OTT Pejabat UNJ, KPK Dikritik Tak Berkelas karena Hanya Level Kampus | Jadwal Buka Puasa dan Azan Magrib di Jayapura Papua, Sabtu 24 April 2021, Ada Bacaan Niat Berpuasa | Sederet Prestasi Polres Kebumen Selama Dipimpin AKBP Rudy Cahya Kurniawan | Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kabupaten Pati Hari Ini, Ramadan Hari Ke-23, Rabu 5 Mei 2021 | Kapten Persib Bandung Supardi Nasir Berharap Segera Ada Titik Terang soal Kelanjutan Liga 1 2020 | Denda Razia Masker di Blora Terkumpul Rp 34 Juta | Jual Furniture, Elektronik Bekas dan Baru Semarang serta Iklan Kehilangan Selasa 13 April 2021 | Hak Jawab dan Klarifikasi Charlie Wijaya Atas Berita Tuduh Bintang Emon Pakai Narkoba | RESMI: Cristian Gonzales Gabung RANS Cilegon FC, EL Loco Incar Nomor Punggung Keramat | Puisi Aku Hendak Kemana Amal Hamzah | Damkar Karanganyar Eksekusi 10 Laporan Ular Selama Dua Bulan Terkahir | Bank Syariah Mandiri Luncurkan Layanan Informasi Emas di KSF Semarang | Belum Lunasi Biaya Seragam, Siswa di Demak Tak Dibolehkan Masuk Kelas Akhirnya Pilih Jualan Es | Kejati Jateng Sudah Selamatkan Rp 45 M Uang Negara | Konflik Perebutan Daerah Perbatasan India-China Semakin Memanas | Hasil Penelitian Terbaru Gejala Corona & Pencegahannya dari Peneliti Inggris: Suhu Panas di Dada | Efek Virus Corona, Gerai Ponsel di Kota Semarang Sepi Pembeli | Uang Tabungan Bisa Jadi Agunan Kredit | Cicipi Aneka Sate dan Kambing Guling Rp 99 ribu nett di Program Santai n Satay Hotel Santika | Viral di Medsos Video Pembantu ART Ikat Kaki dan Tangan Serta Aniaya Anak Majikan, Ini Alasan NV | Sinopsis Drakor School 2017 Episode 12 Drama Korea Tayang di NET Pukul 16.45 WIB | Cara Mandiri Menangani Sakit Kepala, Bisa Tanpa Obat, Tidur hingga Teh dan Jahe Jadi Solusi | Telepon Tak Diangkat, AS Ditemukan Tak Bernyawa Mulut Membiru Berbusa, Dievakuasi Petugas Ber-APD | Daftar Harga Hp Triple Camera Kisaran Rp 2 Jutaan di Kota Semarang | TERBARU : Rene Alberts Pastikan Hariono Hengkang dari Persib di Liga 1 2020 | Cerita Nasida Ria Band Kasidah Legendaris Asal Semarang, Dari Keping CD Hingga Spotify | Tingkatkan Potensi UMKM Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0 | Truk Berstiker Aku Mbalek Nakal Tabrak Mobil Honda Brio Hingga Terseret 150 Meter | Jadwal Buka Puasa dan Azan Magrib Kota Gorontalo Minggu, 25 April 2021 atau 13 Ramadhan 1442 H | Kabupaten Tegal Terbaik ke-4 se-Jateng Dalam Pencegahan Praktik Korupsi | Semarang Bridge Fountain Akan Dihidupkan Tiga Kali di Malam Tahun Baru 2020, Catat Jamnya | Gadis Cantik Penjual Ayam Geprek di Solo Viral, Boleh Minta Foto, Tapi Jangan Coba-coba Minta ini | Peruntungan Shio Hari Ini Minggu 25 April 2021 | PKS Tegaskan Masih Mesra dengan PDIP di Kota Semarang | Sinopsis Danur 2 Maddah Movievaganza Trans7 Pukul 23.30 WIB Teror Hantu Noni Belanda | Viral Polisi Tidak Jadi Menilang Karena Pengendara Miliki Dashcam, Kakorlantas Beri Tanggapan | Kata Ganjar Soal Kepala Daerah yang Izinkan Tempat Keramaian Beroperasi Saat Jateng di Rumah Saja  | Chord Kunci Gitar Ghost Skinnyfabs | Kepala Bidang Gunung Api PVMBG Yakin Suara Dentuman Suara Misterius di Jabodetabek Bukan Krakatau | Warna Lain TMMD Pekalongan, Warga Pantirejo Diajak Manfaatkan Kawasan Rumah Untuk Rumah Pangan | Resep Cumi Goreng Tepung Cripsy Anti Gagal | Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun, 2 Balita Tewas Terpanggang di Dalam Mobil Tetangga yang Rusak | Angka 54 Disebut Ibrahimovic Jadi Pemicu Kekalahan AC Milan, Bagi Inter Adalah Kebahagiaan | Bea Cukai Jateng DIY Kumpulkan Uang untuk Kas Negara Rp 23,49 Triliun | Viral Surat Edaran Pengumuman PNS Kendal Diliburkan Selama 7 Hari, Ini Faktanya | Tentara Ini Manfaatkan Sosialisasi TMMD Pekalongan di Acara Kerja Bakti | Sidak Tes Genose di Stasiun Cirebon, Ketua DPR Sebut Petugas Temukan 2 Penumpang Positif Covid-19 | Viral Ayah di Palembang Kehilangan Tiga Anak yang Ia Besarkan Sendirian | Ramalan Zodiak Cinta Besok Kamis 7 Mei 2020, Pisces Kehadiranmu Membuat Seseorang Salah Paham | Prakiraan Cuaca BMKG Pati Hari Ini, Senin 19 Oktober 2020 | 