OPINI Sultana: Hipospadia, Aku Laki-laki atau Perempuan? | Busana Santai Hasil Daur Ulang Handuk Bekas Hotel, Karya Desainer LPTB Susan Budihardjo Semarang | Jadwal Bioskop di Tegal Hari Ini, Senin 9 Desember | Profil Don King, Sosok di Balik Kesuksesan Mike Tyson & Muhammad Ali, Sumber Inspirasi Film Rocky | Asita Jateng Sebut Penurunan Harga Tiket Pesawat Hanya di Beberapa Rute | Ketua Satgas IDI: Selain batch CTMAVT47, Vaksin AstraZeneca Aman Digunakan | .Pertamina Berikan Edukasi Menyintas Pandemi Secara Virtual Kepada Pekerja dan Mitra Binaan UMKM | Sidang Pemeriksaan Saksi PN Semarang Ungkap Ridwan Gagal Transaksi, Dugaan Pembobolan Bank Jateng | Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kendal Hari Ini, Ramadan Hari ke-10, Minggu 3 Mei 2020 | Detik-detik Nenek di Semarang Loncat ke Sumur Bawa Foto Cucu dan Almarhum Suami, Berakhir Begini | Motor Batman Hadir di Jombang, Hasil Modifikasi Ekstrem Yamaha Mio, Begini Penampakannya | Sebelum Darurat Sipil Diterapkan, Jokowi Minta Nantinya Apotek dan Toko Sembako Tetap Buka   | Mitsubishi Target Penjualan 150 Ribu Unit | Hartopo Berharap IBI Kudus Dapat Menjadi Organisasi Berkualitas | Relawan Buka Donasi Bantu Sopir Truk Minuman Isotonik yang Terguling di Tawangmangu | Ramalan Zodiak Cinta Besok Senin 15 Maret 2021, Cancer Keraguan Tak Boleh Lebih Besar dari Sayang | TRAGIS! Pelajar Ini Nekat Gantung Diri Pakai Tali Sepatu Setelah Dimarahi Nilai UTS-nya Jeblok | Video Aksi Solidaritas Bawaslu Kabupaten Pekalongan Peringati Hari Jadi | Jadi Artis Sejak kecil, Nikita Willy Tak Punya Banyak Teman Saat SMP | Pria Tangerang Ditangkap Polisi Tepergok Bawa Sabu di Saku Jas Hujan di Banjarnegara | Dinkes Kab Tegal Upayakan Beli Alat PCR untuk Memudahkan Warga Mengetahui Hasil Tes Swab | Pemesanan Online Travel Naik 260% Sepanjang 2018 | Video Maling HP Penjual Ayam Geprek Dihajar dan Ditelanjangi Massa | Kasus Covid-19 di Kudus Melonjak, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo: Telah Terprediksi | Innalillahiwainnailaihirojiun! Prof Dr Agus Maladi Irianto, Guru Besar Undip Meninggal Dunia | Video Jokowi Tinjau Vaksinasi Covid-19 di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang | Puluhan Orang Terjaring Razia Masker Satgas Covid-19 Purbalingga di Pasar Hewan | Hasil Swab PCR Negatif, Keluarga Penyintas Corona B117 di Brebes Tetap Diisolasi, Ini Alasan Dinkes | Dinkes Kota Semarang: Penderita HIV-AIDS Mayoritas Warga Pendatang, 58 Persen Laki-Laki | Mulai Hari ini, Stasiun Cikampek Layani Tes GeNose Covid-19 untuk Penumpang KAJJ  | Rey Mbayang Sudah Siap Jadi Ayah | Whiz Hotel Pemuda Semarang Tawarkan Paket City Tour | Sinopsis Bajaj Bajuri The Movie, Ricky Harun dan Eriska Rein di Movievaganza