WOW, Mantan Pasien Corona Cari Untung Sendiri Jual Plasma Konvalesen Rp 8,5 Juta, Relawan Kecewa | KLASEMEN Kualifikasi Piala Dunia Zona Conmebol, Argentina Gagal Geser Brasil di Puncak Klasemen | Baru Ngekos Sepekan, 2 Mahasiswi Terjebak di Lantai 2 hingga Tewas dalam Kebakaran | Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun, Seorang Mahasiswa Kecelakaan di Mijen Semarang Meninggal di RS  | JADWAL Euro 2020 Malam Ini: Hungaria vs Portugal, Prancis vs Jerman Live RCTI dan Mola TV | Hasil Akhir Liga Inggris : Gabriel Jesus Jadi Pahlawan City di Laga Chelsea vs Manchester City | Cara Mudah Unggah Foto dan Video Ke Instagram dengan PC atau Mac | Ngopi dan Menikmati Senja dengan Panorama Persawahan dan Gunung dari Janji Jiwa Flamboyan Ungaran | Peruntungan Shio Besok Kamis 23 September 2021 | Haris Azhar Tuding Wiranto Hilangkan Jejak Pelanggaran HAM, Begini Reaksi Karni Ilyas | Minum Tuak Bareng, saat Mabuk Malah Saling Ejek hingga Berkelahi, Tomi Tewas Dipukuli 2 Temannya | Chord Gitar dan Lirik Lagu Jangan Berhenti Mencintaiku - Titi DJ: Meski Mentari Berhenti Bersinar | Sinopsis Drakor Tunnel Episode 7, Sun Jae Temukan Mayat Kwang Ho Muda | Energi Berbagi, Kilang Pertamina Cilacap Salurkan 23 Ribu Paket Takjil selama Ramadhan 1442 H | Suami Bunuh Istri Depan Ayahnya, Keluarga Temukan Kehanggalan: Tak Ada Darah di TKP, Saksi Berbelit | Arab Saudi Gelar Ibadah Haji Terbatas pada 29 Juli | Mengenang Sosok Profil Prof JE Sahetapy, Sosok Ilmuwan Hukum dan Pengkritik yang Tegas | Bareskrim Polri Tangkap 2 Deklarator KAMI, Jumhur Hidayat dan Anton Permana | Langgar Perda, Puluhan Tempat Karaoke Disegel Satpol PP Demak, Jika Masih Beroperasi Ditindak Polisi | Chord Kunci Gitar Raja Negeriku NOAH | Info Loker Lowongan Kerja Terbaru di Semarang Senin 24 Agustus 2020 | UPDATE Corona Indonesia 8 September 2021: Tambah 6.731 Positif, 11.912 Sembuh, 626 Meninggal | Bantah Lakukan Penyimpangan Seksual, Ayah Taqy Malik Tak Mau Kembali dengan Marlina Octoria | Anaknya Terbukti Darah Daging Bambang Pamungkas, Amalia Fujiawati: Beliau Harus Bertanggung Jawab | Jadwal Belajar dari Rumah di TVRI Hari Ini Selasa 26 Januari 2021 | Live Streaming Indosiar, Persis Solo vs PSG Pati Liga 2 2021, Kick Off Malam Ini Pukul 18.30 WIB | Tempat Karaoke di Kota Semarang Boleh Beroperasi Mulai 22 Juni 2020, Syaratnya: Tanpa Pemandu Lagu | Sinopsis The Walking Dead Episode 3-4 Bioskop Trans TV Malam Ini, Tayang Jam 23.00 WIB | Sinopsis Drakor Uncontrollably Fond Episode 7 Indosiar, No Eul Sadar Dijadikan Pengalihan Isu | Chord Kunci Gitar Aku Kudu Piye Nella Kharisma | 4 Aplikasi Penghasil Uang Yang Tak Disangka Bisa Hasilkan Cuan, Salah Satunya Milik Google | Jemaah Umrah Indonesia Wajib Karantina 14 Hari, DPR: Kuncinya di Pemerintah Indonesia | 214 Orang Tewas Kecelakaan di Karawang, Ini Kata AKP Rizky Adi Saputro | Pendukung Capres Memanas, Projo: Memalukan Aksi Intimidasi Terhadap Ibu dan Anaknya | Jadwal Kualifikasi Piala Dunia 2022: Polandia Vs Inggris, Italia Vs Lithuania Live di Mola TV | Perampokan Toko Emas di Bandung: Niat Jahat Teknisi CCTV Muncul Setelah Dimarahi Pemilik Toko | Prakiraan Cuaca Kendal Hari Ini Sabtu 3 April 2021 | Video Pantauan Protokol Kesehatan di Tempat Karaoke | Hasil Liga Inggris Tadi Malam - Tampil Mendominasi, Arsenal Malah Kalah di Kandang Sheffield | Jelang Semifinal Olimpiade Tokyo Anthony Ginting Susah Tidur, Kepikiran Laga Lawan Chen Long | PPK Telah Bayarkan Uang Ganti Rugi Lahan 61 Bidang Untuk Pembangunan Bendungan Jlantah Karanganyar | 5 Zodiak Dikenal Toxic, Perlu Dihindari di Situasi Tertentu | INNALILLAHI WA INNA ILAIHI ROJIUN! Total Kematian Selama Pandemi Covid di Indonesia Tembus 100 Ribu | SS Baru Sadar Istrinya Polwan Gadungan Setelah Keluarga Kena Tipu Ratusan Juta | Jadwal Liga Inggris, Nonton Duel Tim Bawah Arsenal vs Norwich atau Debut Ronaldo dengan MU? | Puan Maharani Sebut Peluang Gibran Rakabuming Majul Pilkada Solo 2020 Masih Terbuka | Liga Inggris: Odegaard Harus Bikin Arsenal Tak Menyesal Gagal Daratkan Maddison | CARA Download Sertifikat Vaksin Covid-19 di Pedulilindungi atau Link SMS 1199 | Cerita Kocak Marcell Darwin Ditegur Jamaah Saat Pertama Kali Sholat di Masjid | Salshabilla Adriani Kecelakaan di Kemang, Sempat Kabur Namun Berhasil