Mengenal Terapi Plasma Convalesen dan Sang Inisiatornya, Dokter Theresia Monica Rahardjo | LINK Live Streaming Final Liga Champions Manchester City vs Chelsea di SCTV | Kisah Pak Yadi Terlanjur Terima Order Ojek Tengah Malam, Ternyata yang Order Begal, Begini Akhirnya | Siang hingga Malam Hari Akan Diguyur Hujan, Berikut Prakiraan Cuaca BMKG di Kabupaten Pekalongan | Suharsono Minta Pengetatan Tak Hanya Siang Hari tapi 24 Jam | Video Viral Brio Tak Berikan Jalan Ambulans Bawa Pasien di Solo | Sebelum Terkenal, Dory Harsa Duda Ganteng Pernah Jadi Driver Online dan Staf Kampus | Sinopsis Drakor The Gang Doctor Episode 2, Drama Korea Tayang di NET Pukul 16.45 WIB | Hasil Liga Inggris Leicester vs Everton: Taklukan Tuan Rumah hingga Geser Chelsea | Fajri Dinyatakan Positif Covid-19, One Krisnata Yakin Pasangannya Segera Sembuh | VIDEO Viral Rumah Mewah di Palembang Dicoret-coret Tulisan Pelakor, Warga Sebut Sempat Ada Keributan | Jaksa KPK Dalami Keterangan Saksi yang Sebut Menhan Prabowo di Kasus Ekspor Benur | Remaja Bunuh Diri, Tak Terima Ditegur Ibu karena Berduaan dengan Pacar di Dalam Kamar | Chord Kunci Gitar Tanpa Batas Waktu Ade Govinda feat Fadly OST Ikatan Cinta | Anies Baswedan Minta Pengurus Masjid di Jakarta Sadar, Rumah Sakit Sudah Penuh | Permudah Pencari Kerja, Pemkab Batang Launching Aplikasi Batang Career | Dendam Pribadi Preman Kampung Semarang Utara Bacok Kepala Tetangga | Belajar Jadi Ibu, Luna Maya Harus Kejar-kejaran dengan Rafathar untuk Ganti Baju | Jadwal Belajar dari Rumah di TVRI Hari Ini Rabu 16 Desember 2020 | Rio Segera Merapat ke PSIS Pertengahan Pekan Ini Bersama Agung dan Fajar | Peringatan Hari Anak Nasional, Fanmas Luncurkan Buku Sejuta Cerita Anak Banyumas di Masa Pandemi | Jadwal Imsak dan Azan Subuh Surakarta, Semarang dan Yogyakarta, Jumat 30 April 2021 atau 18 Ramadhan | Hujan Sejak Pagi Ini, Berikut Prakiraan Cuaca Semarang Kamis 24 Juni 2021 | Tanggapi Wacana Perpanjangan PPKM Darurat, Hendi Tidak Mau Berandai-andai, Tunggu Pengunguman Resmi | Ini Daftar Harga Handphone Xiaomi Bulan September 2020 | Hasil Semifinal Thailand Open I 2021: Ginting Gagal, 2 Wakil Indonesia Lolos ke Final | Alasan Bupati Banjarnegara Menentang Aksi Polisi Bubarkan Kuda Lumping: Harusnya Diedukasi | Sinergi Bersama Pemprov Jateng, Semen Gresik Bedah 17 Rumah Tak Layak Huni | Real Madrid Mau Lepas Martin Odegaard Asal Arsenal Beri Emile Smith Rowe | Cegah Tagihan Listrik PLN Membengkak, Mulai Hari Ini Masyarakat Bisa Kirim Foto Meteran ke PLN | Puisi Aubade Agus Noor | Ada Larangan Mudik Lebaran, Pesanan Tiket Garuda Anjlok 40 Persen | Menkes: Diperlukan Kemampuan Intelijen TNI dan Polri dalam Perang Lawan Covid-19 | Peringatan Dini BMKG Sabtu, 5 