Trans 7 Jam 16.00 WIB | Pascakebakaran, Paguyuban Pedagang Pasar Legi Solo Data Seluruh Pemegang SHP | Menyandang Predikat Supermodel, Paula Verhoeven Ungkap Bayaran Artis Lebih Besar | Jual Mobil Motor Baru dan Bekas Semarang Murah Berkualitas Sabtu 22 Agustus 2020 | Aprilia Manganang Resmi Ganti Nama Jadi Aprilio Perkasa Manganang, Tampil Gagah Saat Sidang | Pelakor Ditelanjangi Warga Gara-gara Kawin Lari Sama Suami Orang | Pertiwi Indonesia Distribusikan Bantuan Tepat Guna bagi Paramedis | Wali Kota Dedy Yon Ajak Masyarakat Lestarikan Bahasa Tegalan | Chord Kunci Gitar Arti Cinta Lalahuta | Ayahanda Meninggal Dunia, Ivan Gunawan Enggan Diganggu: Saya Sedang Berduka | Keutamaan Sholat Tarawih Malam ke-20 Ramadhan, Dapat Pahala Seperti Orang Saleh yang Mati Sahid | Pulang Pengajian, Siswa SMP Ini Dipalak dan Dikeroyok Sekelompok Pemuda | Warga Berebut Berkah dari Gabungan 51 Mata Air di Kirab Banyu Panguripan Masjid AlAqsha Menara Kudus | Chord Kunci Gitar Ragu Rizky Febian | FOKUS: Jangan Ada Korban Lagi | Fatrijanto Sebut Kondisi Perekonomian dan Politik Tak Pengaruhi Daya Beli Produk Otomotif | Kekebalan Tubuh Turun Akibat Covid-19, Jadi Jalan Masuk Infeksi Jamur Hitam | Chord Kunci Gitar Kalayar | Dibersarkan Orangtua Tunggal, Ji Chang Wook Curhat Ingin Jadi Anak yang Lebih Baik Bagi Ibunda | Tinjau Pengamanan Kantor KPU, Kapolres Kebumen Minta Personelnya Selalu Siaga | Pasangan UMAT Serap Aspirasi Lewat Video Call Saat Kampanye Pilkada Blora | Cara Dapat Diskon Token Listrik 50% dan 25% Bulan April 2021, Tak Perlu Buka Website atau PLN Mobile | Tangisan Petani Wonosobo Harga Sawi Rp 300/Kg | Coca Cola Adakan Donor Darah, Berhasil Kumpulkan 80 Kantong Darah | Kinerja 100 Hari, Kapolri Dinilai Berhasil Lakukan Transformasi Teknologi dalam Pelayanan Publik | BI Tegal Jamin Tak Ada Penumpukan Top Up Kartu Tol | Coffe Shop Menjamur di Kota Semarang, Anak SMA Dilatih Jadi Barista | Ini Kunci Parenting Menurut Bupati Pati Haryanto | Foto-foto Kecelakaan Maut Jalan Sultan Agung Semarang 2 Truk dan 2 Motor | Penting untuk Mitigasi, Banjarnegara Butuh Materi Ajar Sejarah Bencana Lokal | P3M STIE Bank BPD Jateng Gelar Workshop Manajemen Pelaporan dan Keuangan Penelitian Hibah DRPM | Fakta Sejarah, PSG Tetap Anak Baru di Final Liga Champions Meski Miliki Pemain Bertabur Bintang | Warga Heboh Berebut Ayam Kampung dalam Upacara Mondosiyo di Pancot Tawangmangu Karanganyar | Jadwal Buka Puasa dan Adzan Maghrib Kota Banjarmasin Selasa 20 April 2021 atau 8 Ramadhan 1442 H | Jadwal, Klasemen, Top Skor dan Link Live Streaming Liga Inggris, Arsenal Vs Liverpool | Ini Harga dan Spesifikasi Realme Narzo 30A, Pakai Prosesor Gaming | Bupati Tegal Berikan Penghargaan pada Jaksa