gali Potensi Mahasiswa, Ketua DPD RI Dukung ICE Institute | Cinemax Soundbar, Televisi yang Mampu Getarkan Ruang Keluarga Anda | Ini Tips dari BPBD Agar Bisa Lepas dari Lilitan Ular Piton yang Remukkan Tulang, Ternyata Sepele | Viral Video Cari Mata Air dengan Batok Kelapa, Ahli Geologi: Ini Kearifan Lokal | Billy Syahputra Ditipu Ojek Online, Sudah Transfer Tapi Makanan Tak Kunjung Datang | Jelang Barcelona Lawan Cadiz, Ronald Koeman Sebut Anak Asuhnya Sudah Move On dari PSG | BCA Targetkan Transaksi KPR Rp 100 Miliar Dalam Dua Hari BCA Expo Semarang | Jelang Debat Pilwalkot Solo, Ini Masukan Rudy untuk Gibran | Tragedi Edi dan Wahyuningsih Meninggal Kecelakaan Terlindas Truk di Brebes, Sopir Pilih Tak Lari | Hari Pelanggan Nasional, Pertamina Edukasi Kembali Safety Awareness dan Protokol Covid-19 di SPBU | Air Kelapa Bisa Cegah Penuaan Dini Sekaligus Turunkan Berat Badan | Jadwal Pelayanan Donor Darah PMI Kota Semarang Hari Ini Sabtu 5 September 2020 | Setelah Bunuh Pacar Pakai Cangkul karena Menolak Berhubungan Badan, YP Ngopi di Pos Sekuriti | Viral Emak-emak Berdaster Suruh Pulang Anaknya yang Ikut Demo Omnibus Law | Segini Gaji 15 Pemulung Beruntung yang Diterima Kerja di Waskita Karya Berkat Menteri Risma | Video Bus Ngeblong di Mranggen Saat Macet, Dihadang Warga | PN Temanggung Pimpin Sumpah Janji Anggota DPRD, Bupati Harapkan Ada Harmonisasi dan Sinergitas | BCL dan Edric Tjanda Swab Tanpa Tenaga Medis, Ketua Satgas Covid-19 Ungkap Bahayanya | OPINI Mohammad Farid Fad : Masa Depan Politik Identitas | Link Live Streaming MNC TV Sore Ini Piala Gubernur Jatim Persebaya Surabaya Vs Bhayangkara FC | Niat Mencuri Burung Muncul Saat Riyanto Berkeliling Kampung, Diketahui Habis Mabuk-Mabukan | Dr Ns Jebul Suroso Terpilih Menjadi Rektor Universitas Muhammadiyah Purwokerto | Meriahkan HUT RI, Warga Brebes Ikuti Lomba Mancing di Embung Desa Siasem | Chord Kunci Gitar Percaya Aku Chintya Gabriella: Wajar Cemburu | Dalam Dua Minggu Ada 8 Penemuan Mayat di Semarang: 5 Kejadian Meninggal Mendadak di Jalan | Kisah Haru Pazi, Anggota Paskibraka Nasional yang Bertemu Ibunya di Istana, 10 Tahun Mereka Terpisah | Jadwal Buka Puasa dan Azan Magrib di Pangkalpinang, Jumat 23 April 2021, Ada Doa Berbuka Puasa | Bawaslu Kabupaten Pekalongan Akan Tertibkan APK yang Tidak Sesuai | Kasrem Sayangkan Tindakan KKB Papua yang Tembak Anggota TNI hingga Gugur saat HUT RI | HOTLINE: Jalan Paving Suari Jiwasraya dan Suprapto Pada Berlubang | Ini Daftar Peringkat 100 Perguruan Tinggi/Universitas Terbaik di Indonesia Hasil Klasterisasi 2019 | Cara Mengobati Cantengan, Bisa Gunakan Baking Soda hingga Aloe Vera | Ada Pembangunan Tak Berizin di