Praktik Jual Beli Plasma Konvalesen di Kota Semarang: Dua Kantong Capai Rp8,5 juta | Dinilai Bagus dalam Pencatatan Kelahiran, Kematian dan Penyebabnya, Pemkab Kudus Terima Penghargaan | Sularmi Bisa Bantu Keuangan Keluarga dari Buat Masker Kain Perca | Isi Kuliah Umum di Unissula Semarang, Rocky Gerung: Suasana Politik Kini Penuh Amarah | Gagalkan Perampokan, Saimin Kena Tembak di Dada, Satpam Kena Bacok Celurit di Kepala | CIMB Niaga Tawarkan Nasabah Gunakan Octo Mobile, Permudah Bayar Tagihan | Ini Daftar Ponsel Triple Camera Harga Rp 2 Jutaan | SP3 Kasus Chat Mesum Rizieq Shihab Dibatalkan, Mahfud MD: Kata Polri Proses Hukum Harus Diteruskan | Kelebihan Muatan, Kapal Terbalik di Sungai Tewaskan 10 Orang dan 5 Masih Hilang | Kemunculan Cahaya Merah di Puncak Merapi Disebut BPPTKG Bukan Api Diam, Tanda Magma Menuju Permukaan | Launching Program Women Care di Nusa Tenggara Timur | Viral Balita Disebut Mirip Prabowo Subianto, Ternyata Bintang Iklan dan Main Sinetron, Ini Sosoknya | Rumah Kusaen Warga Blora Ludes Terbakar Rata dengan Tanah | Update Transfer Liga Inggris: Chelsea Segera Jual Emerson, MU Selangkah Lagi Ditinggal Brandon | Slawi Diprediksi Cuaca Berawan, Ini Prakiraan Cuaca BMKG Hari Ini | PT Mahesa Jenar Sewa Stadion Citarum Rp 500 Juta Enam Bulan | Video Kelahiran Bayi Kembar Tiga di Semarang | Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah, Ini Prakiraan Cuaca Jateng Menurut BMKG Hari Ini | APKAI Batang dan Bio Konversi Bangun Demplot Kakao | Irjen Napoleon Bonaparte Diisolasi dan Terancam Dipecat Setelah Aniaya Muhammad Kece | Daftar Harga Hp Triple Camera Kisaran Rp 2 Jutaan di Kota Semarang | Foto Anak Syahnaz Dipajang di Akun Jual Beli Bayi, Raffi Ahmad Murka | China, Jepang dan Korea Eksportir Terbesar Peralatan Medis Covid-19 ke Indonesia | Budi Sulit Membaca Usai Terkena Narkoba di Dahi | Paspampres Gadungan Beraksi dengan Airsoftgun untuk Yakinkan Korban: Buat Gaya-gayaan Aja | Pilihan Pemain Enrique Sempat Diragukan, Spanyol Justru Jadi Tim Pertama Lolos Semi Final Euro 2020 | Kiper AC Milan Dapat Pelecehan Rasial dari Suporter Tim Zona Degradasi Juventus, Tanggapannya Elegan | Sertifikat Vaksin Covid-19 Belum Muncul? Segera Email [email protected], Simak Caranya | Chord Kunci Gitar Banyu Moto Happy Asmara | Askrindo Berikan Bantuan Paket Sembako dan Instalasi Biogas di  Pekalongan | Pengakuan Novi Setelah Iklan Beli Rumah Dapat Janda Viral, Tawaran Berdatangan, Siapa yang Dipilih? | Awas Penipuan! Sekda Kudus Minta Pulsa‎ Lewat Facebook | DPRD Kota Tegal akan Klarifikasi Isu Ketidakharmonisan di Pemkot, Termasuk Isu Kudeta yang Gagal | Kurangi Sampah Plastik, Pembagian Daging Kurban Di Ajibarang Gunakan Daun Jati | Biodata Puspa Dewi Hadi, ABG 53 Tahun yang Masih Awet Muda | USM Gelar Sholat Idul Adha serta Kurban 4 Sapi dan 11 Kambing | BREAKING NEWS: 12 dari 127 Warga India yang Tiba di Indonesia Positif Covid-19 | Info Pemeliharaan Jaringan Listrik Banyak Desa PLN ULP Demak Kamis 27 Agustus 2020 | Misteri Jenazah Gadis Bertato Bunga yang Mengambang di Sungai Terungkap, Pelaku Marah Karena Ini | Brentford vs Liverpool: Mohamed Salah Butuh Gol Segini Lagi untuk Bisa Kejar Rekor Didier Drogba | Lawan Brentford, Liverpool TanpaThiago Alcantara dan Naby Keita | Video Bupati Semarang dan Anak Dipecat PDIP Tak Dukung Ngesti-Basari | WAWANCARA : Mengulik Fakta dan Hoaks Bersama Kadinkes dan Ketua Tim Penggerak PKK (1) | Daftar Laptop Lenovo dan Harga Bulan April 2021 | Sinopsis The Hurricane Heist, Aksi Perampokan Bank di Tengah Badai Tayang Malam Ini di Trans TV | Kim Sae Ron Hengkang Dari Drama Jaehyun NCT Dear M, Pihak Drama dan Agensi Ungkap Alasannya | Diskriminasi PNS Terbukti, Dialami Langsung Wali Kota Saat Menyamar Jadi Orang Cacat | Chord Kunci Gitar One Only-Pamungkas | PPKM Diperpanjang, Luhut: Pintu Masuk Indonesia Jalur Laut hanya 2, Batam & Tanjung Pinang | Bupati Asip : Tugas Utama IPNU-IPPNU adalah Memperkaya Khasanah Keilmuan | 8 Desa di Batang Masih Jadi Langganan Banjir: Jangan