Diamankan Warga | Ronald Koeman Buka Suara Terkait Masa Depannya di Barcelona | VIRAL Sekeluarga Kerja sebagai Driver Ojol, Ungkap Suka Duka yang Dialami: Pernah Dihina Konsumen | Ramalan Zodiak Cinta Besok Sabtu 1 Mei 2021, Taurus Lepaskan Semua Rasa Bersalah | Kemenkop-UKM Pacu UMKM Masuk Ekosistem Digital | Video Hari Jadi Ke-275 Kab Sragen Dilaksanakan Sederhana | Komisi 1 DPRD Kab Pekalongan Akan Panggil Kadinkes Terkait Penipuan Kepala Puskesmas Lebakbarang | Petarung UFC Dikeroyok hingga Nyaris Tewas saat Berlibur di Bali | Jadwal Bola Liga Champion Matchday III Malam Ini, Siaran Langsung SCTV : Juventus, Real Madrid, PSG | Usung Konsep Art and Boutique, Radja Hotel Semarang Tampilkan Gaya Milenial | Kiper AC Milan Tenang Tanggapi Hinaan Berbau Rasis Fan Juventus: Saya Berkulit Hitam dan Bangga | Perpanjangan PPKM Operasional Objek Wisata Dibatasi hingga Pukul 15.00 WIB | Kuwat Warga Semarang Gelapkan 15 Sapi dan 37 Kambing, Begini Modus Operandinya | Tak Akan Coret Pemain Meski Skuat Gemuk, Pelatih Persib Talenta Lokal Jawa Barat | 3 PDP Virus Corona di Salatiga Dinyatakan Negatif | Terungkap, Ada Pemain Timnas U23 Pura-pura Sakit, Iwan Bule: Ingin Keluar Bertemu Temannya | Chord Kunci Gitar Lagu Rindu Kerispatih | SBY, AHY dan Budiono Hadir di Area Pemakaman Ibu Ageng Sunarti di Purworejo | Jadwal Pelayanan Donor Darah PMI Kota Semarang Hari Ini Kamis 14 Mei 2020 | Denmark Dukung Wali Kota Hendi Bangun Kembali Semarang Setelah Angka Penderita Covid-19 Turun | Subsidi Gaji Rp 1 Juta Sudah Cair ke 3,2 Juta Pekerja, Cek Penerima di bsu.bpjsketenagakerjaan.go.id | Tanggapi Wacana Perpanjangan PPKM Darurat, Hendi Tidak Mau Berandai-andai, Tunggu Pengunguman Resmi | Lirik dan Chord Gitar Lagu Cinta Dalam Hati - Ungu: Mungkin Ini Memang Jalan Takdirku | Geger Warga Randudongkal Pemalang Temukan Jenazah Tersangkut Bebatuan Sungai Comal | Alasan Persib Bandung Tolak Ikut Turnamen Pramusim yang Digagas Nine Sport | Gus Yasin Berharap AGPAII bersama Pemerintah Bisa Bersatu Cerdaskan Bangsa | Prediksi Susunan Pemain Persib Vs Borneo FC BRI Liga 1 2021, Maung Bandung Tanpa Ezra dan Geoffrey | Maman Abdurrahman Dikabarkan Tak Diperpanjang Persija Jakarta, Merapat ke Persita? Ini Kata Nyoman | KUA Jebres Solo Nduwe Program Layanan Biro Jodho, Mahar nganti Rabi Gratis | Video Mertua Tendang Calon Menantu, Emosi Mempelai Pria Terlambat 6 Jam, Ini Penjelasan Pihak KUA | Densus 88 Sebut Organisasi Teroris JI Lihai Menyusup dan Berpolitik, Tujuannya Galang Dana | Antisipasi Bencana, Grand Batang City Bersinergi Bentuk Tim Tanggap Darurat | Demi Tutupi Kejahatannya, Bahar Bangun Mushola di Atas Jasad Ayahnya yang Dicor, Ia Divonis 20 Tahun | Transjakarta Masih Batasi Operasional Armada karena Perpanjangan PPKM Level 4 | Jadwal Bioskop Kota Semarang, Sabtu 1 Juni Film Godzilla Tayang di Semua Bioskop Kota Semarang | Daftar Harga Ponsel iPhone Terbaru Januari 2020, Mulai iPhone 6 hingga 11 Series | Polda Jateng Ambil Langkah Antisipatif Sikapi Beredarnya Selebaran Kritik Soal Perpanjangan PPKM | Terlalu Asyik Selfie di Rel, Ibu-ibu Tak Sadar Ada Kereta Lewat, Salah Satunya Tewas Tersambar | VIRAL Kisah Pria Makamkan Istri di Samping Rumah, Wujudkan Permintaan sebelum Meninggal | BERITA LENGKAP : 578 Anak di Kota Semarang Terpapar Covid-19 | Selain Tamara Bleszynski, Andhika Pratama Resahkan Fenomena Artis Pamer Saldo ATM | Video PSIS Minta PT LIB Konfirmasi Rencana Kickoff Liga 1 Tanggal 20 Agustus 2021 | Kunci Jawaban Buku Tematik SD Tema 8 Kelas 6 Halaman 42 43 44 45 46 Subtema 1 Pembelajaran 5 | Prediksi 23 Pemain Timnas Indonesia yang Dibawa ke UEA, Arthur Irawan Tergusur? | Gubernur Banten Sempat Kritik Balik Dokter Tirta, Akun Dinkes Banten Kini Berubah | Pertamina Hadirkan 106 Pertashop di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta di Akhir Tahun 2020 | Info Gempa Malam Ini: Halmahera Barat Diguncang Gempa Bumi Berkekuatan Magnitudo 5,9 | Sebelum Mulyono Dibakar Hidup-hidup, Tetangga Sebut Ada Insiden Pelabrakan: Nasihatin Tuh Bini Lo | Janji Bupati Pekalongan Ditagih Cakades Limbangan, Diduga Ada Money Politics di Pilkades | Baim Wong Tawar Rumah Muzdalifah: Rp 40 Miliar Boleh? Raffi Ahmad Penasaran | Kadinkes Kabupaten Tegal Tanggapi Soal Kekosongan Stok Vaksin Bayi |

