Mengenal Kalium Sianida, Zat yang Ada di Kasus Sate Beracun, Ini Bahayanya bagi Tubuh | Jenazah TKI Asal Karanganyar Disalatkan di Rumah Duka Sebelum Dikebumikan | 23 Warga Binaan Rutan Salatiga Dapat Remisi Lebaran | Jadwal dan Prediksi Liga Inggris Wolves Vs Liverpool, Susunan Pemain, H2H, Live Streaming Mola TV | Inilah Sosok Cantik Raiyah Chitra Calon Keluarga Baru Cendana Menantu Siti Hardiyanti Tutut Soeharto | Menhub: Layanan Bus BTS Bisa Membuat Angkutan Perkotaan Lebih Nyaman | Anak Desa Tetangga Juga Nikmati di Jalan Mulus Hasil TMMD Pekalongan | Chord Kunci Gitar Ingin Lekas Memelukmu Lagi D'Masiv | Chord Kunci Gitar Pergilah Kasih Chrisye | .Polres Kebumen Selenggarakan Latihan Dalmas Mengantisipasi Kerawanan Pemilu | Viral Penumpang KRL Terkunci di Gerbong Gara-gara Ketiduran: Min Tolong Saya ke Kunci di Gerbong 9 | Bupati Achmad Husein Wacanakan Menutup Mall Jika Covid-19 Banyumas Terus Tidak Terkendali | Jadwal, Klasemen, Top Skor dan Link Live Streaming La Liga Spanyol, Real Madrid Vs Real Betis | Prakiraan Cuaca BMKG Pati Hari Ini, Rabu 30 September 2020 | Sempat Berjaya di Tahun 2000, Radja Bantah Isu Sudah Bubar | Info Loker Lowongan Kerja Terbaru di Semarang Senin 5 April 2021 | Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Dijabat AHY, Renanda: Sudah Sejak Dua Bulan Lalu | Setengah Sadar, Mahasiswi Ini Dengar Suara Sejumlah Laki-Laki Berebutan Memerkosanya | Video Polrestabes Semarang Lantik FKPM DAI Kamtibmas | Rachel Maryam Makan 2 Jam Sekali Selama Hamil, Suami Jadi Juru Masak | PSIS Cari Lawan Latih Tanding Jelang Liga 1 Dimulai Lagi, Bulan Ini Away ke Medan dan Jakarta | PSG Vs Man City, Ujian Terberat Mbappe-Neymar | Gandeng Disporapar Jateng, Ini Tugas Mahasiswa KKN UPGRIS di Lapangan | Ahmad Dhani Bocorkan Curhatan Dul Jaelani Minta Pendapatnya: Tissa Biani Baik Gak ? | Prakiraan Cuaca Jawa Tengah dari BMKG Hari Ini Kamis 26 November 2020 | Update Harga Ponsel Realme Mulai C2 Hingga Realme 6 Series | Kepergok Lihat Foto Wanita Nyaris Bugil di Tengah Rapat, Anggota Dewan Ini Langsung Beri Klarifikasi | Chord Kunci Gitar My Bonnie Lies Over the Ocean | Update Corona Kota Semarang Kamis 31 Desember 2020 | Helmy Yahya: Kalau Mau Sukses Jangan Sombong, Kecuali Ahmad Dhani | Presiden Tanzania Klaim Pepaya dan Kambing di Negaranya Positif Corona, Ini Hasil Penyelidikannya | Ganjar Tunjuk Padmaningrum Jadi Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng | Pemotor Ini Nekat Berhenti di Tengah Jalan, Adang Mobil yang Ambil Jalurnya | 5 Keutamaan Membaca Surat Al Kahfi di Hari Jumat | Donald Trump Tak Lagi Konsumsi Obat Malaria untuk Cegah Covid-19: Omong-Omong, Saya Masih di Sini | Berikut Prakiraan Cuaca BMKG di Kabupaten Pekalongan, Selasa, 24 Desember 2019 | Betrand Peto Selalu Minum Teh Sejak Balita, Ruben Onsu Berikan ASI Sarwendah | Ini Doa Verrell Bramasta di Ultah ke-48 Venna Melinda: Jangan Pernah Ngerasa Sendirian Lagi Ya Ma | Selesaikan Road Map, Kemenperin Serius Pacu Pengembangan Kendaraan Listrik | Logistik Kotak Suara Pilwakot Semarang 2020 Tiba di Gudang KPU | Bek PSIS Pratama Arhan Bicara Soal Kesulitan Bagi Waktu Kuliah dan Targetnya Bersama Timnas U-19 | BREAKING NEWS: PSIS Semarang Coret Abanda Rahman, Dragan Tak Mau Pakai | Prakiraan Cuaca Temanggung Jumat 13 November 2020, Waspadai Hujan Lebat Disertai Petir Sore Hari! | Cegah Abrasi di Kawasan Pesisir Sayung, Kodim 0716 Demak Tanam 10.000 Mangrove | Cerita Mutia Ayu Ditemui Glenn Fredly Lewat Mimpi: Kamu Datang Ya | Vanessa Angel Menikah, Orangtua Bibi Ardiansyah Pernah Nilai Menantunya Bandel | Bapenda Kota Semarang Pastikan Dapat Menutup Seluruh Belanja 2020 Meski di Tengah Pandemi Covid-19 | Ini yang Dilakukan Pemkab Pekalongan Cegah Mewabahnya Virus Corona | Video 40 Santri Ikuti Rapid Test Gratis | Soal Demokrat, Moeldoko: Saya Ingatkan, Sekali Lagi Jangan Kaitkan dengan Istana & Pak Jokowi | Argentina Berkabung