Sebagai Pengacara Negara Kejari Slawi Karena Hal Ini | Wakil Walikota Bandung Yana Mulyana Dinyatakan Sembuh dari Virus Corona : Sangat Berat! | Aset Pasar Sore Akan Kembali Diambil Pemkot Tegal | Polisi Hutan di Rembang Berhasil Amankan Kayu Jati dari Tangan Pencuri | Viral Kemasan BTS Meal Pakai Foto Nassar, Pembuat Desain Dapat Respons Positif dari sang Pedangdut | Panwaslu Kota Tegal : Masalah Pilwakot Lalu Banyak Disebabkan Masalah Psikis KPPS | TNI Akan Manfaatkan 'Lahan Tidur' Martoloyo Kota Tegal untuk Budidaya Udang Vaname | Hasil Liga Spanyol Tadi Malam: Lionel Messi Comeback, Barcelona Pesta Gol di Kandang Mallorca | Resep Mango Sticky Rice Dessert Thailand yang Terbuat Dari Mangga dan Ketan | Harga Emas Antam di Semarang Hari ini Mengalami Penurunan Rp 5.000, Berikut Daftar Lengkapnya | Lama Hilang di Peredaran, Kabar Pak Tarno Muncul dengan Nasib Menyedihkan | RAMALAN ZODIAK Cinta Selasa, 18 Mei 2021: Aries dan Gemini Harus Menyesuaikan Diri dengan Pasangan | Jadwal Imsak dan Buka Puasa Hari Ini Palangkaraya, Ramadhan Hari ke-20, Minggu 2 Mei 2021 | 10 Orang Tewas dalam Kecelakaan Maut di Tol Cipali, 3 Kendaraan Tabrakan Beruntun | Narasumber dari 5 Negara Jadi Pembicara dalam Seminar Internasional FH Unnes | Andai Jadi Pemimpin, Begini Cara Andrea Meza Juara Miss Universe 2020 Atasi Covid-19 | Ombudsman Jateng Minta Polrestabes Semarang Periksa Internal Polisi Pukuli Pendemo Omnibus Law | Pelantikan Bupati/Wali Kota di Jateng Tak Jelas, Pemprov Ancang-ancang Tunjuk Sekda sebagai Plh | Inilah Kronologi 3 Remaja Terpergok Warga Diduga Mesum Dalam Kandang Ayam di Pekalongan | Alasan Repsol Honda Pilih Alex Marquez karena Prestasi Juara Dunia, Bukan Nama Besar Sang Kakak | BREAKING NEWS: Kecelakaan, Bus Sinar Jaya Terguling di Pantura Ampelgading Pemalang | IKA Undip Serahkan Bantuan Hazmat dan Maske Medis pada Tim Gugus Tugas Batang | Hampir Separuh Wilayah di Desa Widodaren dan Pasucen Pemalang Terdampak Banjir | PDAM Tirto Panguripan Kendal Adakan Gebyar Undian Pelanggan Tahun 2020 | Amien Rais Dirikan Partai Ummat, Begini Respon Waketum PAN Viva Yoga | Terungkap Hasil Otopsi Mayat Ojol Wanita Dalam Karung, Ini Kata Polisi soal Tampang Pelaku | Meski Kalah di Laga Uji Coba Perdana, Pelatih Shin Tae-yong Puas dengan Penampilan Timnas U19 | Gong Yoo Curhat Soal Drakor Coffee Prince, Sempat Galau Sebelum Terima Tawaran | Sinopsis Lengkap Film Abduction Tayang Malam Ini di Bioskop Trans Tv Pukul 23.00 WIB | Di Tengah Pandemi Covid-19, Bank Syariah Mandiri Regional V Semarang Tetap Catatkan Pertumbuhan | Nakes Terpapar Covid-19 di Kabupaten Pekalongan Bertambah | Unik, Pemandian Air Panas di Gumelem Banjarnegara masih Tradisional dengan Pancuran Bambu |