Buang Sampah Sembarangan | Ramalan Zodiak Cinta Besok Jumat 27 Agustus 2021, Cancer Jangan Mainkan Perasaan | Dwiyanti Sebut Ada Penerima BLT Ganda di Pemalang | Resmi, Persija Jakarta Datangkan Eks Juventus di Liga 1 2020, Ini Kata Ferry Paulus | Perempuan 18 Tahun Merobek Bibir dan Pipi Bayi yang Dilahirkan, Dibuang ke Selokan Tutupi Aib | Rektor: Pastikan Tidak Ada Mahasiswa UIN Walisongo Terpapar Virus Covid-19 | Viral Cerita Pelecehan Seksual Fetish Kain Jarik Mahasiswa di Surabaya | Pria Anti Vaksin Corona Meninggal Karena Covid-19, Di Akhir Hayat Tetap Bersumpah Tak Akan Vaksin | Kronologi Jenazah Korban Covid-19 Ditolak Warga hingga 5 Kali, Tinggalkan Wasiat | Dahnil Anzar Posting Video Prabowo Subianto Sedang Nyanyi Sewu Kuto Karya Didi Kempot | Operasi Lilin 2020, Polres Demak Pastikan Siap Lakukan Pengamanan Tahun Baru | Sinopsis The Incredible Hulk, Big Movies GTV Malam Ini Jam 21:00 WIB | Daftar Kekayaan 14 Artis di DPR RI Periode 2019-2024, Mulan Jameela-Krisdayanti, Siapa Paling Kaya? | Jasad Wanita Muda Ditemukan Membusuk di Sumur, Ternyata Ulah Suami Siri | PHB Tegal Mewisuda 1.478 Mahasiswa, Taj Yasin: Jangan Hanya Jadi PNS dan Karyawan | Hotman Paris Ancam Putrinya yang Jadi Lawyer di Luar Negeri: Tak Balik Hak Waris Hilang | Jadwal Race MotoGP Inggris 2021 & Jam Tayang Trans7 Malam Ini: Marquez Komentari Start Pol Espargaro | Wali Kota Gibran Borong Kerupuk UlamSari yang Sudah Melegenda di Solo, Buat Makan Pagi Siang Malam | TATA CARA SALAT GERHANA BULAN, Lengkap dengan Panduan Salat Gerhana saat Pandemi Menurut Kemenag | Bagi-bagi Masker di Pinggir Jalan, Kapolres Kebumen Imbau Warga Tak Terima Masker Bukan dari Petugas | Pulang Sekolah, 3 Siswa SMK Negeri 1 Bawen Semarang Dibacok dan Motor Dirampas | Daftar Harga Handphone Vivo Bulan Mei 2020, Ada Seri Y50 Juga Lho | Not Angka Gone Rose Lengkap dengan Liriknya | Wisuda XXIV Universitas Amikom Purwokerto | Napas Baru ST12, Jebolan Indonesian Idol Firman Siagian Jadi Vokalis, Segera Rilis Kepingin Hati | Kerangka Manusia Berbusana Pengantin dan Boneka Mendadak Viral Setelah Pembongkaran Makam Mojo | Cerita Pebisnis Linda Mariani Manfaatkan Investasi Emas di Pegadaian, Bisa Bertahan saat Pandemi | Dosen Bagian Mikrobiologi FK Undip: Masker Bagus Tidak Ganggu Pernafasan | Pegawai KPK yang Tidak Lulus TWK Dinilai Keliru Datangi PGI, Seharusnya Datangi MA | Bocoran Rencana Format Pertandingan Liga 1 2021, Mirip Home Tournament | Jadwal Imsak dan Buka Puasa Hari Ini Pekanbaru, Ramadhan Hari ke-8, Selasa 20 April 2021 | Beredar Foto Kepala Tikus dalam Mangkuk Mi Ayam, Pemilik Warung Lapor Polisi karena Merasa Difitnah | 10 Pegawai Kantor di Sukabumi Positif Terjangkit Virus Corona | Manfaat Ramuan Jahe Bantu Lancarkan Haid, Begini Cara Meraciknya | Sinopsis Drakor Jealousy Incarnate Episode 9, Hye Won Sebut Hwa Shin Tak Pantas dengan Na Ri | Bangun Islamic Center, Luasan Lahan Capai 2 Hektare, Bupati Batang Minta Restu Para Kiai | Wawan Tewas Tenggelam di Sungai Serayu saat Mencari Kerang | CARA Download Sertifikat Vaksin Covid-19 di pedulilindungi.id atau Lewat Aplikasi, Masukkan Nomor HP | Foto Membaca Buku | Chord Kunci Gitar Serta Mulia Sal Priadi | Temuan DPRD, Infrastruktur di Kebondalem Banjarnegara Hancur hanya Dicukil Pakai Tongkat | IDAI Nilai Anak Usia di Bawah 12 Tahun Belum Aman Pergi ke Mal | Foto Terpidana Mati Usman dan Harun Terpajang Khusus di Rumah Mochtar Kusuma-atmadja | BOR Perawatan di RS Rujukan Covid-19 DKI Terisi 20 Persen, ICU 39 Persen | Adi Tukang Bubur Bacok Kedua Orangtuanya Hingga Sekarat Pakai Pisau Dapur, Diduga Pengaruh Narkoba | Persipura Jayapura Jangan Dipandang Sepele kata Muhammad Toha | Bayi Gizi Buruk Ditemukan di Semarang Utara, Tak Punya Suara Tangis, Sering Muntah | Improvisasi Allegri di Tengah Kegersangan Centrocampista Juventus - Aaron Ramsey Kepepet Regista | Penggunaan Dana BOS Lebih Fleksibel di Masa Pandemi | LIVE Streaming TV Online Indosiar, Persija Jakarta vs Barito Putera Piala Menpora, Tonton Lewat HP |

