Ribuan Eks Petempur Suriah di Libya Diam-diam Menyusup ke Eropa, Ada Apa? | Anggaran Kementerian LHK Rp 2,7 Triliun untuk Tanam Pohon Ratusan Ribu Hektare | BREAKING NEWS: Kecelakaan Maut di Semarang Mio VS Chevrolet Hitam, Kakak Korban Histeris | BNN Tangkap Pengedar Ganja Seberat Hampir 10 Kilogram di Kota Tegal Berkedok Klinik Herbal | Video Dedy Yon Siagakan Petugas Khusus Pantau Rob | Kasat Reskrim Meninggal Misterius di Kamar Mandi, Mestinya Datang Gelar Perkara, Telepon Tak Dijawab | Hendi Nyanyi Lagu Ambyar, Hitungan Menit Dapat Rp 14,5 Juta | Pencuri Kotak Amal Masjid Tenggak 25 Bungkus Obat Batuk Sebelum Beraksi, Alasan Mau Beli Bensin | 18 Anggota KKB Papua Pimpinan Alex Hamberi Serahkan Diri Kembali ke NKRI: Sepenuh Hati Keluar NRFPB | Singgih Setyono Sebut Jaring Pengaman Sosial di Demak Masih Tunggu Kepastian dari Pemerintah Pusat | Tagar Saya Ini Orang Tua Trending Twitter, Seusai Emak-emak Jambak dan Tampar Perempuan di KRL | Hasil Kualifikasi MotoGP 2020 Seri Ceska Sirkuit Brno, Quartararo Dipecundangi Johann Zarco | Peruntungan Shio Hari Ini Sabtu 11 Juli 2020 | Akses Eform.bri.co.id/bpum atau Banpresbpum.id untuk Cek Bantuan UMKM Secara Online | Ayu Ting Ting Tuntut Ivan Gunawan Klarifikasi Statement Pernah Cium Bibirnya: Demi Allah Gak! | Prakiraan Cuaca Temanggung Hari Ini Kamis 5 November 2020 | Begini Cara Pandang Ketua MUI dan Sekda Jateng Terhadap Perbedaan di Kehidupan Bermasyarakat | Asrama Haji Donohudan Mulai Digunakan Tempat Isolasi Pasien Covid-19 Terpusat di Solo Raya | Gramedia Pandanaran Semarang Beri Layanan Pesan Online, Ada Promo Gratis Ongkir hingga Akhir Bulan | Wajah Pembunuh Suami Istri di Tegal, Berawal Sakit Hati Saat Jalankan Bisnis Burung Love Bird | Biar Terlihat Keren dan Kebut-kebutan, Bocah 11 Tahun Curi 3 Motor, Ganti Motor Kalau Bensin Habis | Amankan Lebaran Idul Fitri, Polres Salatiga Terjunkan 288 Personel Gabungan | Video Anggota Difabel Loka Bina Karya Slawi Inisiatif Membuat Masker | Syuting Film Fantastic Beast 3 Dimulai, Bakal Tayang di Bioskop Pada Tanggal Ini | Susi Pudjiastuti Unggah Video Diduga Kapal Vietnam Curi Ikan di Natuna | Raffi Ahmad Berkunjung ke kantor Facebook Sidney, Netizen Titip Tanya Soal Harga Minyak Goreng | Operasional DP Mal Semarang Dihentikan 1 Pekan karena Virus Corona, Penjaga Toko Kemas-kemas Barang | Raffi Ahmad Beli Sepatu Mahal, Komika Dodit: Kalau di Kampung Ratusan Juta? Ora Urus ! | Didi Kempot: Sekali Sakit Hati karena Cinta, Rasanya Bisa Bertahun-tahun | Harlah PKB di Jateng, Gus Yusuf: Berusia 22 Tahun PKB Ingin Melayani Indonesia | Kapolri Sindir Perilaku Oknum Istri Kapolres dan Kapolda dengan Kebiasaan Istri Jokowi di Bandara | Wajah Artis Rency