Anda sedang membaca OPINI Sultana: Hipospadia, Aku Laki-laki atau Perempuan? - JATENGKOTA mohon pertahankan, kami selalu update berita terbaru hari ini singkat, padat dan terpercaya.

OPINI Sultana: Hipospadia, Aku Laki-laki atau Perempuan?


Oleh : JATENGKOTA | on Minggu, 18 April 2021 22:41
OPINI Sultana: Hipospadia, Aku Laki-laki atau Perempuan?

Ditulis oleh Sultana MH Faradz, MD, PhD
Dosen Fakultas Kedokteran Undip dan Klinik Genetika RSND Semarang

JATENGKOTA - Saat ini banyak dibicarakan mengenai seorang atle yang menjadi anggota TNI telah berganti gender karena ternyata menderita hipospadia. Dalam berita media massa baik melalui TV maupun surat kabar bahkan youtube tidak ada pembahasan yang mendalam tentang pemeriksaan lebih lengkap termasuk mutasi gen, diagnosisnya atau apa mungkin jadi penyebabnya.

Hipospadia merupakan bagian atau salah satu gejala dari gangguan perkembangan/ diferensiasi seks atau yang dalam istilah medis internasional keseluruhan gangguan diferensiasi seksual termasuk hipospadia disebut Disorders of Sex Development atau Disorders of Sex Differentiation (disingkat DSD)

Gangguan Perkembangan seksual

Disorder of Sex Development atau Disorder of Sex Differentiation (DSD) yang sebelumnya dikenal sebagai hermaphrodit atau intersex adalah suatu kelainan kongenital (bawaan), merupakan kondisi kelainan sejak lahir dimana perkembangan kromosom, gonad dan karakteristik genitalia/ alat kelamin luar tidak khas. Secara ilmiah sekarang banyak dipakai istilah Gangguan diferensiasi seks (GDS).

Beberapa berita media sering menyebutkan sebagai kelamin ganda, hal ini tidak benar dan tidak nyaman untuk didengar orangtua dan keluarganya, oleh karena itu istilah Kerancuan Kelamin lebih mudah diterima oleh keluarga. Dalam masyarakat bahkan kerancuan kelamin disamakan dengan banci atau transgender/ LGBT sehingga terkadang terjadi pelecehan terhadap penderita dan menyebabkan stigma dan diskriminasi di masyarakat.

Penentuan gender pada bayi baru lahir mungkin ditunda karena genitalia alat kelamin luar tidak khas atau ketidakcocokan antara seks genetik dan alat kelamin luar, fungsi gonad, dan / atau anatomi seks. Anak-anak bisa mengalami hambatan dalam buang air karena rasa malu dan ingin menyembunyikan kelainannya.

Hal ini yang harus mendapatkan perhatian khusus dan melalui team multi disiplin yang terdiri dari beberapa ahli/ spesialis, dokter harus berhati-hati kapan menentukan tindakan operasi. Pengunduran operasi sampai saatnya anak menjelang dewasa dan bisa menentukan atau meminta sendiri adalah lebih bijaksana, walaupun gender dapat ditentukan dulu untuk kepentingan pengasuhan dan administrative kependudukan.

DSD ditandai dengan adanya organ genitalia luar yang tidak jelas laki-laki atau perempuan atau mempunyai gambaran kedua jenis kelamin. Alat kelamin dicurigai rancu atau DSD apabila alat kelamin penis terlalu kecil atau klitoris/ kelentit terlalu besar mirip penis atau bilamana skrotum membelah pada garis tengah sehingga tampak seperti labia mayora (bibir kemaluan) yang tidak normal dengan lubang di tengahnya (hipospadia) yang seperti lubang vagina dan gonad (testis) tidak teraba atau masih terletak dirongga perut.

Di kota Semarang sendiri jumlah penderita DSD yang datang rata-rata 1 orang perminggu dan sejak tahun 1994 s/d sekarang jumlah penderita yang terdaftar pada laboratorium Pusat Riset Biomedik FK Undip (center for Biomedical Research=Cebior)/ RS National Diponegoro untuk pemeriksaan kromosom (sebagai penentu jenis kelamin) mencapai> 1000 orang.

