Nasib Awak KRI Nanggala-402 Tak Bisa Dipastikan, KSAL: Kita Tidak Bisa Menduga-duga Kondisinya | UPDATE Mbak You Meninggal: Saya Tidur di Situ seperti Disalatkan Seperti Jenazah | Ini Pengumuman Hasil SBMPTN 2019 di Undip (Universitas Diponegoro) Semarang | Berebut Sepatu Emas Euro 2020, Siapa Striker Paling Tajam di Eropa Saat Ini? | Sapri Pantun Sudah Bisa Senyum & Lambaikan Tanggan saat Dijenguk Vice President ANTV Otis Hahijary | Chord Kunci Gitar Lebih Baik Diam Mahen, Luka yang Kurindu | Aksi Simpati Personel Polres Jepara, Sisihkan Gaji untuk Bantu Warga Terdampak PPKM Darurat | Nonton TV Online Ini Link Live Streaming Brasil Vs Jerman Olimpiade Tokyo 2021 di TVRI | Lantik 17 Bupati dan Wali Kota, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo Kutip Pesan Bung Karno | Kapolda Jateng Peringatkan Anggota Polisi di Lapangan Wajib Tertib Protokol Kesehatan | Chord Kunci Gitar Kisah Cintaku NOAH | Daftar HP Harga Rp 6 Juta hingga Rp 7 Jutaan Bulan Maret 2021 | Kaus Perlawanan Terhadap Virus Corona ala Gubernur Jateng Ganjar Pranowo | Tim Esport Jurnalis Tribunnews Juara di Unipin Clash of Media Partner | Jelang Demo di Graha Persib Bandung, 23 Oknum Bobotoh Ditangkap, Terbukti Bawa Barang Terlarang | Ayodya Sekaran Luncurkan Pembangunan Tahap Tiga Cluster Banana Seharga Rp 300 jutaan | Dokter Spesialis Bedah Dilaporkan Polisi Diduga Cabuli Pasien Derita Tumor Payudara | Dinas Kesehatan Kudus Siapkan 29 Lokasi Penyuntikan Vaksin Covid-19 | Laga Persis Solo Vs Persib Bandung Sudah Kantongi Izin Kepolisian | Hari Transportasi Umum Kota Semarang Pekan Ke-2, Amelia Lihat Jalanan Lebih Lengang | Baim Wong Banjir Pujian Para Artis Seusai Temui Nurul Sopir Angkot Semarang Viral | Vaksinasi Massal Direspon Positif Warga Karanganyar, Laksmi: Meski sudah Vaksin Harus Tetap Prokes | Link Live Streaming RCTI Indonesian Idol 2019 : Tayang Perdana Malam Ini | Kisah Pemulung Cilik Diajak ke Minimarket tapi Hanya Ingin Air Mineral, Pengunggah: Ambil Apa Aja | Suasana Bollywood Warnai Malam Pergantian Tahun 2020 di Star Hotel Semarang | Tiga Pemain Baru Merapat ke Persebaya, Ada Eks-Pilar Timnas U-19 Indonesia | Tak Kapok, Millen Cyrus Keponakan Ashanty Kembali Ditangkap Gara-gara Narkoba, Kini Positif Benzo | Terduga Pelaku Pembunuhan Ridwan Ikut Melayat hingga Saksikan Korban Dimakamkan, Hanya Diam Saja | Ini Isi Rekaman Nindy Ayunda hingga Buat Olla Ramlan Kecewa | OPINI : Profesi Akuntan dan Revolusi Industri 4.0 | Tahu Aksikan Terekam CCTV, Maling Tetap Beraksi Gasak 20 Kerudung dan 1 Ponsel di Sumedang | Not Angka Let It Go ost Frozen Lengkap dengan Liriknya | 4 Pasangan Tak Resmi Terjaring Razia Satpol PP di Kudus : Kami Belum Begituan Pak | Anak Perusahaan SBI Holdings Jepang Diminta Menghentikan Operasional | Arkeolog Temukan Kuburan 60 Gajah Raksasa Purba di Mexico City | Satuan Pendidikan di Bawah Kementerian Agama Menyusun Data untuk Pengajuan Bantuan | Kecelakaan Karambol di Exit Tol Ngasem Karanganyar | Jelang Laga Pertaruhan Nasib di Piala Menpora, PSM Makassar Istirahat di Novotel Solo | Sinopsis I Am Wrath John Travolta Bioskop Trans TV Malam Ini, Tayang Jam 23.00 WIB | Gejala yang Dialami Ibu Ketika Hamil Kembar Siam | Video Lantai Ruang Tengah Milik Warga Parakan Temanggung Ambles 2,5 Meter | Demi Lindungi Pekerja dari Virus Corona, Toyota Mulai Liburkan Karyawan | Chord Kunci Gitar Begitu Indah Padi | Chord Kunci Gitar Tekan Semene Aftershine | Pakar Hukum Pidana Universitas Negeri Semarang Kritisi Program Asimilasi Yasonna Laoly | Vaksin Pertama Virus Corona Baru Tersedia dalam 18 Bulan | Update Top Skor Serta Asis Euro 2020 Usai Babak Semifinal, Duo Inggris Ini Dekati Ronaldo dan Zuber | 10 Tahun Alami KDRT, Dian Sewa Pembunuh Bayaran Habisi Suami, Upah Rp 100 Juta | 150 Usaha Transportasi di Jateng Terancam Gulung Tikar | Kesedihan Arafah Rianti Rayakan Lebaran Terpisah dari Keluarga karena Terpapar Covid-19 | Pasien Pertama Positif Virus Corona di Kota Salatiga Dinyatakan