Anda sedang membaca Praktik Jual Beli Plasma Konvalesen di Kota Semarang: Dua Kantong Capai Rp8,5 juta - JATENGKOTA mohon pertahankan, kami selalu update berita terbaru hari ini singkat, padat dan terpercaya.

Praktik Jual Beli Plasma Konvalesen di Kota Semarang: Dua Kantong Capai Rp8,5 juta


Oleh : JATENGKOTA | on
Praktik Jual Beli Plasma Konvalesen di Kota Semarang: Dua Kantong Capai Rp8,5 juta

JATENGKOTA, SEMARANG - Praktik jual beli plasma konvalesen kerap terjadi di tengah melonjaknya kasus Covid-19 di Kota Semarang.

Ada puluhan oknum penyintas Covid-19 sengaja melakukan transaksi jual beli plasma demi keuntungan pribadi.

Nilainya cukup besar, dua kantong plasma dipatok harga Rp8,5 juta.

Prinsip pasar berlaku, meksi harga mahal para pasien Covid-19 yang membutuhkan donor plasma tetap membelinya.

Relawan donor plasma Semarang, Aqhsan mengatakan, pernah ditawari plasma golongan darah o+ sebanyak dua kantong seharga Rp8,5 juta. 

Ketika itu dia tawari  oleh tetangganya karena tahu aktivitasnya sebagai relawan donor plasma. 

"Saya juga sempat kaget adanya hal itu. Oknum tersebut saya nasihati seharusnya diniati untuk bapak ibu mu yang sudah meninggal. Buat sangu di akhirat namun oknum tersebut tetap tak mau dan berniat menjualnya," terangnya kepada JATENGKOTA, Minggu (25/7/2021).