Selama Tiga Hari, Puluhan orang mengelu-elukan Ole, ole, ole, Diego, Diego! | Doni Monardo Ingatkan Bahaya Penyebaran Covid-19 dari OTG Saat Mudik | Ini Potensi Bencana yang Bisa Terjadi di Kabupaten Semarang | Satlantas Polrestabes Semarang Gelar Simulasi Quick Respon Kecelakaan Lalu Lintas, Ini Tujuannya | Pelajar MTSN 8 Sragen Ciptakan Alarm Penanda Kereta Api dan Kotak Amal Anti Maling | RS UNS Ditunjuk sebagai Lab Pemeriksaan Corona di Solo Raya, Berikut Persiapan dan Tugasnya | Resep Kue Lumpang Khas Palembang Kue Kenyal dan Mudah Buatnya | Edhy Prabowo Ditangkap KPK Terkait Ekspor Benih Lobster | Info Pemeliharaan Jaringan Listrik PLN ULP Boyolali Rabu 30 September 2020 | Simak Prakiraan Cuaca BMKG di Purwokerto Hari Ini 21 Februari 2020 | Peruntungan Shio Besok Senin 9 November 2020 | Hasil Visum : Bekas Cairan Sperma Buktikan Perselingkuhan Oknum Bidan dan Dokter RSUD | Malam Tahun Baru, Tempat Wisata di Banyumas Hanya Bisa Dikunjungi Wisatawan Lokal | 4.000 Benih Ikan Bandeng Ditebar di Tambak Petani Dukuh Kajongan Tegal | Pulang Berjalan Kaki dari Kebun Kopi, Nurseha Tewas Tersambar Petir | Jadwal Imsak & Buka Puasa Hari Ini Purbalingga, Ramadhan Hari ke-21 Senin 3 Mei 2021 | Ini Jadwal Terbaru Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2022, Thailand Jadi Lawan Pertama | Kunci Jawaban Tema 2 Kelas 6 Halaman 53 54 55 58 60 61 62 Buku Tematik Subtema 2 Pembelajaran 2 | Bagaimana Nasib Gedung Pemerintahan di Jakarta Jika Ibu Kota Negara Pindah? Ini Penjelasan Jokowi | Shin Tae-yong Tertarik Latih Timnas Indonesia : Bagi Saya Ini Adalah Sebuah Tantangan | Jika Dipolisikan Baim Wong dan Syahrini, Nikita Mirzani Tak Takut | Jadwal Samsat Keliling Kendal Hari Ini Senin 5 April 2021 | Luna Maya: Namanya Laki-Laki, Gue Juga Bingung Kadang-Kadang | Antok Ceritakan Detik-detik Pohon di Jl Asmara Ungaran Terbakar Sendiri, Rekaman CCTV Ungkap Hal Ini | Mahasiswa KKN UIN Walisongo Gelar Sosialisasi Khasiat dan Kreasi Rempah-Rempah Tradisional | Uji Coba PTM di Jateng, DPRD Soroti Aturan Soal Aktivitas Siswa Sepulang Sekolah | Pesta Rakyat Simpedes - BRI Bikin Pagi Hingga Malam Selalu Meriah di Jetayu Pekalongan | Video Siswa SMP Hanyut Saat Susur Sungai | Chord Kunci Gitar Berdua Lebih Baik Acha Septriasa | Bupati Wihaji dan DPRD Setujui Raperda dan APBD Kabupaten Batang 2020 | Kritikan Keras Ronaldinho ke Lionel Messi Bukan Pemain Terbaik Sepanjang Sejarah Sepakbola | Batasan Penumpang Pesawat Kini Diubah Jadi 70 Persen, Lion Air Akan Ikuti Sesuai Regulasi | Jadwal Imsak dan Buka Puasa Hari Ini Bandung, Ramadhan Hari ke-29, Jumat 22 Mei 2020 | Kisah di Balik Sukses Novel Baswedan, Pimpin Langsung Operasi Penangkapan Buron KPK, Nurhadi | Versi Indah, Cerita Penusukan di Kota Pekalongan: Pelaku Bawa Pisau Sambil Membabi Buta | Berwisata ke Museum Sangiran Sragen di Tengah Pandemi | Chord Kunci Gitar Embuh Hendra Kumbara | Berita Kecelakaan: Fortuner Tabrak 6 Kendaraan, Baru Berhenti Usai Tabrak Truk, Satu Korban Tewas | Video Tak Jadi Beli Burung Aniaya Korban Hingga Patah Rahang Bawah | Pengepul Padi dari Sejumlah Desa Puji Kinerja Satgas TMMD Pekalongan | Menikmati Indahnya Pegunungan Muria dari Bubaa'an Hills Pati | 50 Ribu UMKM dan IKM Manfaatkan Diskon Tambah Daya Listrik 'Super Merdeka' | Video Rumah Warga Banyumanik Semarang Terbakar | Marshanda: Gua Dedikasiin Akun TikTok Gue untuk Kegilaan Gue yang Amazing | Hotel Dafam Semarang Dukung Usaha Kecil Menengah yang Dikelola Wanita | Perbandingan Perbedaan Karnaval Memeriahkan Hari Kemerdekaan RI di Tahun 60-an dan Sekarang | Generasi Terbaru Yamaha Mio Siap Diperkenalkan, Bocorannya Ada Dua Varian, Desain Lebih Sporty | Video Bandara Ahmad Yani Semarang Layani Tes GeNose | Malaysia Lockdown, Puluhan TKI Ilegal Pulang Kampung Lewat Jalur Tikus di Tengah Wabah Corona | Ramalan Zodiak Cinta Besok Senin 1 Juni 2020, Pisces Saatnya Buka Hati dan Beri Dia Kesempatan |