Juni 2021: Potensi Cuaca Ekstrem di 19 Wilayah | Jadwal Imsakiyah dan Buka Puasa Ramadhan 1442 H di Kota Salatiga Beserta Bacaan Niat Puasa | Video Polrestabes Semarang Gelar Vaksinasi Umum secara Drive Thru | Manfaat Minyak Zaitun untuk Pria, Benarkah Bisa Memperbesar Alat Vital? Ahli Beberkan Faktanya | Antisipasi Lonjakan Covid-19 Jelang Lebaran, Bupati Kudus HM Hartopo Akan Gerakkan Operasi Yustisi | Selamat dari Serangan KKB di Beoga, Kepala Suku Dambet Bakar Batu Sebagai Ungkapan Rasa Syukur | Hari Kartini: Kisah RA Kartini yang Menolak Disebut Bangsawan | Tersedia Mulai Hari Ini, Ini Harga dan Spesifikasi Oppo Reno5 | Nikita Mirzani akan Menikah Lagi, Sosok Ini Bocorkan Lokasi Pernikahan: Ada di Bali & Jakarta | Video PSBB Kota Tegal Resmi Berakhir | Bupati Yuni Minta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sragen Sisir Kondisi Gedung Sekolah | Wali Kota Tegal Serahkan Santunan Kepada Ahli Waris Sekretaris Kelurahan Margadana Meninggal | Sopir Ngelantur Keluar Mobil Temangsang di Selokan Karanganyar: Orang Tawangmangu | Ramalan Zodiak Cinta Hari Ini Kamis 22 Oktober 2020, Aries Terngiang Terus Menerus | Update Daftar Daerah Zona Merah di Indonesia, Jateng Ada 4 Wilayah | Lolos Penyekatan Mudik Tol Pejagan Belum Aman, Akan Diminta Putar Balik di Tol Kalikangkung | IPAL di Kelurahan Ngijo Gunungpati Keluarkan Bau Tak Sedap, Dony Sebut Seperti Kotoran Manusia | Pasien Corona Kota Semarang 62,2% Sembuh, Dinas Kesehatan Fokus Pemantauan Orang Tanpa Gejala | PLN Berikan Bantuan Pemberdayaan Difabel Semarang | Pelawak Sule Anak Tukang Bakso Pernah Menaruh Dendam dengan Ayah Karena Hal Ini | Candi Sukuh, Cetho dan Museum Dayu Ditutup Sementara Hingga 2 Juli 2021 | Jadwal Bola La Liga Spanyol Pekan Ini, Real Madrid dan Barcelona Merumput Lagi | 5 Shio Paling Baik Hati, Pantas Saja Banyak Rezeki | VIRAL Cerita Wanita Sering Nangis saat Ikut Suami Merantau, Akui Belum Terbiasa Jauh dari Orang Tua | Kecelakaan Beruntun 4 Kendaraan di Tol Jagorawi Jakarta Setelah Bus Kemenhan Tabrak Pembatas Jalan | Bertemu Ahok dan Dirut Pertamina, Jokowi Tekankan Pembangunan Kilang | Bruno Beri Kode Tinggalkan PSIS di Instastory, Yoyok Sukawi Jelaskan Status Para Pemain Asing | 355 Santri TPQ Ikuti Lomba FASI Tingkat Kabupaten Brebes | Manfaat Makin Dirasakan, KUR Pertanian Sudah Tersalur Rp 28 Triliun | Video Polisi dan Pengunjung Wajib Lewat Bilik Disinfektan di Polda Jateng | Hasil Real Count Yuni-Suroto 80,20 Persen, Yuni: Sesuai Target | Hujan Deras saat Jualan, Pedagang Ini Kecewa dan Sedih Dagangannya Sepi: Persiapan Sudah dari Malam | Video Ada Klaster Pengajian di Kelurahan Manyaran Semarang | Anak-anak Gunungpati Rapat Musrenbang Kecamatan, Orangtua Jangan Ikut