Hipospadia

Hipospadia adalah kelainan anatomik bawaan lahir yang terjadi pada saluran kencing (uretra) . Uretra pada hipospadia terlalu pendek atau bocor sebelum mencapai muaranya di ujung penis. Ada 4 tipe hipospadia berdasarkan lokasi lubang pengeluaran kencing yaitu : hipospadia penile lubang pengeluaran kencing/bocor pada batang penis, hipospadia penoskrotal, bocor pada pertemuan antara penis dengan skrotum, hipospadia scrotal bila bocor persis ditengah-tengah diantra skrotum yang membelah, hipospadia perineal, bocor pada antara skrotum dan anus . Pada keadaan terberat (hipospadia skrotal atau perineal) menyebabkan skrotum terbelah. Apabila keadaan ini disertai gangguan penurunan testis ke dalam skrotum, maka dapat menimbulkan kesulitan dalam menentukan jenis kelamin bayi, sehingga pada bayi baru lahir sering dianggap mempunyai alat kelamin perempuan dan gender nya ditentukan sebagai perempuan.

Hipospadia berat juga sering berhubungan dengan abnormalitas genitalia lainnya, seperti ukuran penis terlalu kecil, skrotum terbelah, pindah posisi penis sehingga dapat muncul sebagai kerancuan kelamin (ambiguous genitalia).

Penyebab hipospadia sangat kompleks dapat karena genetik, gangguan hormonal dan paparan hormonal dan dari lingkungan diantaranya pestisida. Terapi satu-satunya untuk menanggulangi hipospadia hanya dengan operasi koreksi yang sebaiknya dikerjakan pada usia dini antara 2-4 tahun. Problem ketidakjelasan jenis kelamin sebenarnya dapat diatasi sedini mungkin dengan analisis kromosom. Namun, fasilitas pemeriksaan sitogenetika di Indonesia masih terbatas dengan biaya pemeriksaan yang mahal dan tidak ditanggung oleh BPJS.

Dari hasil penelitian didapatkan distribusi pasien ambiguitas seksual dan hipospadia yang melakukan pemeriksaan kromosom mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, jumlah pasien yang melakukan pemeriksaan kromosom sampai cukup tinggi. Fenomena ini tentunya tidak bisa langsung kita interpretasikan sebagai adanya peningkatan prevalensi kasus ambiguitas seksual dan hipospadia di Semarang. Penyebabnya mungkin adalah kesadaran dan pengetahuan dokter dan masyarakat akan pentingnya pemeriksaan kromosom pada kasus-kasus ambiguitas seksual dan hipospadia, juga tersedianya fasilitas laboratorium sitogenetika saat ini. Kemungkinan lainnya adalah adanya publikasi di media massa mengenai kasus ambiguitas seksual dan hipospadia yang berhasil ditangani oleh team dokter dari beberapa rumah sakit.

Kemungkinan penyebab mereka datang terlambat adalah munculnya kejelasan perkembangan alat kelamin di usia remaja, sehingga ingin mencari tahu gender yang sebenarnya. Mereka akan mengalami gender euphoria bila berhasil mencari tahu tentang kondisi penyakitnya dan bisa mendapatkan kepastian gendernya, mereka akan puas dan bahagia dengan gender yang diyakininya.

Pemeriksaan kromosom utamanya untuk menentukan gender dari Hipospadia dan kelainan diferensiasi seks , diagnosis tidak selalu dapat ditegakkan maka pemeriksaan gen (DNA) perlu dilakukan untuk menegakkan diagnosis .