Anda sedang membaca WOW, Mantan Pasien Corona Cari Untung Sendiri Jual Plasma Konvalesen Rp 8,5 Juta, Relawan Kecewa - JATENGKOTA mohon pertahankan, kami selalu update berita terbaru hari ini singkat, padat dan terpercaya.

WOW, Mantan Pasien Corona Cari Untung Sendiri Jual Plasma Konvalesen Rp 8,5 Juta, Relawan Kecewa


Oleh : JATENGKOTA | on
WOW, Mantan Pasien Corona Cari Untung Sendiri Jual Plasma Konvalesen Rp 8,5 Juta, Relawan Kecewa

JATENGKOTA, SEMARANG - Praktik jual beli plasma konvalesen kerap terjadi di tengah melonjaknya kasus Covid-19 di Kota Semarang.

Ada puluhan oknum penyintas Covid-19 sengaja melakukan transaksi jual beli plasma demi keuntungan pribadi.

Nilainya cukup besar, dua kantong plasma dipatok harga Rp8,5 juta.

Prinsip pasar berlaku, meksi harga mahal para pasien Covid-19 yang membutuhkan donor plasma tetap membelinya.

Relawan donor plasma Semarang, Aqhsan mengatakan, pernah ditawari plasma golongan darah o+ sebanyak dua kantong seharga Rp8,5 juta. 