Sembuh | Chord Kunci Gitar Blue Bird Ikimono Gakari OST Naruto | Jadwal Buka Puasa dan Azan Magrib di Samarinda, Jumat 16 April 2021, Disertai Doa Berbuka Puasa | Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun: Warga Baturaden Banyumas Tewas Terseret Pajero Saat Belanja Sayur | Kunci Jawaban dan Soal Ulangan Kenaikan Kelas 2 SD Mata Pelajaran PJOK Semester 2 | BREAKING NEWS: Tergoda Kunci Mobil Tergeletak di Rumah Makan Akhirnya Tertangkap, Ini Kronologinya | Rumah Ibu di Madura Digeruduk Massa, Mahfud MD: Saya Siap Tegas | Pameran Otomotif Terbesar di Indonesia Diundur, Pelaksanaan GIIAS 2021 Jadi November Mendatang | Terawan Dinilai Untungkan Dokter Sejawat, Diminta Cabut Permenkes Radiologi  | 40 Pesilat Bocil PSHT Karanganyar Ditangkap Polisi Hendak Tawuran: Bawa Gir Sepeda Motor | Hasil Akhir Skor 1-2 Persis Solo Vs Bali United, Tak Sampai 90 Menit, Layangan, dan Aksi Pemukulan | Artis FTV Ini Blak-blakan soal Lingkaran Prostitusi Online Artis, Bagaimana Ia Terjerat hingga Tarif | Pasar Saham Sambut January Effect 2020 | Rocky Gerung Trending Twitter Hari Ini, Ada Apa? | Hujan Deras dan Angin Kencang, 8 Pohon Tumbang di Karanganyar | Viral Ada Lagi Keluarga Ambil Paksa Jenazah Pasien Covid-19 di RS Madura, Polisi Tak Mampu Cegah | Info Biro Jasa Bangunan, Arsitek, Sedot WC, Laundry, Servis di Semarang, Rabu 14 April 2021 | Guna Tingkatkan Pariwisata, Kemenparekraf Gencarkan #DiIndonesiaaja | Maling Motor di Kendal Tinggalkan Hasil Curian di Semarang, Kunci Motor Masih Terpasang | Chord Kunci Gitar Orang Ketiga Trio Nabasa | Kisah Sukses Ivermectin Sebagai Obat Pencegahan dan Terapi Melawan Corona, Termasuk di Kudus | Chord Kunci Gitar Naradira Luthfi Aulia feat Feby Putri | Kunci Jawaban Wirausaha Buku Tematik Kelas 6 Tema 5 Soal Halaman 120 122 123 124 126 129 | Fokus :Meniru Deddy Corbuzier | Video 27 Pintu Exit Tol di Jawa Tengah Kembali Dibuka | Reaksi Dikta Yovie & Nuno Baru Tahu Bersandar di Mobil Selingkuhan Pacarnya Setelah Putus | Digitalisasi Pasar Basah, 300 Pedagang Pasar Sehat Cicalengka Punya Toko Online | Tata Cara Sholat Idul Fitri di Rumah, Sendiri maupun Berjamaah | Bantu Pemerintah, UIN Walisongo Semarang Hibahkan Gedung untuk Tempat Isolasi Pasien Covid-19 | Stok Darah PMI Kota Semarang Hari Ini Selasa 29 Desember 2020, Komponen WB Menipis | PDIP Vs Demokrat Soal UU Cipta Kerja, Suara Gibran di Pilwakot Solo Tergerus? Ini Jawaban Pengamat | Kecelakaan di Tol Tembalang Semarang, Nofa Tewas Tergencet Bodi Mobil | Kronologis Pesawat Sriwijaya Air SJY 182 Hilang Kontak Dalam Hitungan Detik dari Radar | Bagong Senang Rumahnya Dibedah Club Police Scoot Polda Jateng | Sopir Truk Sampah Tabrak Mahasiswi hingga Tewas, Sembunyikan Jasad Korban di Semak-semak | BREAKING NEWS : 1 Lagi Peserta Ijtima Ulama Gowa Asal Karanganyar Positif Corona | Kisah Wanita Dapat Kado Ulang Tahun Patung Harry Styles, Videonya Viral hingga Ditonton 3 Juta Orang | BREAKING NEWS: Dalang Anom Subekti, Istri, Anak & Cucunya Ditemukan Tewas di Rembang | Cerita Pak RW yang Jadi Imam Tarawih padahal Sudah Tahu Positif Corona, Begini Nasib Warganya Kini | Jadwal Buka Puasa dan Azan Magrib di Kota Malang, Selasa 4 Mei 2021, Lengkap dengan Doa Buka Puasa | Kapolda Geregetan Nonton Film 'Hanya Manusia' | Bisa Gairahkan UMKM, Ketua DPD RI Minta Realisasi KUR Dipercepat | Jadwal Imsak dan Buka Puasa Hari Ini Tanjung Selor, Ramadhan Hari ke-16, Rabu 28 April 2021 | Dapat Tambahan Vaksin dari Pemprov Jateng, Jepara Gencarkan Vaksinasi di Puskesmas dan Kelurahan | Persija Tanggapi Keputusan PSSI Tetapkan Kondisi Darurat Virus Corona Liga 1 dan Liga 2 | Veronica Tan Mantan Istri Ahok Sukses Rangkul 182 Anak Rusun Bikin Operet | Resep Rujak Bangkok Segar dan Gampang Bikinnya | Sudah Terima Vaksin, 90 Persen Nakes di Kudus yang Terpapar Covid-19 Telah Sembuh | Puluhan Relawan Perawat Diturunkan Tangani Lonjakan Covid-19 di Kudus | Ini Jadwal Samsat Keliling di Brebes, Buka Layanan di Bulakamba |