Gangguan Perkembangan Kelamin

Penyakit yang memberikan gejala kerancuan kelamin yang terbanyak pada kasus-kasus yang memeriksaakan diri di laboratorium Cebior FK Undip adalah hipospadia (bocornya saluran kencing pada anak laki-laki), sehingga anak laki-laki tidak bisa kencing sambil berdiri, sering dikuti dengan tidak terabanya testis. Penyakit yang cukup sering dengan kerancuan kelamin adalahAndrogen Insensitivity Syndrome (AIS) dengan menunjukan 2 gejala klinis yang berbeda tergantung mutasi gen nya parsial atau komplit. Bila mutasi gen dengan produk protein yang parsial maka biasanya terdapat pada anak dengan gender laki-laki yang memiliki kromosom XY (kromosom laki-laki) dengan hipospadia berat, tetapi bila mutasi lengkap tanpa protein reseptor androgen maka anak yang memiliki kromosom XY pada alat kelamin luar akan berpenampilan seperti perempuan. Kerancuan kelamin yang juga sering terdapat di masyarakat adalah Congenital Adrenal Hyperplasia (CAH) atau Hiperplasi adrenal kongenital (HAK) terdapat pada perempuan (yang memiliki kromosom 46, XX) dengan kelentit (klitoris) membesar seperti penis akibat paparan hormone androgen sejak dalam kandungan. Kedua kelainan tersebut bisa memberikan gender yang berbeda dengan hasil kromosom, misalnya pada CAH dengan kromosom 46, XX tetapi mungkin bisa saja gendernya laki-laki karena terdapat pembesaran kelentit (clitoris) yang mirip penis dan terlambat mendapat pengobatan atau penanganan medis.

Perhatian terhadap penderita

Memiliki anak adalah karunia yang membahagiakan bagi orang tua. Namun tidak semua anak terlahir sempurna, beberapa diantaranya butuh perhatian dan kasih sayang yang lebih dari orang tuanya.

Penatalaksanaan gangguan perkembangan seksual meliputi penentuan jenis kelamin (sex asignment), pola asuh seksual (sex rearing), pengobatan hormonal, koreksi secara pembedahan, dan psikologis. Oleh karena itu perlu melibatkan team multi-disiplin yaitu Tim Penyesuaian Kelamin Rumah Sakit Dr. Kariadi yang bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Undip/ Rumah Sakit National Diponegoro (RSND). Team ini harus sudah melakukan sejak tahap awal diagnosis yang meliputi bidang Ilmu Kesehatan Anak, Bedah Urologi, Bedah plastik, Kandungan dan Kebidanan, Psikiatri, Psikolog, Genetika medik, Rehabilitasi medik, Patologi klinik, Patologi anatomi, ahli hukum dan agama.

Masalah yang harus dipertimbangkan untuk masa depan penderita adalah potensi kesuburan, kapasistas fungsi seksual, perkawinan, fungsi hormon, kemungkinan terjadi keganasan pada gonad, faktor psikoseksual , identitas gender, peranan gender, orientasi gender, masalah agama dan budaya di Indonesia yang sangat kompleks. Pemeriksaan yang paling awal adalah analisis kromosom untuk menentukan jenis kelamin (sex assignment). Untungnya di Jawa Tengah tersedia pemeriksaan ini di Laboratorium Pusat Riset Biomedik (Center for Biomedical Research) Fakultas Kedokteran Undip/ Rumah Sakit Nasional Diponegoro. Sehingga pasien dirujuk dari beberapa daerah termasuk dari luar Jawa, namun sementara belum didanai oleh BPJS Kesehatan. Selanjutnya masih banyak pemeriksaan laboratorium lainnya secara bertahap seperti pemeriksaan hormon, radiologik, analisis psikologik dan pemeriksaan gen.

Sejak tahun 2018 obat sudah tersedia buatan Indonesia dan didanai oleh BPJS . Namun tidak sesederhana yang kita duga, karena masih banyak obat lain yang dibutuhkan dalam keadaan tertentu (kritis) dan obat hormonal mahal yang harus diminum jangka panjang. (*)

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

Baca Juga

COMMENTS