Campur | Prediksi Formasi Starting XI Barcelona Atas Gabungnya Sergio Aguero, Duo Tango Bikin Ngeri! | Kapan Tempat Hiburan Malam dan Karaoke Bandungan Semarang Dibuka Kembali? Ini Jawaban Dewi | Ingin Cepat Lulus Kuliah, Muyasaroh dan 2 Rekannya Ikut Antre Pembagian Banyu Panguripan | VIRAL Balita Dicekoki Vape oleh Ibunya Sendiri, Dokter Anak: Efeknya Bisa Ganggu Perkembangan Otak | Cinta Lama Bersemi Kembali Jadi Motif, Ibu Rumahtangga Ini Jadi Korban Penembakan Mantan | Dory Penabuh Gendang Didi Kempot Emosi Dituduh Goda Nella Kharisma Istri Cak Malik : Saya Emosi Ya! | Adakah Penderita HIV/AIDS dari Eks PSK Gambilangu, Ini Penjelasan Dinkes | Kecamatan Tasikmadu Karanganyar Tertinggi Kasus Positif Covid-19 | Kisah Putra Deddy Dorres, Dari Kuli Bangunan hingga Ojol, Calvin: Urat Malu Saya Sudah Putus | Chord Kunci Gitar Suwe Ora Jamu Lagu Anak-anak | HUT ke 2 Harris Hotel Sentraland Semarang, Ada Promo Semua Tipe Kamar Selama Februari 2020 | Gol Nggak Sengaja Casemiro Bawa Madrid Jaga Jarak 2 Poin dari Atletico, Liga Spanyol Tinggal 4 Laga | Dihajar Covid-19, Ganjar Akui Jateng Kini Krisis Tenaga Medis | Peruntungan Shio Besok Jumat 21 Mei 2021 | Okupansi Perhotelan di Kota Semarang Mulai Menggeliat | May Day 2021, Polresta Solo Salurkan Bantuan Kepada Para Buruh, Ini Harapan Mereka  | Postingan Terakhir Goo Hara di Instagram Sebelum Meninggal, Sahabat Ungkap Masalah yang Dihadapi | Sinopsis Ouija Origin of Evil Big Movies GTV Pukul 22.00 WIB Gangguan Roh Tawanan Perang | Puisi Peluk Andrea Hirata | Amanda Ditendang Sopir Bus, Dianggap Berpakaian Terlalu Terbuka, Polisi Ikut Menginvestigasi | Kejadian Unik Atletico Madrid Juara Liga Spanyol, Ada Andil Barcelona yang Konyol | Paseduluran Keluarga Besar Sragen Canangkan Sirkular Ekonomi Desa | Samsat Keliling Kota Tegal Hari Ini, Sabtu 7 Maret | Kesakisian Warga Tentang Aksi Heroik Kapitan Corebima Selamatkan Warga dari Banjir Bandang Adonara | Meriahkan Ramadan, Armada Band Rilis Lagu Hidup di Jalan-Nya di Joox | Hasil Babak I Skor 0-0 Timnas U19 Indonesia Vs Bulgaria, Garuda Main Sabar, Tonton Streaming di Sini | Covid-19 Terus Mengancam, Inggris Masuk Masa Resesi dan Selandia Baru Kembali Lockdown | Kepuasan Terhadap Wapres di Bawah 40 Persen, Jubir: Namanya Ban Serep, Kadang Dipakai Kadang Tidak | BREAKING NEWS: Pelawak Sapri Pantun Dikabarkan Meninggal Dunia | Ini Daftar Lengkap Formasi CPNS 2021 Kejaksaan Agung RI, 27 Jabatan untuk Lulusan SMA, D3 hingga S2 | Pencucian Alat Makan Ala Hotel Santika Pekalongan di Masa Pandemi | Pesan Kapolres Kebumen di Puncak Perayaan HUT Polwan, Niatkan Tugas Sebagai Ibadah | Peringatan Dini BMKG Senin, 21 Juni 2021: 28 Wilayah di Indonesia Berpotensi Alami Cuaca Ekstrem |