Anda sedang membaca Nasib Awak KRI Nanggala-402 Tak Bisa Dipastikan, KSAL: Kita Tidak Bisa Menduga-duga Kondisinya - JATENGKOTA mohon pertahankan, kami selalu update berita terbaru hari ini singkat, padat dan terpercaya.

Nasib Awak KRI Nanggala-402 Tak Bisa Dipastikan, KSAL: Kita Tidak Bisa Menduga-duga Kondisinya


Oleh : JATENGKOTA | on Minggu, 25 April 2021 12:38 WIB
Nasib Awak KRI Nanggala-402 Tak Bisa Dipastikan, KSAL: Kita Tidak Bisa Menduga-duga Kondisinya

JATENGKOTA - Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Laksamana TNI Yudo Margono, mengungkapkan pihaknya tidak bisa memastikan nasib awak dan penumpang KRI Nanggala-402 yang telah dinyatakan subsunk alias tenggelam.

Pada konferensi pers, Sabtu (24/4/2021), Yudo mengatakan pihaknya tidak bisa menduga bagaimana kondisi awak KRI Nanggala-402 hanya berdasarkan serpihan yang telah ditemukan.

"Kita tidak bisa melihat sampai bagaimana korban dari tadi yang disampaikan dengan hanya ini (bukti otentik) karena belum ketemu untuk salah satu korban."

"Jadi kita tidak bisa menduga-duga seberapa kondisi korban dan sebagainya," ujar Yudo, dikutip dari Kompas.com.

Lebih lanjut, Yudo menuturkan berapa lama oksigen KRI Nanggala-402 bisa bertahan, semua tergantung kondisinya.

Dilansir JATENGKOTA, jika kapal selam buatan Jerman ini mengalami blackout, maka ketersediaan oksigen hanya bertahan 72 jam sejak hilang kontak pada Rabu (21/4/2021) dini hari.

Namun, jika listrik KRI Nanggala-402 masih menyala, oksigen bisa bertahan hingga lima hari.

"72 jam itu ketika kapal blackout, tapi kalau kapal ini tidak blackout atau memiliki kemampuan kelistrikan ini bisa bertahan sampai lima hari," ungkapnya.

Terkait kondisi ini, Yudo menduga KRI Nanggala-402 tidak mengalami blackout saat mulai tenggelam.

Pasalnya, berdasarkan laporan tim penjejak Komando Pasukan Katak (Kopaska), lampu KRI Nanggala-402 masih menyala saat mulai masuk ke dalam air.

"Kita tidak bisa tentukan apakah kemarin blackout atau tidak. Karena yang saya sampaikan awal bahwa tim penjejak dari Kopaska waktu kapal masuk air itu lampu masih hidup semua."

"Bahkan isyarat perang tempur, (saat) menyelam ini masih terdengar dari kapal penjejak Kopaska yang jaraknya 50 meter dari kapal selam tersebut."

"Sehingga dari situ, (diduga) bahwa kapal tersebut tidak blackout," bebernya.