166.734 Personel Gabungan Diturunkan Larang Mudik Lebaran 2021 | Rumah Nanik Terbakar Saat Sedang Mengajar Siswanya Melalui Daring | RS UNS Solo Operasionalkan Laboratorium Pemeriksaan Hasil Swab Corona, Ganjar: Semakin Cepat | Klasemen Liga Inggris Terbaru, West Ham Sundul MU dan City, Tottenham Tetap Kokoh di Puncak | Jadwal Samsat Online Keliling Semarang Selasa 10 Maret 2020 Buka di Simpanglima dan Sompok | Bawa Sabu 16 Kilogram, Perwira Polisi Ini Akhirnya Tertangkap Setelah Diberondong Tembakan | Jadwal Samsat Online Keliling Semarang Hari Ini Sabtu  27 Maret 2021 Buka di Empat Lokasi | Hari Santri 2019, Pemkot Salatiga Serahkan 2 Unit Mobil Operasional ke PCNU | Masjid Jogokariyan Berhasil Kumpulkan Rp 1,7 M Sebulan Buka Rekening Donasi untuk Beli Kapal Selam | Kecelakaan Bus vs Motor di Jalan Jepara-Kudus, Pengendara Motor Meninggal | Cecep Reza Bombom Meninggal Dunia, Waspadai Penyebab Serangan Jantung di Usia Muda. | JADWAL FINAL Liga Champions Malam Ini, Manchester City vs Chelsea, Link Live Streaming SCTV di Sini | Banjir Puri Dinar Indah Semarang Sudah Surut, Hujan di Ungaran Mereda | Video Pasar Mbatok Nuansa Tradisional di Karanganyar | KPU Kota Semarang Selenggarakan Tes CAT untuk Rekrut Panitia Pemilihan Kecamatan | Kabupaten Pekalongan Masuk Zona Merah, Pemkab Masih Koordinasi dengan Provinsi Terkait PSBB | Jual Rumah Baru - Bekas dan Tanah Murah Semarang Sabtu 27 Februari 2021 | Larangan Mudik Lebaran Buat Garuda Indonesia Babak Belur, Pernah Hanya 17 Penerbangan Per Hari | Mengintip Penggawa PSIS Semarang Latihan Mandiri selama Jeda Kompetisi | Liburan ke Bali bersama Billy Syahputra, Memes Prameswari Sempat Ngambek Tak Dijemput di Bandara | Rumah Adik Acha Septriasa Kerampokan, Maling Matikan CCTV | Jalan Madukoro Semarang Banjir, Air Rendam Sejumlah Gedung Pemerintah | IM3 Ooredoo Menjadi Penyedia Layanan Telekomunikasi Bagi Jamaah Haji dan Umrah Asphurindo | Masih Tingginya Harga Cabai Rawit Merah, Arif Imbau Masyarakat Lakukan Urban Farming | Isu Reshuffle Kabinet, KSP Ali Ngabalin Sebut Jokowi akan Lantik 2 Menteri Baru | Laki-laki Lebih Berisiko Alami Jantung Koroner Ketimbang Perempuan, Dokter Beri Penjelasan Soal Itu | Tak Ingin Berpisah, Seorang Kakek Simpan Jenazah Istri di Tangki Air, Ini Kronologinya | Asita Jateng Dorong Pengelola Desa Wisata Gencarkan Pemasaran | Striker Muda PSIS Semarang Fokus Kuliah Selama Latihan Dihentikan | Gunung Anak Krakatau Berstatus Waspada, Dilarang Mendekat dalam Radius 2 Kilometer | Gong Yoo Curhat Soal Drakor Coffee Prince, Sempat Galau Sebelum Terima Tawaran | Pilwakot Semarang 2020 Masih Sepi Calon, Ini Kata Pengamat | Lebih Baik Dipenjara daripada Putar Balik, Kata Wanita Pemalang yang Mengaku 6 Tahun Tak Mudik | Video Trans Semarang Tambah 2 Vending Machine | TP PKK Kabupaten Karanganyar Masuk Tiga Besar Lomba Tertib Administrasi | PSIS Semarang Pastikan Potong 75 Persen Gaji Pemain Selama Empat Bulan | Jadwal Samsat Online Keliling Semarang Hari Ini, Selasa 6 April 2021 Buka di Tiga Lokasi | Dishub Temanggung Batasi 40 Kendaraan Uji Kir per Hari di Tengah Pandemi | Sebulan Ditutup karena PPKM, Candi Arjuna Dieng Kini Dibuka Kembali untuk Umum | Chord Kunci Gitar Separo Tresno Ndarboy Genk | Cara Membuat Sop Bayam Telur Asin Berserabut untuk Menu Sahur, Ini Bahan-bahannya | Bupati Pati Haryanto Bersikukuh Belum Keluarkan Izin Pementasan Kesenian Terbuka | Kucing-kucingan Pemudik: Sembunyi di Truk dan Naik Mobil Bak Terbuka, Mengaku Mau Pindahan | Hasil Liga Champions Tottenham Hotspur vs RB Leipzig, Timo Werner Cetak Gol Penentu dari Titik Putih | Ancaman Ganjar bagi ASN Langgar Protokol Kesehatan, Denda Rp 500 Ribu hingga Potong Tunjangan | Boneka Seks Didandani Ala Suporter FC Seoul Dipajang Saat Pertandingan di Liga Korea | Ridwan Kamil Potong Gajinya dan ASN, Rossa dan Aden Bajaj Beri Pujian | Chord Kunci Gitar Biar Menjadi Kenangan Reza Artamevia | Laporkan Aktor Lucky Alamsyah, Roy Suryo Bersedia Dimediasi, Asal 3 Syarat Terpenuhi | Polisi Gerebek Pesta Seks 56 Pria Dalam Apartemen, Banyak yang Sudah Berkeluarga |

