Cerita Brigadir Shita Istri Kapolres Kudus Gabung Pasukan Perdamaian PBB: Sering Ada Peluru Nyasar | Chord Kunci Gitar Satu-satunya Hivi | Minum Minuman yang Diberikan Teman, Gadis Ini Tak Sadar hingga Saat Bangun Tidur sudah Tak Berbusana | Temukan Kemagnetan Tinggi di Perairan Bali, KSAL: Harapannya Itu KRI Nanggala | Banjir Pekalongan, Sejumlah Warga Mulai Tempati Lokasi Pengungsian | Info Pemeliharaan Jaringan Listrik Tegalsari PLN ULP Semarang Tengah Selasa 25 Agustus 2020 | Jadwal Imsak dan Adzan Subuh untuk Wilayah Medan, Senin 3 Mei 2021/21 Ramadhan 1442 H | Luka di Kepala dan Wajah, Remaja di Sukoharjo Tewas Seusai Latihan Silat | Mensos Risma Lapor ke KPK Telah Nonaktifkan 21 Juta Data Ganda Penerima Bansos Covid-19 | Inilah Lagu yang Akan Dinyanyikan Lyodra dan Tiara di Indonesia Idol Result and Show Malam Nanti | Pria Klaten Acun Nekat Gowes ke Jakarta Demi Bertemu Baim Wong, Bersimpuh di Kaki Suami Paula | Semarakkan HUT Ke-75 RI, Petugas Trans Semarang Pakai Kostum Perjuangan | Chord Kunci Gitar Aku dan Dirimu Ari Lasso Feat BCL | Kim Bum Akui Sering Lakukan Kesalahan Saat Syuting Bersama Lee Dong Wook | Tips Jitu Malam Pertama untuk Pengantin Baru yang Masih Malu-malu Kucing | Gennaro Gattuso Sebut Umurnya Tinggal 1 Bulan Lagi, Si Badak Derita Penyakit Ganas | Indonesia Dapat Tambahan 313 Ribu Dosis Vaksin AstraZeneca dari Covax | Sosok David Tjiptobiantoro yang Baru Saja Nikahi Julie Estelle, Prestasinya Tak Main-Main | 4 Pemuda Kebumen Ditangkap karena Jadi Pengedar Pil Koplo, Polisi Sebut sebagai Sindikat | Dinas Perdagangan Kota Semarang Target Seluruh Pasar Tradisional Terapkan E-Retribusi pada 2020 | All Indonesian Final Denmark Open 2019, Mengulang Sejarah Tahun 1998 | Haruskah Mencium Setiap Cairan yang Keluar dari Kemaluan? Buya Yahya Menjawab | Panca Borong Solar Bersubsidi, Dijual Harga Nonsubsidi di Semarang: Dibantu Oknum Polisi | Influencer Prancis Ditawari Rp 35 Juta Unggah Satu Instagram Story untuk Jelekkan Vaksin Pfizer | Ramalan Zodiak Cinta Hari Ini Senin 19 April 2021, Cancer Lupakan yang Tak Kembali | Lengkapi Segmen Luxury Car, Mercedes All New S Class Resmi Meluncur di Indonesia | 1.375 Tenaga Sensus Penduduk di Kota Semarang Terlindungi BPJAMSOSTEK | Ini Penyebab Harga Emas Melambung Tinggi Rp 1 Juta Lebih Per Gramnya Dua Hari Terakhir | Persebaya Surabaya Rekrut Taisei Marukawa Karena Pemain Ini Dinilai Aji Santoso, Begini | Rizki D Academy Akui Belajar Taaruf dari Youtube Sebelum Nikahi Nadya Mustika | Djarum Foundation Beri Bantuan ke Pemkab Demak Bantu Tangani Pandemi Covid-19 | Viral Diduga Penampakan Monster Loch Ness, Wisatawan Tak Sengaja Memfotonya | Ganna Tusuk Leher Tetangga Gara-gara Tak Diberi Uang untuk Mabuk | Lurah Sambiroto Bikin Pasar Murah, Bagi-bagi Baju Gratis | Jadwal Bola Liga Inggris Malam Ini, Liverpool Vs Manchester City dan Sheffield Vs Chelsea | Ganjar Coblos Pilwakot Semarang di TPS 02 Gajahmungkur: Jangan Takut Gunakan Hak Suara | Pilihan Beragama | Video Warga Pekalongan Gantung Diri Diduga Depresi Pelajari Ilmu Gaib | Savoy Homann Hotel Tertua di Indonesia, Dibangun Tahun 1888 Ditinggalkan karena Patah Hati | Personel Polri Ditambah untuk Bantu Rehab Rumah Warga di Lokasi TMMD Pekalongan | Solo Wellness Tourism, Wisata Sehat Di Kota Solo | Refly Harun: Jika Jokowi Terbukti Melanggar Dana Kampanye, Cukupkah MK Kabulkan Gugatan Pemohon? | Gerah Dengar Ada Pungli, Bupati Kudus Hartopo Minta Tim Saber Pungli Tangkap Pelaku | Eka Pernah Ikut Orangtua Jualan Bubur, Tidur Beralaskan Kardus, Kini Kantongi Beasiswa Studi IPB | Paman Presiden Jokowi Meninggal di Pesawat Menuju Jakarta, Akan Dimakamkan di Boyolali | Persib Bandung Sudah Siap Hadapi Leg 2 di Semifinal Piala Menpora 2021 kata Victor Igbonefo | Unhan Gelar Sidang Penganugerahan Doktor Honoris Causa Untuk Jenderal Purn Ryamizard Ryacudu | Cerita Korban Selamat Disengat Tawon di Tegal, Sakwadi : Lebih Mending Saya DIpukuli | PPKM Mikro Tingkatkan Okupansi Penumpang Transportasi Umum di DKI Jakarta | HASIL PSS vs Persib Bandung: Ezra Bobol Gawang Miswar, Pangeran Biru ke Final Piala Menpora 2021 | Video Belasan Unit Komputer Milik SMAN 2 Pati Dicuri Karyawan Sendiri | Kapolres Wonogiri Turun Tangan Bubarkan Kerumunan, Imbau Warga Pulang Ke Rumah Masing-masing | 3 Terduga Provokator Penolakan Jenazah Perawat di Ungaran Ditetapkan sebagai Tersangka | Jual Mobil Motor Baru dan Bekas Semarang Murah Berkualitas Rabu 24 Maret 2021 | Semarang Peduli Rizal Korban Gangster Sukun Stres, Dari Walikota, Warga Hingga Anggota Dewan | Ganna Tusuk Leher Tetangga Gara-gara Tak Diberi Uang untuk Mabuk | Vaksinasi Petugas Layanan Publik Masih Berlangsung, 226 Orang di Dinsos Kab.Tegal Dapat Giliran | Phapros & UNAIR Siap Produksi Serum Anti Aging Berbahan Dasar Biologi Pertama di Indonesia | Dihujat Beli Iphone Seken, Barbie Kumalasari Unggah Struk Belanja | Chord Kunci Gitar Team Lorde   | Muncul Semburan Api Disertai Lumpur di Dekat Bekas Sumur Bor Buatan Belanda Daerah Indramayu | Chord Kunci Gitar Oplosan Wiwik Sagita | Video Banjir Sungai Tuntang di Trimulyo Demak | Baru di Seri A, Ini Harga dan Spesifikasi Samsung Galaxy A11 |