KRI Nanggala-402 dinyatakan subsunk alias tenggelam, Sabtu, setelah dilakukan pencarian selama 72 jam.

Fase ini diumumkan setelah tim pencari menemukan tumpahan minyak dan serpihan yang jadi bukti autentik.

"Unsur-unsur TNI AL telah menemukan tumpahan minyak dan serpihan yang menjadi bukti autentik menuju fase tenggelamnya KRTI Nanggala" ujar Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dalam konferensi pers, Sabtu, dilansir JATENGKOTA.

"Dengan adanya bukti autentik Nanggala, maka pada saat ini kita isyaratkan dari submiss menjadi subsunk," kata Yudo menambahkan.

Serpihan yang ditemukan antara lain pelusur tabung torpedo, pembungkus pipa pendingin, botol oranye pelumas periskop, alas salat, dan spon untuk menahan panas pada presroom.

Alasan KRI Nanggala-402 Sulit Dideteksi

Mantan Komandan Korps Marinir, Letjen TNI Marinir (Purn) Nono Sampono, membeberkan alasan mengapa kapal selam KRI Nanggala-402 yang hilang kontak sejak Rabu (21/4/2021), sulit dideteksi.

Dalam tayangan Kompas Petang yang videonya diunggah, Jumat (23/4/2021), Nono mengungkapkan kapal selam memang didesain untuk operasi senyap.

Karena hal itu, meskipun dalam keadaan aktif, kapal selam akan sulit dideteksi keberadaannya.

"Kapal selam ini didesain untuk operasi senyap. Didesain sedemikian rupa sehingga di manapun dia berada sulit dideteksi."

"Dalam keadaan dia aktif saja 'kan sulit dideteksi, apalagi dalam keadaan bermasalah," ungkap Nono.

Ia pun menceritakan bagaimana kapal selam milik Rusia berhasl mendekati Kuba tanpa diketahui Amerika Serikat.

Berdasarkan hal tersebut, Nono mengatakan senyapnya kapal selam bisa menjadi kelebihan sekaligus kekurangan.

"Satu kapal selam Rusia, Uni Soviet bergerak ke arah Kuba, itu satu gugus armada Amerika pusing, mencari tidak ketemu," kisahnya.

"Nah, jadi ini satu pengalaman, menggambarkan betapa memang hebatnya, tetap sekaligus ya ini kelemahannya kapal selam."

"Karena dia memang sulit dideteksi walaupun dalam keadaan aktif sekalipun," imbuh dia.

Nono menambahkan, yang membuat kapal selam sulit dideteksi selain desainnya adalah karena tak memiliki black box (kotak hitam).

"Kalau pesawat terbang 'kan ada kotak hitamnya, kapal selam ini sangat sulit," katanya.

Detik-detik KRI Nanggala-402 Hilang Kontak

Kapal selam KRI Nanggala-402 menghilang tepat 46 menit setelah izin menyelam.

Detik-detik hilangnya KRI Nanggala-402 ini dibeberkan oleh Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Laksamana TNI Yudo Margono, dalam konferensi pers yang digelar Kamis (22/4/2021).

Seperti diketahui, KRI Nanggala-402 hilang kontak pada Rabu (21/4/2021) saat latihan menembak rudal D802 dan torpedo.

Dilansir JATENGKOTA, berikut detik-detik KRI Nanggala-402 hilang kontak:

02.30 WITA: Latihan dimulai.

03.00 WITA: KRI Nanggala-402 izin menyelam pada kedalaman 13 meter dan persiapan penembakan torpedo, sambil didampingi sea rider.

03.00-03.30 WITA: Geladak haluan KRI Nanggala-402 masih terlihat oleh tim penjejak sea rider dalam jarak 50 meter.

Dalam kurun waktu ini, KRI lainnya menempati posisi untuk mengecek torpedo, dalam hal ini adalah unsur-unsur lain yang saat itu juga sedang persiapan peluncuran torpedo.

03.46 WITA: Sea rider memonitor lampu pengenal dari KRI Nanggala-402 perlahan-lahan mulai menyelam dan tidak terlihat untuk penembakan torpedo.

03.46-04.46 WITA: Personel di permukaan terus-menerus memanggil KRI Nanggala-402, tapi tak ada respons.

Mengetahui KRI Nanggala-402 tak merespons, helikopter diterbangkan dari KRI Gusti Ngurah Rai untuk melakukan deteksi visual.

Namun, hasilnya nihil.

06.46 WITA: Dilakukan isyarat sub-miss atau kapal selam hilang.

Baca berita Kapal Selam Nanggala Hilang Kontak lainnya

(JATENGKOTA/Pravitri Retno W/Danang Triatmojo/Gita Irawan, Kompas.com/Imam Rosidin)

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

Baca Juga

COMMENTS