Tanah Aset Desa, Ini Kata Sekdes Tlogorejo Pati | Hasil Babak II Skor 3-1 Tira Persikabo Vs PSS Sleman, Laskar Padjajaran Puncaki Klasemen Sementara | Bus Mira Kecelakaan Adu Muka Motor Beat Sragen, Rina Ana Meninggal | Pemudik Ini Teriaki Polisi saat Diminta Putar Balik: Saya Tinggal Satu Kompleks sama Pak Bupati! | Prediksi Manchester United Vs FC Copenhagen Liga Eropa, H2H, Susunan Pemain dan Link Live Streaming | Hadiri Pernikahan Anak Raam Punjabi, Chelsea Islan Gandeng Politisi Muda Golkar Rob Kardinal Clinton | Lion Air Pilih Kota Semarang, Kendal dan Tegal Buka Layanan Rapid Test Sebelum Terbang | Subsidi Upah Tahap 5 Cair Hari Ini Untuk 618.588 Karyawan, Cek Rekening Anda | 30 Model Cantik Peragakan Busana Gamis Summer Series‎ | Harga Cabai Rawit di Karanganyar Kini Rp 80 Ribu per Kilogram | Sesaat Lagi, Live Streaming PSM Makassar Vs Persib Bandung Liga 1 Indonesia 2019 Malam Ini | Kecantikan Maudy Koesnaedi Bikin Cornelia Agatha Minder saat Beradu Akting dalam Sinetron Si Doel | Sambut Hari Kemerdekaan HUT ke-74 RI, Honda Jateng Ajak Komunitas Motor Upacara di Prambanan | Fokus: Antisipasi Tsunami | Kisah Sukses Heri Poerjanto Kembangkan Bisnis Food Truck di Kota Semarang | Rekor Tertinggi Kasus Corona Tak Hanya di Indonesia tapi Juga di Dunia, Ini Data WHO 24 Jam Kemarin | Jokowi Pindahkan Ibukota, Prabowo: Sejak Lama Gerindra Berjuang Untuk Pemindahan Itu | Video Puting Beliung Terjang 11 Rumah Warga di Kudus | Jessica Iskandar Menangis, Melihat Richard Kyle Antar Sekolah El Barack: Super Sad | Hasan Dipaksa Kerja Meski Sedang Sakit, Dipukuli dan Tak Diberi Makan Selama Tiga Hari | Harga Garam Anjlok, Tiap Kilogram Paling Mahal Cuma Rp 300, Petani di Brebes Makin Merugi | Chord Kunci Gitar Untuk Dikenang Jikustik | Buronan Tertangkap, Tiga Tahun Bersembunyi di Bunker, Ternyata Begini Cara Button Bertahan Hidup | Setelah Sembuh, Melaney Ricardo Ungkap Dirinya Terpapar Covid-19: Badai yang Lumayan Gede | Karangan Bunga Dukungan bagi Bupati Banyumas Setelah Kuburkan Pasien Corona Berdatangan | 63 Warga Binaan Rutan Kelas II B Temanggung Dapat Remisi | Surat Al Adiyat Lengkap Arab Latin dan Artinya | 5 Taruna Akpol Positif Covid-19, Darimana Mereka Tertular? Berikut Kronologinya | Video Bali Fine Watch Berikan Diskon Spesial Hari Kemerdekaan, Buy 1 Get 1 Free & Discon up to 35% | Hotline Semarang : Tolong Jalan Berlubang arah Unika Ditambal | Nasi Uduk Ponggol, Paduan Cita Rasa Unik yang Cuma Ada di Tegal, Kalau Mau Harus Datang Pagi-pagi Ya | Siswi SMA Jadi Selingkuhan Oknum Guru, Ngaku Pernah Intim di Kelas, Terungkap karena Makin Berani | Heboh Macan Tutul Jalan-jalan di Perkampungan Warga Terekam CCTV |