Anda sedang membaca Mengenal Kalium Sianida, Zat yang Ada di Kasus Sate Beracun, Ini Bahayanya bagi Tubuh - JATENGKOTA mohon pertahankan, kami selalu update berita terbaru hari ini singkat, padat dan terpercaya.

Mengenal Kalium Sianida, Zat yang Ada di Kasus Sate Beracun, Ini Bahayanya bagi Tubuh


Oleh : JATENGKOTA | on Selasa, 4 Mei 2021 06:08 WIB
Mengenal Kalium Sianida, Zat yang Ada di Kasus Sate Beracun, Ini Bahayanya bagi Tubuh

JATENGKOTA - Inilah penjelasan mengenai apa itu kalium sianida, zat yang ada dalam kasus sate beracun serta bahayanya bagi tubuh.

Racun kalium sianida diketahui ada dalam bumbu sate misterius yang menewaskan bocah berusia 10 tahun, NFP asal Bantul, Yogyakarta.

Hal ini disampaikan Direskrimum Polda DIY, Kombes Pol Burkhan Rudy Satria saat melakukan jumpa pers di Mapolres Bantul, Senin (3/5/2021).

Dalam jumpa pers itu, polisi juga mengungkapkan identitas wanita yang mengirimkan sate beracun tersebut.

Ternyata, racun kalium sianida itu dibeli secara daring dan sengaja ditaburkan di bumbu sate oleh tersangka yang berinisial NA.

Lantas, apa itu kalium sianida?

Dikutip dari pubchem.ncbi.nlm.nih.gov, kalium sianida mempunyai nama lain potasium sianida atau potassium cyanide.

Kalium sianida merupakan sebuah senyawa dengan rumus KCN.

Disebutkan kalium sianida memiliki bau seperti kacang almond, tidak berwarna dan pahit.

Sementara itu, Ahli Forensik Universitas Gadjah Mada (UGM), dr Lipur Riyantiningtyas BS SH SpF mengatakan, potasium sianida adalah jenis racun yang banyak beredar bebas.