Ketika itu dia tawari  oleh tetangganya karena tahu aktivitasnya sebagai relawan donor plasma. 

"Saya juga sempat kaget adanya hal itu. Oknum tersebut saya nasihati seharusnya diniati untuk bapak ibu mu yang sudah meninggal. Buat sangu di akhirat namun oknum tersebut tetap tak mau dan berniat menjualnya," terangnya kepada JATENGKOTA, Minggu (25/7/2021).

Dia menuturkan, memang pernah beberapa kali mendengar praktik jual beli plasma, Namun sejauh ini hanya sekali ditawari jual beli plasma tersebut. 

"Ya sering dengar ada jual beli plasma tapi pengalaman ketemu langsung hanya sekali itu," paparnya. 

Dia mengungkapkan, seharusnya plasma konvalesen gratis bagi penderita Covid-19. Meskipun ada biaya untuk proses apheresis, pihak rumah sakit tak boleh memberikan beban biaya itu ke pasien karena ditanggung negara. 

"Sejauh ini yang aku tolong mencarikan donor plasma murni gratis. Tak ada biaya apapun," ungkapnya. 

Pendonor plasma, A Wicaksono menyebut, mendonorkan plasmanya secara gratis lantaran diniatkan untuk ibadah.

Apalagi, kata dia, darah plasma yang ada di tubuhnya tak diperoleh dengan cara membeli.

"Darah rak kulakan (darah tidak membeli) jadi berikan saja bagi yang membutuhkan," ungkapnya.

Dikatakan, berminat menjadi pendonor plasma didorong rasa syukurnya sebab telah sembuh dari Covid-19.

"Bersyukur bisa hidup dengan sehat meksi pernah terpapar," tegasnya.

Penyintas Covid-19, Intan mengaku, jual beli plasma memang ada. Menurutnya, dalam memperoleh plasma memang tak gratis.

Pengalaman pribadinya, ketika mencarikan donor plasma untuk ibunya yang terpapar Covid-19 pada awal Juni lalu.

"Salah satu mendapatkan donor plasma bisa dari donor mandiri dan rumah sakit. Untuk donor mandiri tergantung orangnya, kalau ikhlas membantu gratis sebaliknya ada yang diperjualbelikan," katanya.

Dia mengaku, memang tak pernah bertemu secara langsung dengan para pendonor plasma yang menjual hasil donornya.

Ia kebetulan saat membutuhkan sudah mendapatkan dari sebuah rumah sakit di Yogyakarta.

"Saya perlu bayar sekira Rp4,7 juta untuk dua kantong darah plasma," terangnya.

Rekannya juga mengalami hal yang sama saat mencarikan plasma untuk ibunya di sebuah RS Semarang mendapatkan dua kantong dari daerah Cirebon seharga Rp9 juta.

"Saya lebih murah karena mencarinya belum ada lonjakan kasus sekira awal Juni," terangnya.

Berdasarkan pengalamannya, lanjut dia, terapi plasma konvalesen hanya efektif diterapkan kepada pasien dengan saturasi di atas 60.

Plasma cenderung percuma diberikan kepada pasien Covid-19 dengan saturasi rendah.

"Plasma efektif diberikan kepada pasien yang belum kritis. Banyak pasien Covid-19 yang percuma diberikan plasma karena kondisi sudah drop," terangnya.

Perwakilan Sedulur Plasma Semarang, Purwoko tak menampik adanya praktik jual beli plasma konvalesen.

Pengamatannya di Kota Semarang ada puluhan praktik tersebut sepanjang lonjakan kasus Covid-19.

Para oknum memanfaatkan kondisi korban. Memang praktik itu tak ada yang salah sepanjang ada kesepakatan kedua belah pihak.

"Hanya saja saya kasihan kepada keluarga yang sedang kesusahan namun dimanfaatkan oleh para oknum. Seharusnya berdonor harus dilakukan
secara sukarela," terangnya.

Menurutnya, idealnya hal itu tak terjadi, namun melihat prinsip ekonomi hal tersebut bisa terjadi.

Bahkan ada keluarga pasien yang membutuhkan plasma secara terang-terang menawarkan uang kepada para pendonor.

"Iya dengar cerita dari teman-teman seperti itu dan mau gimana lagi karena ada kesepakatan kedua belah pihak," ujarnya.

Dia menyebut, bahkan ada para oknum sengaja menghubungi keluarga pasien yang nomornya banyak dibroadcast whatsapp maupun di media sosial.

Para oknum menawarkan donor plasmanya dengan mematok harga yang telah disepakati.