Anda sedang membaca Emak-emak di Jakarta Gagalkan Begal Motor - JATENGKOTA mohon pertahankan, kami selalu update berita terbaru hari ini singkat, padat dan terpercaya.

Emak-emak di Jakarta Gagalkan Begal Motor


Oleh : JATENGKOTA | on Kamis, 16 April 2020 22:38
Emak-emak di Jakarta Gagalkan Begal Motor

Emak-emak di Jakarta Gagalkan Begal Motor

JATENGKOTA, JAKARTA - Seorang emak-emak berhasil menggagalkan aksi pembegalan.

Seorang ibu jadi korban begal di Jalan Gardu, Condet, Kelurahan Balekambang, Kecamatan Kramat Jati pada Senin (13/4/2020) sekira pukul 04.30 WIB.

Abdul Rahman (54), warga setempat mengatakan dua pelaku yang hendak merampas sepeda motor korban itu menenteng celurit dan palu.

"Pelakunya remaja tanggung, mereka boncengan naik motor.

Satu bawa celurit, satu palu. Korbannya ibu-ibu, tamu warga sini," kata Rahman di Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (16/4/2020).

Saat kejadian, korban baru saja keluar dari Jalan Mesjid Al-Mabruk lalu dipepet pelaku agar mau menyerahkan sepeda motornya.

Namun karena korban melawan, satu pelaku nekat menghantamkan palu ke bagian kepala belakang hingga korban luka.

"Lukanya lumayan parah, pas kejadian lagi enggak pakai helm.

Tapi korban sempat teriak minta tolong jadi pelaku kabur, gagal ngambil motor," ujarnya.

Menurutnya pelaku berhasil melarikan diri ke Jalan Raya Condet sebelum warga datang ke lokasi mendengar teriakan korban.

Oleh warga setempat, korban yang merupakan kerabat satu warga Balekambang lalu dibawa ke klinik dekat lokasi.

Tapi Abdul tak mengetahui pasti seberapa parah luka yang diderita dan apakah korban sudah melaporkan kasus ke polisi.

"Karena korban bukan warga sini jadi saya enggak tahu, saudaranya juga saya enggak kenal. Pokoknya kepala emak-emak itu berdarah digetok palu sama pelaku," tuturnya.

Tami (36), warga Balekambang lainnya menuturkan korban sempat menderita luka cukup parah akibat dihantam palu di bagian kepala.

Buruknya luka tersebut juga jadi alasan korban tak sempat melaporkan kasus yang menimpa ke jajaran Satreskrim Polrestro Jakarta Timur.

"Lukanya sih lumayan, saya tahu karena waktu kejadian warga langsung kumpul menolong korban. Tapi sekarang korban sudah pulang, dia kan tamu," kata Tami.

5 emak-emak di Condet korban jambret hingga begal

Aksi begal di Jalan Gardu, Condet, Kelurahan Balekambang yang menimpa seorang ibu pada Senin (13/4/2020) pukul 04.30 WIB meresahkan warga.

Abdul Rahman (54), warga setempat mengatakan aksi kejahatan jalanan tersebut bukan menambah daftar kejahatan jalanan di Jalan Gardu.

"Karena sebelum kejadian begal kemarin, ada tiga kasus jambret dan satu penodongan di Jalan Gardu ini," kata Rahman di Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (16/4/2020).

Tiga kasus penjambretan dan satu penodongan di Condet yang semua korbannya merupakan kaum ibu itu terjadi dalam satu pekan.

Yakni pada Rabu (8/4/2020), Kamis (9/4/2020), dan Sabtu (11/4/2020) terjadi tiga kasus penjambretan di sekitar Gang Kapuk.

"Semua kejadiannya siang, korbannya ibu-ibu yang lagi main handphone sambil jalan. Pelakunya remaja tanggung yang boncengan naik motor," ujarnya.

Sementara kasus penodongan yang juga menimpa seorang ibu terjadi pada Minggu (12/4/2020) sekira pukul 05.00 WIB masih di sekitar Gang Kapuk.

Bedanya Abdul menuturkan dalam kasus penodongan pelaku tak hanya berhasil merampas handphone, tapi juga tas tangan.

"Cuman lokasinya sama terus, masih di sekitar Gang Kapuk. Kalau dihitung sama kasus yang begal satu minggu ini sudah lima kasus kriminal, korban emak-emak semua," tuturnya.

Abdul menyebut jarak Gang Kapuk dengan lokasi begal depan Jalan Mesjid Al-Mabruk tanggal 13 April lalu hanya terpaut 200 meter.

Persamaan tiga kasus pencurian disertai pemberatan (jambret) dan dua kasus pencurian disertai pemberatan (begal penodongan), pelaku kabur lewat Jalan Gardu.