Anda sedang membaca Cerita Brigadir Shita Istri Kapolres Kudus Gabung Pasukan Perdamaian PBB: Sering Ada Peluru Nyasar - JATENGKOTA mohon pertahankan, kami selalu update berita terbaru hari ini singkat, padat dan terpercaya.

Cerita Brigadir Shita Istri Kapolres Kudus Gabung Pasukan Perdamaian PBB: Sering Ada Peluru Nyasar


Oleh : JATENGKOTA | on Rabu, 14 Oktober 2020 19:39
Cerita Brigadir Shita Istri Kapolres Kudus Gabung Pasukan Perdamaian PBB: Sering Ada Peluru Nyasar

JATENGKOTA, KUDUS - Bertugas sebagai pasukan perdamaian PBB, menjadi kebanggaan tersendiri bagi Brigadir Mashita Cherani‎ Asaat Said (30), istri Kapolres Kudus.

Kendati demikian, dibalik itu juga menyimpan perjuangan yang sungguh berat untuk dilaluinya saat berada di Sudan menjadi Kontingen Garuda angkatan ke XI.

Shita sapaannya, berada di lokasi rawan konflik sehingga harus selalu menggunakan body vest lengkap dengan peralatannya.

‎Total berat yang harus dibopongnya ‎sejak berangkat tanggal 8 Maret 2019 hingga pulang ke Indonesia 6 September 2020‎ itu mencapai 12 kilogram.

"Setiap hari harus pakai pakaian lengkap body vest, dan perlengkapan lainnya. Total yang dibawa sampai 12 kilogram," ujar dia, di rumah dinas Kapolres Kudus, Rabu (14/10/2020).

Beruntung,  sebelum menjalankan tugas negara itu Shita menjalani Pra Ops yang sangat berguna saat menghadapi ‎kondisi ekstrem di sana.

‎"Saat Pra Ops itu saya latihan fisik. Dalam seminggu bisa lari tiga kali untuk melatih fisik, dan ternyata berguna sekali saat di sana," jelas dia.

Selain selalu membopong peralatan yang berat, anak bungsu itu juga harus berada di tengah ancaman konflik.

Pasalnya keberadaan tenda yang ditempatinya, di tengah kelompok yang bertikai.

Namun pihaknya tidak membantu salah satu pihak karena misinya untuk perdamaian.

"Jadi peluru nyasar itu sering sekali saat mereka kontak senjata.

Kami hanya diam saja karena misi kami di sana untuk melindungi masyarakat sipil," ujar wanita kelahiran Surabaya, 4 Agustus 1990‎.

Masyarakat di sana kondisinya butuh pertolongan, karena kehidupanya yang masih sangat sederhana.

Dia menceritakan, kehidupan masyarakat di sana sangat kekurangan. Makanya tak sedikit pasukan yang datang ke sana juga membagikan pakaian.

"Kami bagikan juga pakaian untuk mereka, karena ‎kondisinya kasihan," ujarnya.

Dia merinci, masyarakat di sana tidak ada yang menggunakan kendaraan. Mereka memilih keledai atau unta untuk berpergian.

Bahkan dua hewan ternak itu terkadang bukan untuk mengangkut penumpang, tetapi hanya membawa barang.

"Jadi keledai atau unta itu mengangkut barang, pemiliknya menarik hewan itu memakai tali dari depan," jelas dia.

Kemudian kondisi cuaca juga menjadi perhatian serius selama Shita berada di sana ‎bersama 140 anggota dari Kontingen Garuda.

Saat musim kemarau, suhu bisa mencapai 36 derajat celcius dan 7 derajat celcius saat musim dingin.

"Kalau panas, panas banget kayak orang demam. Kalau musim dingin, bisa sampai turun batu esnya," ujar dia.

Saat musim panas pun, kekeringan melanda wilayahnya yang membuat pasokan airnya menjadi terbatas.

Karena kondisi air yang terbatas itu, Shita pun terpaksa mandi di atas ember. Sehingga air yang dipakai bisa digunakan lagi.

"Karena musim kemarau, setiap orang hanya diberi jatah air satu ember per hari. Itu buat mandi, cuci baju semuanya.

Jadi saya mencuci juga pakai air bekas mandi‎," jelasnya.

Semua kesulitan yang pernah dihadapi tidak membuatnya patah semangat. Shita ‎bangga bisa masuk dalam Kontingen Garuda dan bergabung dalam United Nations-African Union Mision in Darfur (Unamid).

Dia bersyukur, warga masyarakat di Indonesia bisa hidup lebih baik daripada kondisi yang ada di Sudan.

Makanya sudah menjadi tanggungjawabnya untuk saling membantu memberikan pertolongan kepada masyarakat internasional yang membutuhkan.

"Pengalaman ini sangat berharga, bisa membantu masyarakat sipil di Sudan di tengah konflik yang melanda negerinya," ujarnya. (raf)

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

Baca Juga

COMMENTS