Dia menuturkan, memang pernah beberapa kali mendengar praktik jual beli plasma, namun sejauh ini hanya sekali ditawari jual beli plasma tersebut. 

"Ya sering dengar ada jual beli plasma tapi pengalaman ketemu langsung hanya sekali itu," paparnya. 

Dia mengungkapkan, seharusnya plasma konvalesen gratis bagi penderita Covid-19.

Meskipun ada biaya untuk proses apheresis, pihak rumah sakit tak boleh memberikan beban biaya itu ke pasien karena ditanggung negara. 

"Sejauh ini yang aku tolong mencarikan donor plasma murni gratis. Tak ada biaya apapun," ungkapnya. 

Pendonor plasma, A Wicaksono menyebut, mendonorkan plasmanya secara gratis lantaran diniatkan untuk ibadah.

Apalagi, kata dia, darah plasma yang ada di tubuhnya tak diperoleh dengan cara membeli.

"Darah rak kulakan (darah tidak membeli), jadi berikan saja bagi yang membutuhkan," ungkapnya.

Dikatakan, berminat menjadi pendonor plasma didorong rasa syukurnya sebab telah sembuh dari Covid-19.

"Bersyukur bisa hidup dengan sehat meksi pernah terpapar," tegasnya.

Penyintas Covid-19, Intan mengaku, jual beli plasma memang ada.

Menurutnya, dalam memperoleh plasma memang tak gratis.

Pengalaman pribadinya, ketika mencarikan donor plasma untuk ibunya yang terpapar Covid-19 pada awal Juni lalu.

"Salah satu mendapatkan donor plasma bisa dari donor mandiri dan rumah sakit. Untuk donor mandiri tergantung orangnya, kalau ikhlas membantu gratis, sebaliknya ada yang diperjualbelikan," katanya.

Dia mengaku, memang tak pernah bertemu secara langsung dengan para pendonor plasma yang menjual hasil donornya.

Ia kebetulan saat membutuhkan sudah mendapatkan dari sebuah rumah sakit di Yogyakarta.

"Saya perlu bayar sekira Rp4,7 juta untuk dua kantong darah plasma," terangnya.

Rekannya juga mengalami hal yang sama saat mencarikan plasma untuk ibunya di sebuah RS Semarang mendapatkan dua kantong dari daerah Cirebon seharga Rp9 juta.

"Saya lebih murah karena mencarinya belum ada lonjakan kasus sekira awal Juni," terangnya.

Berdasarkan pengalamannya, lanjut dia, terapi plasma konvalesen hanya efektif diterapkan kepada pasien dengan saturasi di atas 60.

Plasma cenderung percuma diberikan kepada pasien Covid-19 dengan saturasi rendah.

"Plasma efektif diberikan kepada pasien yang belum kritis. Banyak pasien Covid-19 yang percuma diberikan plasma karena kondisi sudah drop," terangnya.

Perwakilan Sedulur Plasma Semarang, Purwoko tak menampik adanya praktik jual beli plasma konvalesen.

Pengamatannya di Kota Semarang ada puluhan praktik tersebut sepanjang lonjakan kasus Covid-19.

Para oknum memanfaatkan kondisi korban.

Memang praktik itu tak ada yang salah sepanjang ada kesepakatan kedua belah pihak.

"Hanya saja saya kasihan kepada keluarga yang sedang kesusahan namun dimanfaatkan oleh para oknum. Seharusnya berdonor harus dilakukan secara sukarela," terangnya.

Menurutnya, idealnya hal itu tak terjadi, namun melihat prinsip ekonomi hal tersebut bisa terjadi.

Bahkan ada keluarga pasien yang membutuhkan plasma secara terang-terang menawarkan uang kepada para pendonor.

"Iya dengar cerita dari teman-teman seperti itu dan mau gimana lagi karena ada kesepakatan kedua belah pihak," ujarnya.

Dia menyebut, bahkan ada para oknum sengaja menghubungi keluarga pasien yang nomornya banyak dibroadcast whatsapp maupun di media sosial.

Para oknum menawarkan donor plasmanya dengan mematok harga yang telah disepakati.

"Praktik jual beli itu semakin meningkat ketika terdapat lonjakan kasus Covid-19 beberapa waktu lalu," terangnya.