Biasanya, racun tersebut digunakan sebagai obat hama atau tikus.

"Sianida adalah senyawa kimia yang mengandung gugus C dan N, dengan atom atom C terikat 3 atom N," katanya kepada Tribun Jogja, Sabtu (1/5/2021).

Lebih lanjut, Lipur mengatakan, jika sianida masuk ke dalam tubuh dalam jumlah besar, maka racun itu akan mencegah sel menggunakan O2 atau oksigen sehingga, sel-sel akan mati.

"Dalam jumlah yang kecil, sianida akan menimbulkan gejala mual, muntah, sakit kepala, pusing, gelisah, nafas sesak dan tubuh lemas," paparnya.

Jika sianida masuk ke dalam tubuh dengan jumlah besar, maka akan menyebabkan denyut nadi lambat dan hilang kesadaran.

"Korban juga bisa kejang, kerusakan paru, gagal napas yan akhirnya akan meninggal. Dosis letalnya 1,5mg/kg berat badan," kata dr Lipur.

Ia menambahkan, dosis letal merupakan dosis yang sudah di ambang batas atas tubuh orang yang mengonsumsi.

Hitungannya, jika si anak memiliki berat badan 30 kg, maka dosis letalnya sekitar 45 gram.

"Si ibu yang juga menyantap sate, kemungkinan dia makan dengan porsi sedikit sehingga, ibu selamat," tambah dr Lipur.

Pertolongan Pertama bila Terkena Racun Sianida

Menurut Dosen Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM), Dr Arief Nurrochmad MSi MSc Apt memberikan penjelasan tentang pertolongan pertama bila terpapar racun sianida.

Sianida diyakini sebagai racun jenis C.

Dijelaskan, racun jenis C kebanyakan merujuk pada unsur kimia CN atau sianida.

Adapun tindakan pertolongan pertama jika orang terpapar sianida, bisa dilakukan dengan beberapa cara.

"Jika terjadi kebakaran, jauhi area tersebut agar tidak menghirup udara yang sudah tercemar," kata Arief, dikutip JATENGKOTA dari TribunJogja.com.

Kemudian, segera keluar dari ruangan yang terkontaminasi gas sianida dan cari udara segar.

Jika tidak bisa keluar ruangan saat terjadi kebakaran, tiarap sedekat mungkin dengan tanah dan lindungi pernapasan Anda.

Jika mata terasa panas dan pandangan kabur akibat kebakaran, aliri mata Anda dengan air selama 10-15 menit.

Lalu, cuci rambut dan tubuh Anda dengan air dan sabun selama 20 menit dan bilas.

"Jika Anda tidak sengaja menelan sianida, jangan minum sesuatu dan jangan berusaha membuat diri Anda muntah," jelas pria yang bertugas di Laboratorium Farmakologi dan Toksikologi, Departemen Farmakologi dan Farmasi Klinik, Fakultas Farmasi UGM itu.

Jika pakaian atau barang yang melekat di tubuh Anda terkena sianida, segera lepaskan.

Selanjutnya, masukkan ke dalam kantong plastik yang tertutup dan lapisi kembali dengan kantong plastik.

Arief menerangkan, tanda awal dari keracunan sianida.

Tanda keracunan sianida:

- Peningkatan frekuensi pernapasan

- Nyeri kepala, sesak napas

- Perubahan perilaku seperti cemas, gitasi, dan gelisah serta berkeringat banyak, warna kulit kemerahan, tubuh terasa lemah dan dapat muncul vertigo .

Tanda akhir terkena sianida yakni adanya penekanan terhadap susunan saraf pusat dalam bentuk tremor, aritmia, kejang-kejang, koma, dan penekanan pada pusat pernafasan, gagal nafas sampai berhentinya fungsi jantung.

Pada dosis kecil, gejala yang muncul berupa mual, muntah, sakit kepala, pusing, gelisah, denyut jantung cepat, sesak napas, dan tubuh terasa lemah.

Sementara itu, dalam dosis besar, gejalanya berupa denyut jantung melambat, kejang, dan tekanan darah rendah.

Kemudian, kerusakan pada paru-paru, kehilangan napas, hingga gagal napas yang dapat berujung kematian.

(JATENGKOTA/Suci Bangun DS, TribunJogja/Christi Mahatma Wardhani/Ardhike Indah/Ahmad Syarifudin/Uti)

Simak berita lain terkait sate beracun

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

Baca Juga

COMMENTS