Milano Bernanah, Ini Kronologi Jadi Korban Malpraktik Klinik Kecantikan | Hati-Hati Melintas Pantura Kabupaten Tegal, Jalan Gelap Gulita, Kerusakan LPJU Tak Diperbaiki | Polisi Ikut Terjun Langsung Bantu Pekerjaan TMMD Sendang Kulon Kendal | Hartopo Ingin BUMDes di Kudus Bisa Berinovasi‎ | Ponsel Berfitur NFC, Transaksi Non Tunai Kian Mudah, Ini Daftar Harga dan Spesifikasi di Semarang | Info Biro Jasa Bangunan, Arsitek, Sedot WC, Laundry, Servis di Semarang, Sabtu 04 Juli 2020 | Batang Akan Diguyur Hujan Siang Hingga Malam, Ini Prakiraan Cuaca BMKG Senin 3 Februari 2020 | Teror Sleman Yogyakarta, Kaca Enam Mobil Dirusak, Terjadi di Rumah Kos, Polisi Cek Rekaman CCTV | Gagalkan Perampokan, Saimin Kena Tembak di Dada, Satpam Kena Bacok Celurit di Kepala | Pelaku dan Korban Tabrak Lari di Solo Sudah Saling Memaafkan | Info Intelijen, China Dalam Posisi Siaga Perang, Sudah Gelar Latihan Tempur di Dekat Vietnam | Duma Riris Kerap Dinomorduakan Judika, Nomor Satu Siapa? | Ada Kamar Bawah Tanah untuk Berhubungan Intim Saat Lokalisasi Gang Royal Digerebek | Protokol Kesehatan Dioptimalkan Selama Penjualan Hewan Kurban di Kabupaten Semarang | Isu Reshuffle Menteri, Ini Jawaban Risma Jika Ditawari Lagi Jadi Anak Buah Jokowi | Jadwal TVRI Belajar dari Rumah Hari Ini Rabu 20 Mei 2020, Minggu Ke-6 | Setiap Tahun Pasti Ditemukan Sapi Kurban Terkena Cacing Hati, Seperti Ini Ciri-cirinya | Dedy Yon Lantik 284 ASN Kota Tegal Secara Virtual | Arti Mimpi Melihat Gelombang Besar di Laut atau Sungai, Ada Beberapa Penafsiran Berbeda | Viral Stiker Helm Khusus Ojol Tunarungu, Pencetusnya Harap Penumpang Tak Lagi Sungkan Berkomunikasi | 49 Warga Negara India yang Masuk Indonesia Positif Covid-19 | Viral Habib Umar Assegaf Bangil Bersitegang dengan Petugas di Surabaya Gegara Diminta Putar Balik | Jumlah Pasien Positif Covid-19 Kota Semarang Capai 97 Orang, Dinkes Akan Gencarkan Tes Massal | Pemkab Batang Anggarkan Rp 3,5 Miliar Program RTLH 280 Unit Rumah | Waspada Hujan Masih Mendominasi Wilayah Kota dan Kabupaten Tegal Pada Pagi Hingga Malam Hari | BPJAMSOSTEK Cabang Semarang Pemuda Catatkan Peningkatan Kepesertaan Tenaga Kerja Penerima Upah | Air Berubah Warna Hijau di Pekalongan Hebohkan Warga, Ini yang Dilakukan Puskesmas Wonopringgo | Viral di Medsos Video Duo Remaja Memaki Polisi Lalulintas, Begini Akhir Nasibnya | Cegah Covid-19, Pertamina Monitor Pekerja Melalui Aplikasi MyDoctor | Jika KKB Berulah Lagi, Mendagri Minta TNI-Polri Langsung Tindak Tegas! | China Geser AS Sebagai Tujuan Investasi Asing, Untung Ratusan Miliar Dolar Selama Pandemi | Istri Bawa Keluarganya Gerebek Suami di Kamar Hotel, Si Wanita Ternyata Teman Sendiri | Durochman Sumringah Dapat Bantuan