Anda sedang membaca OTT Pejabat UNJ, KPK Dikritik Tak Berkelas karena Hanya Level Kampus - JATENGKOTA mohon pertahankan, kami selalu update berita terbaru hari ini singkat, padat dan terpercaya.

OTT Pejabat UNJ, KPK Dikritik Tak Berkelas karena Hanya Level Kampus


Oleh : JATENGKOTA | on Sabtu, 23 Mei 2020 08:35
OTT Pejabat UNJ, KPK Dikritik Tak Berkelas karena Hanya Level Kampus

JATENGKOTA, JAKARTA - Rabu (20/5/2020), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di lingkup Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Menurut Deputi Bidang Penindakan KPK Karyoto, OTT kali ini berawal dari informasi yang disampaikan Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemendikbud.

Informasi tersebut terkait penyerahan sejumlah uang yang diduga dari pihak Rektorat UNJ kepada pejabat di Kemendikbud.

Dari giat OTT, KPK bersama Itjen Kemendikbud berhasil mengamankan Kepala Bagian Kepegawaian UNJ berinisial DAN beserta barang bukti uang sebesar 1.200 dollar Amerika Serikat dan Rp 27.500.000.

"Perihal dugaan akan adanya penyerahan sejumlah uang yang diduga dari pihak Rektor UNJ kepada pejabat di Kemendikbud," ujar Karyoto dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com pada Kamis (21/5/2020) malam.

Alih-alih mendapat pujian karena melakukan OTT pejabat UNJ, tindakan KPK tersebut justru menuai kritik dari Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI).

Dianggap tidak berkelas

Menurut Koordinator MAKI, Boyamin Saiman, OTT terhadap pejabat UNJ telah mempermalukan lembaga antirasuah.

Sebab, kata dia, kali ini KPK hanya melakukan OTT tingkat kampus dan nominal uang yang disita juga terbilang kecil.

"OTT ini sangat tidak berkelas dan sangat memalukan karena KPK saat ini OTT hanya level kampus, hanya uang THR (tunjangan hari raya) Rp 43 juta uang kecil," kata Boyamin dalam keterangan tertulisnya, Jumat (22/5/2020).

Terlebih lagi, lanjut Boyamin, setelah OTT kasus tersebut justru diserahkan pada instansi Polri.

Padahal, biasanya KPK selalu melakukan penyelidikan kasus secara detil terlebih dahulu.