Anda sedang membaca Mengenal Terapi Plasma Convalesen dan Sang Inisiatornya, Dokter Theresia Monica Rahardjo - JATENGKOTA mohon pertahankan, kami selalu update berita terbaru hari ini singkat, padat dan terpercaya.

Mengenal Terapi Plasma Convalesen dan Sang Inisiatornya, Dokter Theresia Monica Rahardjo


Oleh : JATENGKOTA | on Minggu, 18 Juli 2021 07:06 WIB
Mengenal Terapi Plasma Convalesen dan Sang Inisiatornya, Dokter Theresia Monica Rahardjo

JATENGKOTA, JAKARTA - Di tengah melonjaknya kasus Covid-19 permintaan Terapi Plasma Konvalesen (TPK) juga turut meningkat.

Ahli Terapi Plasma Konvalesen (TPK) Dr dr Theresia Monica Rahardjo SpAn KIC MSi mengatakan, banyak informasi keliru mengenai terapi plasma konvaesen yang beredar du masyarakat.

Dia menjelaskan, keberhasilan penerapan terapi tambahan Covid-19 ini dipengaruhi oleh tiga faktor.

Yakni dosis yang benar, kadar antibodi, dan pemberian plasma diwaktu yang tepat. Hal itu disampaikan dr Monica dalam perbincangannya bersama Tribun Network, Jumat (16/7/2021).

"(Pemahaman tentang terapi plasma konvalesen sering salah juga. Ada salah pemahaman di masyarakat kita, teman sejawat dokter misalnya kalau sudah kritis baru dikasih plasma, ya enggak begitu," ujarnya.

Ia memaparkan, terapi plasma konvalesen atau TPK merupakan teknik memindahkan antibodi dari dalam plasma penyintas Covid-19 kepada pasien Covid-19 yang masih sakit.

Intinya booster antibodi atau antibodi instan yang dimasukan ke dalam tubuh pasien yang sakit sehingga pasien memiliki antibodi tambahan untuk membasmi virus.

Diharapkan, melalui terapi sederhana, spesifik, terjangkau, serta memiliki banyak sumber daya manusia ini, seorang pasien bergejala sedang hingga kritis dapat tertolong.

Berikut petikan wawancara Direktur Pemberitaan Tribun Network Febby Mahendra Putra dan Manager Pemberitaan Tribun Network Rachmat Hidayat dengan dr Theresia Monica Rahardjo SpAn KIC MSi tentang terapi plasma konvalesen:

Bagaimana Anda melihat situasi pandemi Covid-19 saat ini?

Saat ini tepat sekali bagi kita menerapkannya. Waspada boleh, panik jangan, cuek juga jangan. Karena saat ini kita memasuki gelombang kedua. Umumnya lebih besar dari gelombang pertama dan bisa lebih lama.

Kita sekarang ini bukan hanya bilang pemerintah harus begini, harus begitu. Kebijakan pemerintah harus diikuti oleh masyarakatnya. Yang saya imbau cukup sederhana, prokes. Pakai masker yang benar.

Kita pakai masker bukan untuk melindungi kita saja, tapi juga melindungi orang sekitar kita yang tidak lebih kuat melawan virusnya. Virus itu ada, bukan dibikin-bikin.

Cuma karena tidak terlihat dengan mata, maka kelihatannya kita seperti melawan sesuatu yang tidak ada.

Di gelombang kedua apa dampaknya?

Kemungkinan lebih besar dan lebih lama. Satu-satunya yang harus kita lakukan adalah bertahan. Melakukan prokes dan melaksanakan vaksinasi. Bagi komorbid yang positif salah satunya dengan terapi plasma.

Anda bisa estimasi gelombang kedua berapa lama?

Nanti saya diserang oleh epidimiolog hehe.. 

Kita mau tidak mau harus bertahan karena pada umumnya, gelombang kedua itu lebih lama. Kita sudah masuk periode kita harus bertahan.

Bisa Anda ceritakan soal plasma konvalesen itu apa?