"Praktik jual beli itu semakin meningkat ketika terdapat lonjakan kasus Covid-19 beberapa waktu lalu," terangnya.

Untuk meminimalisir praktik itu, lanjut dia, pihaknya berupaya menghimpun para pendonor sukarela. 

Namun konsep sedulur plasma tidak bisa membantu memenuhi permintaan satu- persatu para pendonor plasma.

Pihaknya hanya dapat mendorong penyintas Covid-19 untuk melakukan donor sukarela agar tak terjadi praktik tersebut lantaran stok darah di UDD PMI tercukupi.

"Kami jaring sebanyak-banyaknya para pendonor plasma sukarela agar meminimalisir praktik tersebut," terangnya.

Pejabat Sementara (Pjs) Kepala Bagian (Kabag) Pelayanan Donor UDD PMI Kota Semarang, Nevi Seftaviani menjelaskan, praktik jual beli plasma tak ada di PMI Kota Semarang.

Pasalnya PMI hanya berhubungan dengan rumah sakit bersangkutan.

"Kita melayani darah sesuai permintaan darah dari rumah sakit. Tak surat permintaan itu kita tak bisa layani," ujarnya.

Meski demikian, dia tak menampik praktik itu bisa saja terjadi. Akan tetapi hal itu di luar kontrol PMI.

"Kita tak bisa antisipasi karena di luar kontrol," jelasnya.

Dia mengungkapkan, hanya mampu melakukan sosialisasi ke koordinator donor saja agar minimalisir praktik tersebut.

"keluarga pasien yang membutuhkan plasma tinggal masukan surat ke PMI nanti PMI yang berhubungan dengan rumah sakit," katanya.

Dia mengungkapkan, pendonor plasma sukarela tak ada biaya apapun dalam mendonorkan darahnya.

Sebaliknya pendonor pengganti memang ada biaya. Itupun hanya untuk pendonor kedua, ketiga dan seterusnya.

"Semisal pihak keluarga pasien mengajukan pendonor pengganti tiga orang. Satu orang tak ada biaya sisanya bayar Rp200 ribu per pendonor sebagai biaya pemeriksaan sampel," ucapnya.

Dia menyebut, permintaan plasma konvalesen kini menunjukan kurva menurun. 

Awal Juni permintaan di angka 300an kantong plasma perhari. Di pekan terakhir Juni permintaan plasma di angka 80an perhari. 

"Iya permintaan turun agak jauh  dari permintaan 300an jadi 80an," katanya. 

Detailnya,antrean plasma konvalesen di UDD PMI Kota Semarang per 24 Juli 2021.

Golongan darah permintaan A 82 kantong, dari jumlah pasien  44 orang.

Golongan darah permintaan B 82 kantong, dari jumlah pasien  41 orang.

Golongan darah permintaan 0 151 kantong, dari jumlah pasien  76 orang.

Golongan darah permintaan AB 35 kantong, dari jumlah pasien  18 orang.

Menurutnya, penurunan tersebut dimulai seminggu terakhir.

Penyebabnya banyak pasien yang sudah sembuh dan meninggal sehingga antrean berkurang banyak. 

Selain itu, donor pengganti dan donor plasma yang memang agak meningkat sehingga dua minggu terakhir ini  PMI mampu penuhi permintaan. 

"Kami sudah memenuhi 500 kantong darah. Sedangkan bulan ini kami sudah penuhi 1.300 kantong," terangnya. 

Ketua PMI Jawa Tengah, Sarwa Pramana mengatakan,PMI bekerjasama dengan beberapa pihak untuk mengkampanyekan Gerakan Donor Plasma Konvalesen (Gedor lakon) yang diiniasi Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maoimoen, yang juga Ketua Dewan Kehormatan PMI Jawa Tengah.

“Kami mengimbau dan mengharapkan agar para penyintas bisa aktif berkontribusi melakukan donor plasma untuk membantu saudara-saudara kita yang saat ini memerlukan transfusi darah,” terangnya.

Data hingga 23 Juli kemarin, di UDD Banyumas permintaan mencapai 2.030 dan dapat memenuhi sebanyak 1.736.

Permintaan di UDD Kota Surakarta sebanyak 6.973, dapat terpenuhi 5.042.

Sedangkan di UDD Kota Semarang dapat memenuhi 3.193.

"Saat ini masih ratusan antrian permintaan plasma yang belum terpenuhi. Mari saudara penyintas, bantu saudara kita yang lain untuk kembali sembuh dan sehat," pintanya. (Iwn)

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

Baca Juga

COMMENTS