Kursi Roda | Fakta-fakta Tukul Arwana Miliki Rumah Mewah Rp 80 Miliar, Kos-kosan, Hingga Asmara dengan Meggy Diaz | Mahasiswi KKN Undip Ajarkan Cara Simpel Relaksasi kepada Warga Kelapa Gading Jakarta | Ombudsman RI akan Gelar Koordinasi Bersama Disdikbud Jateng Mengenai Kasus Penahanan Ijazah | Daniel Mananta Pernah Jualan Baju di Mangga Dua, Ini Ceritanya | Chord Kunci Gitar Rindu Dalam Diam Yolanda | Loker Lowongan Kerja Terbaru di Semarang Rabu 29 Juli 2020 | Kisah Kambing Pak Kades Gagalkan Aksi Pencurian Bikin Pencuri Babak Belur | Sinopsis Film Collide Tayang di Bioskop Trans TV Malam Ini Jam 21.00 WIB | Chord Kunci Gitar Keep On Loving You CAS | RI Masih Resesi, Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I/2021 Minus 0,74% | Larangan Mudik bakal Pacu Kunjungan Pusat Perbelanjaan | 47 Warga Banjarnegara Tak Pakai Masker Wajib Push up | Diduga Tak Mampu Bayar Utang, Karyawan Minimarket Tewas Gantung Diri di Kontrakan | Aksi Bullying Cium Kaki Berawal Saling Ejek di Media Sosial, Pelaku dan Korban Kenal Sejak Kecil | Lagu Inilah yang Bikin BCL Ingat Masa-masa Awal Pacaran dengan Ashraf Sinclair | Peringati Hari Kartini, Kampus Biru dan IKANI Buka Bersama Anak Darul Yatim dan Cahaya Sofia | Persebaya Surabaya Bawa Pulang Rp 300 Juta | Kebakaran Kios di Gisikdrono Semarang, Api Mulai Padam, Lokasi Dipasang Garis Polisi | Ramalan Zodiak Cinta Hari Ini Minggu 26 Juli 2020, Aries Jangan Lari Darinya | Liputan Khusus: Obat ODHIV Mahal dan Stok Menipis | Kemenkes: Sampai hari ini Tidak Ditemukan Novel Corona Virus di Indonesia | Kapolri Beri Pesan Khusus Soal Tewasnya Laskar FPI pada Kabareskrim Agus Andrianto  | Berikut Prakiraan Cuaca BMKG di Kabupaten Pekalongan, Selasa 28 Juli 2020 | Chord Kunci Gitar Sayang Via Vallen | Persijap Jepara Gunduli Perseden Denpasar 2-0 | Blak-blakan Bongkar Masa Lalunya, Sarri Mengaku Pernah Berkonflik dengan Chelsea | Berawan Sepanjang Hari, Berikut Prakiraan Cuaca BMKG Kabupaten Batang Kamis 5 Maret 2020 | Hadiah Terindah Akhir Masa Jabatan Bupati Yuni-Wabup Dedy, Opini WTP Enam Kali Berturut-turut | Ini Cara Ardi Bakrie Tutupi Kekurangan Nia Ramadhani Tak Bisa Urus Dapur di Depan Keluarga Besar | Hilang 10 Hari, Nelayan Pati Ditemukan di Karimunjawa Jepara  | Video Paguyuban Team Towing Nusantara Samakan Visi-Misi Anggota | Barack Obama Galang Dana Dukung Joe Biden Melawan Donald Trump dalam Pilpres AS | Kentut ANda Merdu atau Keras Ikutilah Kontes Kentut Pertama Yang Digelar Bulan Ini | Hebat! Tanpa Sang Kapten, Tim Basket Satya Wacana Salatiga Raih Kemenangan Keduanya di Bandung | Video Wayang Peduli Kemanusiaan, Bantu Pekerja Seni Terdampak Corona | Surat Al Balad Lengkap Arab Latin dan Artinya |