Artinya itu plasma sembuh. Nah terapi plasma konvalesen itu merupakan teknik memindahkan antibodi dari penyintas covid ke pasien covid yang masih sakit. Intinya booster antibodi atau antibodi instan.

Apa yang perlu diperhatikan untuk plasma?

Memang agak ruwet. Pertama itu kalau kita kena (Covid-19) kita harus ingatpunya penyakit bawaan atau tidak. Kalau ada itu lebih hati-hati.

Apalagi kalau ada demam tidak turun-turun sampai seminggu. Dari pihak keluarga harus hati--hati juga. Saya pengalaman dengan suami. Mulailah cari kamar dulu.

Kalau tidak dapat, tidak bisa terapi plasma. Itu hanya bisa dilakukan di rumah sakit.

Kedua, kalau sudah dapat kamar atau tempat di rumah sakit, baru kita harus mendapatkan surat perhomonan plasma konvalesen ke PMI oleh dokter yang merawat.

Istilah kerennya dokter penanggungjawab pasien (DPJP). Dokter itu harus mengeluarkan surat ke PMI.

Kalau sudah dapat surat, surat fisiknya dimasukkan ke PMI.

Setelah itu mengantre. Kalau ternyata surat pas dimasukan ke PMI ada plasma golongan itu, surat dan contoh darah dimasukkan.

Plasma yang sudah cocok dengan golongan darah yang sama langsung dibawa ke rumah sakit diberikan ke pasien.

Jadi pertama dapat kamar dulu, kedua dokter merawat bikin surat permohonan plasma, ketiga surat permohonan dimasukkan ke PMI.

Keempat, setelah darah cocok ada plasmanya, plasma dibawa diambil oleh rumah sakitnya. Kemudian dimasukkan lah ke pasiennya. Plasma diberikan ke pasiennya.

Apa tiap orang perlu mendapatkan plasma konvalesen yang sama?

Kalau kita lihat hanya plasma konvalesen itu diberikan kepada stadium covid sedang. Sedang itu kayak apa? Gampang. Pedomannya napas permenitnya berapa.

Semenit kurang lebih 16-20. Kalau hidung mampet 20 kali per menit itu indikasi mendapatkan plasma ditambah demam tidak turun.

Apa lagi kalau ada darah tinggi, kencing manis atau komorbid. Lebih baik dini. Kapan? Satu minggu pertama kalau demam. Paling telat 3 hari sejak napas tidak enak atau sesak.

Jumlah plasma setiap orang sama atau seperti apa?

Nah ini yang suka salah kaprah. Yang sedang, berat, kritis, hanya dua tok. Ya kurang.

Jadi tergantung, kalau stadium sedang umumnya dikasih dua atau tiga kalau ada komorbid, kalau stadium berat itu bisa tiga atau empat, kalau kritis bisa lima atau enam.

Ada salah pemahaman dari masyarakat atau teman sejawat. Nanti aja kalau sudah kritis dikasih plasma. Loh tidak.

Apa syarat orang yang bisa menjadi pendonor plasma?

Pertama harus alumni Covid-19. Tandanya swab PCR positif. Kedua, kalau penyakitnya sedang atau berat itu harus PCR ulang kalau mau pulang.

Kedua hasil PCR-nya negatif. Tetapi karena ada perubahan Isoman.

Maka peraturan itu jadi PCR negatif atau 14 hari bebas gejala dan dinyatakan sembuh oleh dokter yang merawat.

Jangan sampai kelahi di PMI karena salah pengertian. Sebaiknya tidak boleh wanita yang sudah hamil, melahirkan, dan keguguran.

Ini karena demi keamanan dan keselamatan penerima plasma. Karena wanita yang sudah hamil, melahirkan, dan keguguran.

Dia punya satu faktor yang bisa menyebabkan reaksi alegri paru-paru. Faktor HLA, reaksi alegri berat kepada penerimanya.

Makanya yang diutamakan pria. Itu bisa menjadi seorang pendonor plasma. Atau wanita yang masih single. Tapi prioritas pria. (tribun network/denis destryawan)

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

Baca Juga

COMMENTS