"Sama korbannya emak-emak semua, pelaku juga semua bocah tanggung. Enggak ada pelaku yang seumuran saya, paling tua 20 tahun," lanjut Abdul.

Agustina (53), warga Balekambang lainnya mengatakan kasus kejahatan jalanan di Jalan Gardu meningkat sejak masa pandemi Covid-19.

Menurutnya pelaku memanfaatkan kelengahan dan sepinya aktivitas warga di luar rumah semenjak adanya pandemi Covid-19.

"Memang semenjak ada Covid-19 ini makin rawan, banyak jambret lah. Puncaknya ya begal emak-emak kepalanya digetok palu itu," kata Agustina.

Emak-emak di Condet resah

Kaum ibu di Jalan Gardu, Condet, Kelurahan Balekambang diresahkan aksi pencurian disertai pemberatan (Curat) dan kekerasan (Curas) yang terjadi.

Dalam satu pekan terakhir, sejak Rabu (8/4/2020) hingga Senin (13/4/2020) tiga ibu jadi korban jambret, satu penodongan, dan satu begal.

Agustina (53), warga setempat mengatakan tingkat kriminalitas di sekitar Jalan Gardu meningkat drastis semenjak masa pandemi Covid-19.

"Khawatir banget, karena korbannya kita emak-emak. Apalagi yang kasus begal, masa kepala digetok pakai martil sama begal. Untung korban selamat," kata Agustina di Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (16/4/2020).

Sebelum pemerintah mengumumkan status pandemi Covid-19, tingkat kriminalitas di Condet sebenarnya tak separah ini.

Namun semenjak warga mengurangi aktivitasnya di luar rumah karena Covid-19, kondisi jalan di permukiman nyaris tanpa aktivitas.

"Coba bayangin sekarang anak tanggung saja berani jambret siang bolong, lokasinya pun sama. Masih di sekitar Jalan Gardu," ujarnya.

Agustina menuturkan kini banyak kaum ibu yang berpikir dua kali sebelum berpergian keluar rumah, terlebih bila sendirian.

Mereka tak ingin berakhir jadi korban kasus kejahatan jalanan dari pelaku yang hingga kini selalu berhasil setiap beraksi.

"Sekarang jam sembilan malam itu jalan sudah sepi, rawan lah pokoknya. Mau pergi beli makan malam di luar saja saya mikir-mikir dulu sekarang," tuturnya.

Parni (41), warga Condet lainnya juga mengaku resah dengan mengaku resah dengan aksi kejahatan jalanan yang menyasar ibu-ibu.

Dia berharap jajaran Polres Metro Jakarta Timur tak hanya fokus mengantisipasi Covid-19, tapi juga kejahatan jalanan.

"Jambret sama penodongan saja sudah seram, apalagi begal. Bawa celurit sama palu lagi, walaupun korbannya bukan orang sini, tapi kejadiannya kan di lingkungan Condet," kata Parni.

Kasus begal yang dimaksud Agustina dan Parni yakni kasus di Jalan Gardu pada Senin (13/4/2020) sekira pukul 04.30 WIB.

Korbannya seorang ibu yang sedang bermalam di rumah satu warga Balekambang, dia dipepet tepat depan Jalan Mesjid Al-Mabruk.

Abdul Rahman (54), warga setempat mengatakan pelaku menghantam kepala belakang korban karena menolak diminta pelaku menyerahkan motornya.

"Lukanya lumayan parah, pas kejadian lagi enggak pakai helm. Tapi korban sempat teriak minta tolong jadi pelaku kabur, gagal ngambil motor," kata Abdul.

Warga Condet tutup jalan

Warga Jalan Gardu, Condet, Kelurahan Balekambang diresahkan kasus pencurian disertai pemberatan (Curat) dan kekerasan (Curas) yang terjadi.

Terhitung sejak Rabu (8/4/2020) hingga Senin (13/4/2020) tiga ibu jadi korban jambret, satu ibu korban penodongan, dan satu ibu korban begal.

Lurah Balekambang Mintarsih mengatakan warganya di Gang Kapuk kini bahkan menutup akses jalan keluar masuk Jalan Gardu.