Untuk meminimalisir praktik itu, lanjut dia, pihaknya berupaya menghimpun para pendonor sukarela. 

Namun konsep sedulur plasma tidak bisa membantu memenuhi permintaan satu-persatu para pendonor plasma.

Pihaknya hanya dapat mendorong penyintas Covid-19 untuk melakukan donor sukarela agar tak terjadi praktik tersebut lantaran stok darah di UDD PMI tercukupi.

"Kami jaring sebanyak-banyaknya para pendonor plasma sukarela agar meminimalisir praktik tersebut," terangnya.

Pejabat Sementara (Pjs) Kepala Bagian (Kabag) Pelayanan Donor UDD PMI Kota Semarang, Nevi Seftaviani menjelaskan, praktik jual beli plasma tak ada di PMI Kota Semarang.

Pasalnya PMI hanya berhubungan dengan rumah sakit bersangkutan.

"Kami melayani darah sesuai permintaan darah dari rumah sakit," ujarnya.

Meski demikian, dia tak menampik praktik itu bisa saja terjadi.

Akan tetapi hal itu di luar kontrol PMI.

"Kita tak bisa antisipasi karena di luar kontrol," jelasnya.

Dia mengungkapkan, hanya mampu melakukan sosialisasi ke koordinator donor saja agar minimalisir praktik tersebut.

"Keluarga pasien yang membutuhkan plasma tinggal masukan surat ke PMI, nanti PMI yang berhubungan dengan rumah sakit," katanya.

Dia mengungkapkan, pendonor plasma sukarela tak ada biaya apapun dalam mendonorkan darahnya.

Sebaliknya pendonor pengganti memang ada biaya.

Itupun hanya untuk pendonor kedua, ketiga dan seterusnya.

"Semisal pihak keluarga pasien mengajukan pendonor pengganti tiga orang. Satu orang tak ada biaya sisanya bayar Rp200 ribu per pendonor sebagai biaya pemeriksaan sampel," ucapnya.

Dia menyebut, permintaan plasma konvalesen kini menunjukan kurva menurun. 

Awal Juni permintaan di angka 300-an kantong plasma perhari. Di pekan terakhir Juni permintaan plasma di angka 80an perhari. 

"Iya permintaan turun agak jauh  dari permintaan 300an jadi 80an," katanya. 

Detailnya, antrean plasma konvalesen di UDD PMI Kota Semarang per 24 Juli 2021.

Golongan darah permintaan A 82 kantong, dari jumlah pasien  44 orang.

Golongan darah permintaan B 82 kantong, dari jumlah pasien  41 orang.

Golongan darah permintaan 0 151 kantong, dari jumlah pasien  76 orang.

Golongan darah permintaan AB 35 kantong, dari jumlah pasien  18 orang.

Menurutnya, penurunan tersebut dimulai seminggu terakhir.

Penyebabnya banyak pasien yang sudah sembuh dan meninggal sehingga antrean berkurang banyak. 

Selain itu, donor pengganti dan donor plasma yang memang agak meningkat sehingga dua minggu terakhir ini  PMI mampu penuhi permintaan. 

"Kami sudah memenuhi 500 kantong darah. Sedangkan bulan ini kami sudah penuhi 1.300 kantong," terangnya. 

Ketua PMI Jawa Tengah, Sarwa Pramana mengatakan,PMI bekerjasama dengan beberapa pihak untuk mengkampanyekan Gerakan Donor Plasma Konvalesen (Gedor lakon) yang diiniasi Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maoimoen, yang juga Ketua Dewan Kehormatan PMI Jawa Tengah.

“Kami mengimbau dan mengharapkan agar para penyintas bisa aktif berkontribusi melakukan donor plasma untuk membantu saudara-saudara kita yang saat ini memerlukan transfusi darah,” terangnya.

Data hingga 23 Juli kemarin, di UDD Banyumas permintaan mencapai 2.030 dan dapat memenuhi sebanyak 1.736.

Permintaan di UDD Kota Surakarta sebanyak 6.973, dapat terpenuhi 5.042.

Sedangkan di UDD Kota Semarang dapat memenuhi 3.193.

"Saat ini masih ratusan antrian permintaan plasma yang belum terpenuhi. Mari saudara penyintas, bantu saudara kita yang lain untuk kembali sembuh dan sehat," pintanya. (*)

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

Baca Juga

COMMENTS