Boyamin juga menilai ada yang janggal atas diserahkannya kasus penangkapan pejabat UNJ ke Polri.

Sebab, menurut dia, dalam kasus tersebut ada dugaan keterlibatan Rektor UNJ yang termasuk dalam golongan penyelenggara negara.

Seperti diketahui, memang KPK telah melakukan pemeriksaan terhadap tujuh orang terkait kasus pejabat UNJ.

Salah satu dari tujuh orang tersebut adalah Rektor UNJ.

Boyamin mengatakan, rektor termasuk golongan yang wajib melaporkan laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN).

Dengan demikian, menurut dia, sudah seharusnya KPK mengusut kasus tersebut dan tidak melimpahkannya pada Polri.

"Kalau KPK menyatakan tidak ada penyelenggara negara maka berarti telah ada teori baru made in KPK new normal akibat corona," kata dia.

"Mestinya KPK tetap lanjut tangani sendiri dan tidak serahkan kepada Polisi.

Rektor adalah Penyelenggara Negara karena ada kewajiban laporkan hartanya ke LHKPN (laporan harta kekayaan penyelenggara negara)," ujarnya.

Oleh karena itu, ia menilai kegiatan OTT ini hanya sebagai ajang cari sensasi untuk memperlihatkan KPK sudah bekerja.

"Terlihat jelas tidak ada perencanaan dan pendalaman dengan baik atas informasi yang masuk sehingga hasilnya hanya sejelek ini," ungkap Boyamin.

Lapor ke Dewan Pengawas KPK Boyamin pun mengaku akan segera melaporkan kasus OTT tersebut ke Dewan Pengawas KPK.

"Kami akan segera membuat pengaduan kepada Dewan Pengawas KPK atas amburadulnya OTT ini," ungkap dia.

Pasalnya ia menilai, proses OTT kali ini tidak terencana dengan baik, sehingga hasilnya tidak maksimal.

Apalagi setelah penanganan kasus tersebut diserahkan ke Polri oleh KPK.

"Setiap info biasanya oleh KPK dibahas dan didalami sampai berdarah-darah dan sangat detail.

Mulai dari penerimaan pengaduan masyarakat sampai dengan keputusan untuk OTT," ujarnya.

"Baik menyangkut siapa penyelenggara negara, apa modusnya sampai apakah suap atau gratifikasi, sehingga ketika sudah OTT, tidak ada istilah tidak ditemukan penyelenggara negaranya," tutur Boyamin.

Respons KPK

Kritikan tersebut mendapat respons dari Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara KPK Ali Fikri.

Ia menilai, Boyamien Saiman tidak mengerti konstruksi kasus OTT pejabat UNJ.

"Pernyataan Boyamin Saiman menunjukan yang bersangkutan tidak paham akan konstruksi kasus namun terlanjur sudah membangun opini yang keliru kepada masyarakat," kata Ali pada wartawan, Jumat (22/5/2020).

Ali menjelaskan, OTT dilakukan setelah KPK diminta bantuan oleh Itjen Kemendikbud atas adanya dugaan pemberian uang THR yang diduga atas perintah Rektor UNJ.

Dari OTT tersebut yang diamankan hanya satu orang yakni Kepala Bagian (Kabag) Kepegawaian berinisial DAN.

"Yang tertangkap menurut UU bukan masuk kategori penyelenggara negara," ujarnya.

Ia mengatakan, KPK sudah sering melakukan penyerahan kasus kepada penegak hukum lain baik ke Kepolisian maupun Kejaksaan karena tersangka yang diamankan bukanlah penyelenggara negara.

Menurut Ali, aparat penegak hukum lain ketika menangani perkara korupsi tidak dibatasi adanya unsur melibatkan penyelenggara negara.

"Berbeda dengan KPK yang ada batasan Pasal 11 UU KPK.

Ini perlu kami sampaikan agar Boyamin Saiman juga paham soal ini," imbuh Ali.

Kendati demikian, Ali Fikri mengatakan, tidak tertutup kemungkinan ada penambahan tersangka penyelenggara negara dalam kasus OTT pejabat UNJ.

"Sangat dimungkinkan setelah dilakukan penyelidikan lebih mendalam dengan meminta keterangan pihak-pihak lain yang lebih banyak, ternyata sebuah kasus berdasarkan alat bukti yang cukup ternyata kemudian ditemukan ketelibatan PN (penyelenggara negara) sehingga dapat dimintai pertanggungjawaban secara hukum," ucap Ali. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kritik untuk KPK atas OTT Pejabat UNJ, Tak Berkelas karena Hanya Level Kampus..."

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

Baca Juga

COMMENTS