Anda sedang membaca Ribuan Eks Petempur Suriah di Libya Diam-diam Menyusup ke Eropa, Ada Apa? - JATENGKOTA mohon pertahankan, kami selalu update berita terbaru hari ini singkat, padat dan terpercaya.

Ribuan Eks Petempur Suriah di Libya Diam-diam Menyusup ke Eropa, Ada Apa?


Oleh : JATENGKOTA | on Rabu, 29 April 2020 23:25
Ribuan Eks Petempur Suriah di Libya Diam-diam Menyusup ke Eropa, Ada Apa?

JATENGKOTA, BEIRUT - Selama lima bulan terakhir hampir 2.000 anggota milisi bersenjata Suriah yang didukung Turki yang diangkut ke Libya telah melarikan diri dari negara Afrika Utara ke Eropa.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR) mengabarkan temuan ini Rabu (29/4/2020), sebagaimana dikutip Al Masdar News Network dari Beirut, Lebanon.

"Beberapa dari 2.000 pejuang Suriah yang diangkut ke Libya untuk bertarung dengan Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) yang didukung PBB melawan pesaingnya Khalifa Haftar sebenarnya telah melarikan diri ke Eropa,” tulis SOHR dalam pernyataannya.

SOHR pertama kali melaporkan tentara bayaran Suriah melarikan diri ke Italia pada bulan Februari, dan sejak itu, beberapa laporan muncul yang membuat klaim serupa.

Jurnalis Lindsey Snell dari Investigative Journal mewawancarai seorang pejuang dari Ahrar Al-Sharqiyah yang baru-baru ini kembali ke Suriah setelah bertempur di Libya selama beberapa bulan.

Dalam wawancara itu, pejuang itu, yang diidentifikasi sebagai Zein Ahmed, mengatakan Turki menjanjikan kewarganegaraan jika mereka bertempur di Libya selama enam bulan. Namun, ini ternyata salah.

"Mereka memberi tahu kami terlebih dahulu, jika kami tinggal dan berjuang selama enam bulan, kami akan mendapatkan kewarganegaraan Turki," katanya.

“Itu bohong. Mereka memberi tahu kami jika kami mati dalam pertempuran di Libya, keluarga kami akan mendapatkan kewarganegaraan Turki. Sekarang begitu banyak warga Suriah tewas di Libya, kami tahu ini juga bohong," imbuhnya.

Ahmed merujuk sebuah kasus di mana seorang anggota Ahrar Al-Sharqiyah terbunuh pada Februari, keluarga korban menerima kompensasi 8.000 dolar AS, tetapi keluarga pejuang yang mati tidak diberi kewarganegaraan Turki.

Turki mengirim angkatan pertama tentara bayaran Suriah ke Libya pada Desember 2019.

Sejak itu, ribuan lainnya telah diangkut ke negara Afrika Utara untuk membantu pasukan GNA yang berbasis di Tripoli.

Beberapa pekan lalu, muncul testimony dari para petempur sipil asal Suriah di Libya. Mereka mengaku tidak senang menghadapi situasi di negara itu.

Mereka ingin pulang, setelah melihat realitas Turki yang mengirim mereka, tidak membuktikan janji-janjinya secara penuh.

Mengutip sumber-sumber oposisi, ada ketidakpuasan yang meluas di antara petempur bayaran Suriah yang dikirim ke Libya dari Turki.

SOHR secara terus mengaku memantau pengiriman tentara bayaran Suriah ke Libya oleh Turki.

Ketidakpuasan terjadi karena Turki membiarkan kondisi serba buruk dihadapi para milisi itu.

Organisasi itu menyatakan telah menerima rekaman audio seorang pejuang Suriah mengatakan dia menyesal pergi ke Libya.

Ia mengatakan Turki hanya membayar satu bulan dari gaji $ 2.000 (USD) dan gagal memenuhi janji-janji yang mereka buat sebelum para petempur militan itu berangkat.

“Turki membayar gaji kami hanya satu bulan. Itu belum berarti banyak buat kami. Bahkan rokok, kami sulit mendapatkannya,” kata narasumber SOHR.

“Kami tinggal di sebuah rumah tetapi kami tidak bisa keluar darinya, karena pasukan Haftar dikerahkan di seluruh wilayah," imbuhnya.

“Kita semua ingin kembali ke Suriah,” ujarnya.