"Jadi bukan ditutup untuk pencegahan Covid-19, karena adanya kasus penjambretan. Kejadian jambretnya sudah tiga kali pas siang hari," kata Mintarsih di Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (16/4/2020).

Data yang dihimpun wartawan

TribunJakarta.com di lokasi, tiga kasus jambret yang dimaksud Mintarsih yakni pada Rabu (8/4/2020).

Kamis (9/4/2020), dan Sabtu (11/4/2020), di mana pelaku selalu kabur lewat Gang Kapuk ke arah Jalan Gardu menuju Jalan Condet Raya.

"Yang diincar ibu-ibu pejalan kaki. Jambretnya itu mengendarai sepeda motor. Penutupan itu kemauan warga," ujarnya.

Abdul Rahman (54), warga Condet yang berprofesi jadi tukang ojek pangkalan depan Gang Kapuk membenarkan pernyataan Mintarsih.

Menurutnya pelaku jambret dan penodongan yang terjadi pada Minggu (12/4/2020) masih merupakan satu kelompok.

"Jadi jambret sama nodongnya dalam gang, keluarnya lewat Gang Kapuk. Makanya ditutup, biar enggak kejadian lagi. Bukan ditutup karena Covid-19," tutur Abdul.

Lewat penutupan Gang Kapuk warga berharap dapat meringkus pelaku jambret, penodongan, dan begal yang berkeliaran.

Abdul sendiri mengaku dongkol dengan aksi pelaku karena selalu berhasil kabur tepat di depan matanya saat mangkal depan Gang Kapuk.

"Kemarin ibu-ibu yang jadi korban teriak minta tolong, tapi karena pelan saya enggak dengar. Jadi pas pelaku ngebut lewat depan saya, saya enggak sadar. Banyak warga yang ngincer nangkap pelaku," lanjut dia.

Sebelum pandemi Covid-19 Jalan Gardu sebenarnya bukan termasuk wilayah rawan kriminalitas, terlebih sampai terjadi saat siang hari.

Namun setelah pemerintah menginstruksikan warga mengurangi aktivitas di luar rumah, pelaku kejahatan seakan memanfaatkan situasi.

"Dulunya mah aman, memang masih ada kasus jambret. Tapi paling satu tahun cuman sekali, dua kali. Ini dalam satu minggu sudah ada jambret, begal," ujarnya.

Dia menduga rentetan kasus tersebut karena terjadi karena hingga kini belum ada satu pelaku yang berhasil diringkus warga.

Perihal penanganan, Abdul mengatakan memang belum ada warga yang secara langsung melapor ke Polsek Kramat Jati atau Polrestro Jakarta Timur.

"Mungkin karena yang pertama berhasil jadi pelaku yang masih remaja ini mikir 'Oh di sini aman' kita di sini saja terus. Kalau untuk lapor polisi belum ada," sambung Abdul.

Kanit Reskrim Polsek Kramat Jati Iptu Dicky Agri Kurniawan meminta warga yang jadi korban kejahatan segera melaporkan kasusnya.

Pasalnya tanpa laporan jajaran Unit Reskrim Polsek Kramat Jati tak mengetahui adanya kasus dan sulit bertindak.

"Warga dan Ketua RT/RW harusnya melapor. Jadi kita kepolisian tahu dan bisa bertindak, jangan sampai tidak ada laporan. Karena dua hari lalu saya patroli di sana, tapi tidak ada laporan," kata Dicky.

Pantauan wartawan TribunJakarta.com depan Gang Kapuk, penutupan jalan yang dilakukan warga tampak berbeda dengan karantina wilayah.

Tak ada spanduk peringatan terkait bahaya Covid-19, sabun cuci tangan, penjagaan warga layaknya penutupan jalan karena Covid-19.

Hanya terpampang spanduk pemberitahuan cukup besar bertuliskan "Sementara ditutup" yang terpampang depan Gang Kapuk. (TribunJakarta.com/Bima Putra)

Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul Begal Pukul Kepala Ibu Pakai Palu, Gagal Rampas Motor Akibat Teriakan Korban

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

Baca Juga

COMMENTS