Dilaporkan tak kurang 150 petempur asal Suriah tewas sejak mereka tiba di Libya beberapa pekan lalu.

Mereka digempur hebat oleh pasukan Tentara Nasional Libya (LNA) pimpinan Marsekal Khalifa Haftar, yang terus bergerak maju merebut Libya dari seterunya yang disokong Turki.

Di antara yang tewas terdapat tokoh elite Tentara Pembebasan Suriah (Free Syrian Army). Kelompok ini pernah bercokol kuat di Suriah utara sebelum dipukul mundur ke Idlib dan sekitarnya.

Pasukan LNA yang didukung Qatar dan Rusia, sekarang menguasai mayoritas wilayah Libya. Bahkan semua titik perbatasan Libya-Tunisia, telah mereka rebut.

Kenyataan ini jadi pukulan besar bagi pemerintah GNA yang berbasis di Tripoli. Turki belum berbuat banyak menanggapi situasi kritis yang dihadapi GNA.

Serangan terbesar sejak Turki mengirimkan bala bantuan terjadi bulan lalu, ketika pasukan Marsekal Khalifa Haftar meledakkan kapal pembawa senjata dan amunisi Turki.

Dikutip dari Sputniknews.com, serangan kelompok Libyan National Army (LNA) dilakukan di pelabuhan Tripoli, Selasa (18/2/2020).

Turki secara terbuka mendukung Government National Accord (GNA) yang dipimpin Faisal Saraj. Mereka mengirimkan tentara dan penasehat militer ke Tripoli.

GNA berkedudukan di Tripoli, dan mendapat pengakuan PBB serta sejumlah negara. Sementara LNA yang bermarkas di Tobruk, didukung Rusia, Mesir, dan Qatar.

Belum ada tanggapan resmi, baik dari Turki maupun LNA dan GNA.

Video yang ditayangkan akun Twitter @Skynewsarabia memperlihatkan bubungan asap hitam tebal di sebuah pelabuhan.

Rekaman video diambil dari jarak cukup jauh, dilihat dari tampilannya yang diubah jarak dekat maupun jarak jauh.

Konflik antara LNA dan GNA kini ada di fase sangat menentukan, karena LNA telah mengepung Tripoli, ibukota Libya sejak didirikan beberapa dekade lalu.

Kemampuan tempur LNA cukup hebat, dan memiliki armada udara. Khalifa Haftar menyerukan perang jihad melawan pasukan Turki saat Presiden Tayyip Erdogan memutuskan terjun ke konflik Libya.

“Kami menyatakan jihad dan mobilisasi umum untuk melawan invasi Turki,” kata Haftar dalam pernyataannya, Jumat (3/1/2020).

“Rakyat Turki harus bangkit melawan petualangan (militer Turki),” lanjutnya. “Kami akan menyapu mereka keluar dari Libya,” kata Haftar dalam pernyataannya.

Awal Januari 2020, pasukan LNS menembak jatuh drone TB2 Turki.

Pesawat nirawak itu tadinya mengawasi pergerakan pasukan LNA di dekat Tripoli.

Haftar dan pasukan LNA berusaha merebut Tripoli sejak April 2019. Sejauh ini mereka mampu menguasai sebagian besar jalur penting menuju Tripoli.

Mereka hanya belum berhasil menguasai wilayah gurun di Libya selatan. Wilayah itu dikuasai berbagai kelompok  bersenjata, termasuk ISIS.

Libya jatuh dalam perang saudara dan kekacauan berdarah sejak militer NATO menggempur negara itu dan menginisiasi penghancuran pemerintah Muammaf Khadaffi pada 2011.

Khadaffi yang memimpin Libya sejak 1969 terjungkal. Ia tertangkap saat hendak melarikan diri dari Tripoli, disiksa dan akhirnya ditembak mati milisi yang menangkapnya.(Tribunjogja.com/ AMN/xna)

Artikel ini telah tayang di Tribunjogja.com dengan judul Ribuan Eks Petempur Suriah di Libya Diam-diam Menyusup ke Eropa

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

Baca Juga

COMMENTS